Dampak Unjuk Rasa yang Ricuh, Tol Dalam Kota Jakarta Belum Normal

Dampak unjuk rasa yang ricuh, sejumlah sarana dan prasarana publik belum beroperasi optimal. Pemulihan terus dilakukan untuk menampung kebutuhan masyarakat.

30 Agt 2025 14:49 WIB · Metropolitan

Oleh Rhama Purna Jati

JAKARTA, KOMPAS — Akses Tol Cawang-Tomang-Pluit belum beroperasi normal setelah unjuk rasa yang berujung ricuh di Jakarta, Jumat (29/8/2025). Untuk sementara waktu, warga diimbau tetap menggunakan jalan arteri. Situasi ini terjadi karena massa membakar tujuh gerbang tol.

Hal ini disampaikan Senior General Manager Jasa Marga Metropolitan Toll Road Plaza Tol Cililitan Jakarta Widiyatmiko Nursejati melalui keterangan resminya, Sabtu (30/8/2025). Dia menyebutkan, saat memasuki malam hari, unjuk rasa yang semula dilakukan di depan gedung MPR/DPR semakin tidak terkendali.

Mereka memasuki Jalan Tol Cawang-Tomang-Pluit melalui beberapa akses, yaitu di sekitar kawasan Kuningan, Semanggi, dan Senayan. ”Sebagai antisipasi sejak pukul 17.13 WIB, atas diskresi kepolisian dilakukan pengalihan lalu lintas, seluruh pengguna jalan tol diarahkan untuk menjauhi ruas Tol Dalam Kota,” tutur Widiyatmiko. 

Adapun pengguna jalan yang telah berada di ruas Tol Dalam Kota diarahkan untuk putar balik menjauhi kawasan Semanggi dan Senayan. Lalu, pada pukul 21.15 WIB massa yang sebelumnya melakukan pembakaran di luar jalan tol mulai masuk dan membakar Gerbang Tol (GT) Pejompongan.

Hingga pukul 22.00 WIB,  Massa unjuk rasa masih memasuki area jalan tol sehingga pengalihan lalu lintas masih terus dilakukan. Massa terus merangsek masuk ke jalan tol. Imbasnya, banyak fasilitas pelayanan jalan tol yang mengalami kerusakan.

Massa aksi memblokade tol dalam kota di depan Gedung DPR, Jakarta, Jumat (29/8/2025). Mereka menuntut keadilan atas tewasnya Affan Kurniawan, pengemudi ojek daring yang dilindas kendaraan taktis Brimob pada Kamis (28/8/2025) malam.

KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA)
29-08-2025

Total sebanyak tujuh gerbang tol dibakar massa, yaitu GT Slipi 1, GT Slipi 2, GT Pejompongan, GT Senayan, GT Semanggi 1, GT Semanggi 2, dan GT Kuningan 1. Selain itu, fasilitas pelayanan jalan tol lainnya juga dirusak oleh massa, yaitu lebih dari 20 water barrier, rubber cone, median concrete barrier (MCB), CCTV jalan tol, dan sarana pendukung jalan tol lainnya. 

Jasa Marga amat menyesalkan perusakan yang terjadi selama aksi unjuk rasa. Jasa Marga juga meminta maaf atas ketidaknyamanan dan hambatan yang terjadi selama aksi unjuk rasa berlangsung.

Sampai dengan pukul 08.05 WIB, jalan Tol Cawang-Tomang-Pluit belum sepenuhnya normal, terutama on ramp akses gerbang tol yang terbakar. ”Jasa Marga masih menempatkan petugas untuk menyisir dan pembersihan di sepanjang jalan Tol Cawang-Tomang-Pluit agar main road aman untuk dilintasi pengguna jalan,” ujarnya.

Belum normalnya operasional juga terjadi pada moda transportasi MRT. Pelaksana Tugas Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta Ahmad Pratomo mengatakan, sehubungan dengan situasi massa di sekitar kawasan Polda dan Senayan yang ricuh dini hari, PT MRT Jakarta (Perseroda) menyesuaikan pola operasional untuk menjaga keamanan, keselamatan, dan kenyamanan seluruh pengguna.

