Danantara: Kejar Pertumbuhan Tinggi, Peran Dunia Usaha Diperkuat dan Pemerintah Lebih Proaktif

CEO Danantara Rosan Roeslani menyebut, pertumbuhan ekonomi yang tinggi membutuhkan dukungan dari sektor swasta serta peran pemerintah yang lebih proaktif.

26 Nov 2025 11:56 WIB · Ekonomi & Bisnis

KOMPAS/PRIYOMBODO

Oleh Agustinus Yoga Primantoro

TANGERANG, KOMPAS — Pemerintah akan memperkuat investasi demi mencapai target pertumbuhan ekonomi tinggi. Untuk itu, dunia usaha memainkan peran penting terhadap rencana pembangunan ke depan. Pemerintah menjamin akan menghormati pasar, tetapi lebih proaktif dalam memastikan pembangunan nasional berjalan secara berkelanjutan.

Demikian salah satu poin yang disampaikan oleh CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan P Roeslani saat memberikan sambutan dalam Kompas100 CEO Forum Ke-16 Powered by PLN di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (26/11/2025).

Hadir pula memberikan sambutan CEO Kompas Gramedia Lilik Oetama dan Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo. Selain itu, hadir Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, serta Menteri Koperasi Ferry Joko Juliantono.

Rosan mengatakan, struktur perekonomian nasional memang masih ditopang oleh konsumsi domestik sebesar 54 persen. Sementara komponen investasi, baik dari dalam maupun luar negeri, baru berkontribusi hingga 29 persen terhadap perekonomian.

”Investasi akan memiliki peranan yang sangat sangat penting untuk bagaimana kita bisa mencapai pertumbuhan 8 persen yang disampaikan oleh Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) hingga tahun 2029,” katanya.

CEO Kompas Gramedia Lilik Oetama (kiri) memberikan laporan Ekonomi Kompas100 CEO Forum ke-16 kepada Menteri Investasi dan Hilirisasi / Kepala BKPM dan CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani pada 16th Kompas100 CEO Forum Powered by PLN di ICE, BSD City, Tangerang, Banten, Rabu (26/11/2025). Kali ini ajang tahunan yang diselenggarkan oleh Kompas ini mengusung tema 'Menavigasi Arah dan Menelisik Strategi Ketahanan Indonesia di Tengah Gejolak Global'. *** Local Caption ***

Untuk mencapai target pertumbuhan tersebut, realisasi investasi ditargetkan mampu mencapai Rp 13.032 triliun dalam lima tahun mendatang atau rata-rata tumbuh 15,7 persen per tahun. Adapun total realisasi investasi selama 10 tahun terakhir sebesar Rp 9.117,4 triliun.

Oleh sebab itu, Kementerian Investasi dan Hilirisasi pun mengintegrasikan dan terus mempercepat perizinan berusaha melalui sistem One Single Submission (OSS). Saat ini, 155 izin berusaha telah diterbitkan dalam kurun waktu dua bulan.

Rosan memaparkan, sektor mineral masih berkontribusi besar terhadap realisasi investasi secara keseluruhan. Ini terutama didorong oleh kebijakan hilirisasi di sektor mineral kritis yang menurut dia telah memberikan kontribusi positif bagi perekonomian sekaligus penciptaan lapangan pekerjaan.

Quote

Kita tetap menghormati market, tapi pemerintah akan aktif dan proaktif.

Menghormati pasar

Rosan menambahkan, pertumbuhan ekonomi yang tinggi membutuhkan dukungan dari sektor swasta atau dunia usaha. Sebagaimana disebutkan dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945, pemerintah akan tetap proaktif memastikan pembangunan nasional berjalan secara berkelanjutan dengan tetap menghormati pasar.

”Kita tetap menghormati market, tapi pemerintah akan aktif dan proaktif. Jadi, bukan hanya dari pemerintah saja kita bicara, tetapi justru kita mendengarkan masukan dari banyak CEO sehingga ini bisa menyelaraskan rencana pemerintah dengan mendapatkan (masukan) dari dunia usaha agar hasilnya lebih cepat dan lebih baik,” ujarnya.

Tamu undangan hadir untuk mengikuti 16th Kompas100 CEO Forum Powered by PLN di ICE, BSD City, Tangerang, Banten, Rabu (26/11/2025). Kali ini ajang tahunan yang diselenggarkan oleh Kompas ini mengusung tema 'Menavigasi Arah dan Menelisik Strategi Ketahanan Indonesia di Tengah Gejolak Global'. *** Local Caption ***

Ia menegaskan, pemerintah dan Danantara senantiasa terbuka terhadap segala masukan dari para pemangku kepentingan, termasuk dunia usaha, atas program pembangunan nasional. Ini semua demi mempercepat pertumbuhan ekonomi di tengah perkembangan dunia usaha yang dinamis.

Dalam kesempatan yang sama, Darmawan Prasodjo menyampaikan, Indonesia tengah menghadapi tantangan, mulai dari tekanan ekonomi global, kontraksi pasar, pergeseran investasi, hingga disrupsi teknologi. Maka, semua pemangku kepentingan perlu bekerja sama dalam rangka mewujudkan cita-cita pembangunan nasional.

”Kita tidak akan bekerja sendirian, tetapi kita bekerja bersama-sama, penuh dengan kekompakan,” katanya.

Ia menegaskan, investasi dibutuhkan dalam rangka menciptakan lapangan pekerjaan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi. Adapun pemerintah dan Danantara akan mendukung ekosistem yang kondusif bagi investasi dan kolaborasi.

Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo memberi sambutan pembuka pada 16th Kompas100 CEO Forum Powered by PLN di ICE, BSD City, Tangerang, Banten, Rabu (26/11/2025). Kali ini ajang tahunan yang diselenggarkan oleh Kompas ini mengusung tema 'Menavigasi Arah dan Menelisik Strategi Ketahanan Indonesia di Tengah Gejolak Global'. *** Local Caption ***

Sementara itu, Lilik Oetama menyebut, kondisi global yang bergejolak telah berdampak terhadap perekonomian domestik. Maka dari itu, semua pemangku kepentingan perlu berkolaborasi dalam menghadapi tantangan tersebut.

”Untuk mencapai visi bersama Indonesia maju menuju Indonesia Emas 2045, sangat dibutuhkan kerja sama erat antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, serta pihak mana pun yang punya niat baik untuk membangun dan menyejahterakan bangsa ini,” ucapnya.

Ia berharap Kompas100 CEO Forum dapat menjadi wadah dialog bagi para pemimpin perusahaan, pemerintah, akademisi, serta publik untuk mendukung pembangunan nasional ke depan.


Kerabat Kerja

Penulis:

Agustinus Yoga Primantoro
 | 

Editor:

Agnes Theodora
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti