Bloomberg memberitakan bahwa Ray Dalio batal menjadi anggota Dewan Penasihat Danantara.
28 Mei 2025 12:27 WIB · Ekonomi
JAKARTA, KOMPAS — Ray Dalio, tokoh terkemuka dalam bisnis manajemen investasi, batal menjadi anggota Dewan Penasihat Danantara. Kabar ini berisiko mengganggu salah satu proyek utama Presiden Prabowo Subianto yang saat ini tengah berikhtiar membangun kepercayaan domestik dan internasional.
Adalah Bloomberg yang menyiarkan kabar batalnya Dalio bergabung ke Danantara pada situs resminya, Rabu (28/5/2025). Bloomberg menempatkan berita ini pada halaman muka dengan diberi catatan, ”eksklusif”, dan mulai diunggah sekitar pukul 07.00 WIB.
”Pendiri Bridgewater Associates memilih untuk tidak bergabung dalam Dewan Penasihat Danantara sekalipun lembaga itu telah mengumumkan secara publik penunjukannya bersama empat tokoh bisnis dan politik terkemuka lainnya pada Maret,” sebut Bloomberg.
Narasumber yang mengungkapkan informasi, menurut Bloomberg, tidak bersedia disebut. Belum diketahui alasan di balik keputusan batal Dalio.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/07/85c7e169724dc32dfc7bace77285329f-IMG_0287.jpeg)
Dalio adalah tokoh terkemuka dalam manajemen investasi. Ia adalah pendiri Bridgewater Associates, firma manajemen investasi yang berbasis di Amerika Serikat. Perusahaan ini melayani klien institusional seperti dana pensiun, dana abadi, yayasan, pemerintah asing, dan bank sentral.
Pria berumur 75 tahun itu termasuk satu dari lima tokoh yang tergabung dalam Dewan Penasihat Danantara sebagaimana diumumkan oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara di Jakarta, 24 Maret 2025.
Keempat tokoh lain adalah mantan CEO Asia Pasifik Credit Suisse Helman Sitohang, ekonom Columbia University Jeffrey Sachs, Equity Portfolio Manager Capital Group F Chapman Taylor, serta mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/28/74c0bea6379e9cfbd6c3f426d80f774c-IMG_0222.jpeg)
Kembali mengutip Bloomberg, Dalio melalui juru bicaranya menolak memberikan komentar. Sebuah presentasi slide yang ditampilkan oleh Danantara kepada sekelompok eksekutif bisnis asing di Jakarta pada Mei 2025 menunjukkan Dewan Penasihat Danantara terdiri atas empat anggota. Nama Dalio sudah tidak ada lagi.
Sementara Taylor mengonfirmasi perannya di Danantara melalui profil LinkedIn miliknya. Sachs mengatakan bahwa dirinya ”menyetujui secara pro bono sepenuhnya, tanpa menerima kompensasi” dan akan memberikan pandangan ekonomi sebagai penasihat. Sitohang dan Thaksin belum dikonfirmasi.
Juru bicara Danantara, Kania Sutisnawinata, mengatakan melalui e-mail bahwa Dantara ”saat ini sedang dalam proses finalisasi program-programnya dan penyempurnaan rencana bisnis”. Ia tidak memberikan komentar terkait status peran Dalio ataupun alasan mengapa namanya tidak tercantum dalam presentasi tersebut.
Masih mengutip Bloomberg, indeks saham acuan Indonesia telah anjlok hampir 12 persen sejak awal 2025 hingga 21 Maret 2025, hari perdagangan terakhir sebelum Danantara mengumumkan susunan manajemen dan dewan penasihatnya. Guna meredam kritik dan meningkatkan kepercayaan pasar, Danantara mengumumkan nama-nama pengurus setelah diskusi awal, meskipun penunjukan mereka belum difinalisasi secara resmi, menurut salah satu sumber Bloomberg.
Sumber Bloomberg mengklaim, Danantara belum mengirimkan surat konfirmasi kepada Dalio dan pihak lain untuk mengukuhkan posisi mereka sebagai penasihat. Danatara baru memberikan tawaran secara lisan.
Penulis:
FX Laksana Agung SaputraEditor:
FX Laksana Agung Saputra