Ahmad menerangkan, layanan operasi penuh dari stasiun Lebak Bulus-Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta. Layanan akan beroperasi dengan 7 train-set dan headway 10 menit, sesuai jadwal perjalanan akhir pekan. Hanya saja perlu diperhatikan bahwa Stasiun Istora Mandiri (IST) tidak melayani pelanggan dalam pola layanan operasi ini.

Sebelumnya, operasional MRT Jakarta dari pukul 06.00 WIB hingga 11.00 WIB diberlakukan pola short loop (pola layanan terbatas) dari Stasiun Lebak Bulus hingga Stasiun Blok M BCA dengan headway per 10 menit. Selain itu, di Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta hingga Stasiun ASEAN tidak ada kegiatan operasional atau menerima penumpang.

Salah satu kerusakan yang menjadi sisa-sisa kerusuhan di depan Mapolda Metrojaya, Jakarta, Sabtu (30/8/2025). Kerusuhan massa aksi ini menjadi bentuk kemarahan massa atas tewasnya Afif Kurniawan, pengemudi ojol yang dilindas kendaraan taktis Brimob Polri pada Kamis (28/8/2025) malam di Pejompongan. Pembersihan sisa amuk massa di sekitar Jalan Sudirman ini agar bisa dilewati kendaraan warga yang hendak melintas. 

KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO
30-8-2025

Ahmad mengatakan, evaluasi kondisi lapangan akan dilakukan secara berkala untuk menentukan kemungkinan pemberlakuan kembali full loop (pola layanan penuh) dengan skema skip station (kereta tidak berhenti di stasiun) di Stasiun Senayan Mastercard dan Stasiun Istora Mandiri apabila situasi dinilai kondusif.

Apabila kondisi belum memungkinkan, lanjut Ahmad, pola short loop akan tetap diberlakukan hingga akhir jam operasional. ”MRT Jakarta terus berkoordinasi dengan pihak keamanan dan seluruh otoritas terkait untuk memastikan perjalanan tetap aman dan pelayanan dapat diakses masyarakat dengan baik,” kata Ahmad.

Antisipasi keamanan

Berbeda dengan moda transportasi lain yang tersendat, KAI Commuter masih berjalan normal. VP Corporate Secretary KAI Commuter Joni Martinus mengatakan, hingga Sabtu pagi, operasional KRL tetap berjalan normal. Hanya saja, pihaknya tetap melakukan antisipasi keamanan.

”Operasional layanan commuter line pada Sabtu pagi masih normal, kondisi dan situasi di stasiun-stasiun commuter line dilaporkan kondusif,” ucap Joni.

Pola operasi perjalanan commuter line di seluruh lintas juga normal melayani naik dan turun pengguna di seluruh stasiun. ”Operasional layanan commuter line pagi ini normal, pantauan pengguna juga didominasi oleh pengguna harian yang tetap beraktivitas pagi,” katanya.

Penumpang KRL Jabodetabek di Stasiun Pondok Ranji, Tangerang Selatan, pada Rabu (30/7/2025) pagi.

Dari hasil penelusuran, tidak ada kerusakan pada stasiun sehingga operasional berjalan normal. Hanya saja, lanjut Joni, KAI Commuter tetap melakukan langkah-langkah antisipasi. Penyiagaan dan penambahan petugas pengamanan stasiun-stasiun ramai tetap dilakukan. 

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang bisa membahayakan operasional perjalanan commuter line. ”KCI tetap berkomitmen memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat dengan tetap mengutamakan keselamatan perjalanan penumpang,” katanya. 

Rekayasa pola operasi baru akan dilakukan jika terjadi kendala pada lintas dan akan disesuaikan jika lintas-lintas pelayanan perjalanan commuter line tidak kondusif dan membahayakan perjalanan kereta dan pengguna.

KAI Commuter mengimbau pengguna untuk selalu mengikuti arahan dan instruksi dari petugas di stasiun. ”KAI Commuter juga mengimbau masyarakat dan para pengguna untuk selalu menjaga ketertiban dan keselamatan bersama,” ujar Joni.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rhama Purna Jati
 | 

Editor:

Rini Kustiasih
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra