Paus Leo XIV dikenal sebagai sosok yang getol turun ke daerah-daerah miskin dan ikut membantu meringankan beban orang di sekitarnya.
09 Mei 2025 13:14 WIB · Internasional
Chiclayo di Peru menjadi satu-satunya daerah, di luar Roma, yang disebut Paus Leo XIV saat mengucapkan pidato perdananya di Vatikan, Kamis (8/5/2025). Dari salah satu kota pesisir utara Peru itu, dia dikenal sebagai sosok yang suka blusukan dan cinta budaya lokal.
“Salam kepada semua dan terutama kepada umat Keuskupan Chiclayo di Peru, umat yang setia, yang mendampingi dan membantu uskup,” kata Paus Leo dalam bahasa Spanyol. Bahasa yang sama dengan asal ibunya, Mildred Martinez, seorang pustakawan.
Chiclayo adalah salah satu kota pesisir di Peru. Letaknya sekitar 5.000 kilometer dari Chicago, Amerika Serikat, kota kelahiran Paus Leo XIV.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/09/e4cc9ea9-b034-4ab8-abfa-0f29da3182b4_jpg.jpg)
Meski lahir di bagian utara, sebagian hatinya tinggal dan tumbuh di selatan. Dalam kurun 2015-2023, saat masih dikenal sebagai Robert Francis Prevost, dia mengabdikan hidupnya sebagai Uskup Chiclayo di Peru. Sebelumnya, ia memulainya berkarya sebagai misionari di Keusukupan Chulucanas di tahun 1985. Paus bahkan punya warga negara ganda, AS dan Peru.
Dari Peru, Prevost kemudian diangkat menjadi kardinal pada tahun 2023 oleh Paus Fransiskus dari Argentina lantas dibawa ke Roma.
Mendampingi Paus Fransiskus, tugasnya, tidak mudah. Prevost diminta ikut memilih para uskup di seluruh dunia. Sejak saat itu, ia telah berpartisipasi dalam pemilihan banyak uskup di dunia.
Kepada Reuters, Jesús León Ángeles, Koordinator kelompok Katolik di Chiclayo mengatakan, telah bekerja sama dengan Prevost dalam sejumlah proyek amal dan bantuan sosial di Chiclayo dan Trujillo, daerah di dekatnya. Paus juga getol mengunjungi kota-kota miskin lainnya di Peru.
"Ia adalah seseorang yang memiliki keterampilan kepemimpinan, tetapi juga pendengar yang baik," kata Angeles yang mengaku sudah mengenal Prevost sejak 2018.
"Ia memiliki kebajikan itu. Ia sangat disukai, kami sangat mencintainya, ia bukan orang yang sombong,” ujar Angeles menambahkan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/09/3ae50ce89b2f39f601734dae6df8c95f-AP25128797059897.jpg)
Janinna Sesa, yang bertemu Prevost saat bekerja untuk lembaga amal Katolik Caritas, mengatakan, Paus adalah tipe orang yang suka blusukan.
Dia akan mengenakan sepatu bot dan mengarungi lumpur untuk membantu mereka yang paling membutuhkan. Sesa mencontohkan karya nyata Prevost ketika hujan deras dan bencana melanda Chiclayo dan desa-desa di sekitarnya di tahun 2022.
Prevost juga disebut mengirimkan makanan dan selimut ke desa-desa terpencil di Andes. “Dia mengendarai truk pikap putih dan tidur di atas kasur tipis di lantai,” kata Janina kepada Associated Press.
Sosok Prevost yang gemar blusukan dan menyelami budaya lokal juga dikatakan warga Lima, Salvador Oliva Ramos. Ramos mengatakan, Prevost adalah seorang Paus yang doyan makan ceviche, makan kacang-kacangan dengan daging kambing, makan cau cau," katanya. Semua itu adalah hidangan lokal yang populer di Peru.
Oleh karena itu, ia yakin, dalam setahun ke depan, Paus akan kembali ke rumahnya di Peru. Selain memperbaiki keadaan negeri, Paus akan menuntaskan kerinduannya pada kuliner lokal Peru.
Ketika berita tentang pemilihan Leo mulai tersebar, media sosial di Peru dibanjiri meme Paus yang sedang makan ceviche, santapan seafood dan minum inca kola, minuman ringan rasa permen karet.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2022/10/08/87bdc4e9-0842-409f-9974-95303de76d26_jpg.jpg)
Yang lain menunjukkannya mengenakan kaus sepak bola Peru berwarna merah-putih. Ada juga gambar lucu lainnya menunjukkan mobil Paus yang diubah menjadi becak motor roda tiga, moda transportasi utama di sebagian besar negara tersebut.
Tidak hanya di Peru, jejak kaki Prevost juga terekam di Indonesia. Mewakili Ordo Santo Agustinus (OSA), Prevost disebut pernah datang Tanah Papua.
Pastor Abuna Markus Malar OSA, misalnya, belum melupakan kunjungan Paus Leo XIV ke tanah Papua, tepatnya di SMA Santo Agustinus Sorong tahun 2003. Saat itu bertepatan dengan peringatan 50 Tahun Ordo OSA berkarya di Tanah Papua. Kebetulan, Paus Leo XIV bertugas sebagai Jenderal Ordo OSA.
Dalam kunjungan ini, Paus Leo XIV membawakan materi dalam seminar sehari di Aula SMA Augustinus Sorong. "Saya sangat kagum dengan kecerdasan, kesederhanaan dan kerendahan hatinya, " kata Pastor Abuna, yang kini bertugas di Manokwari, Papua Barat.
Sebagai penerus Paus Fransiskus yang sangat memerhatikan keberagaman budaya, umat Katolik percaya semangat yang sama bakal dilanjutkan Paus Leo XIV.
Tidak hanya sekadar blusukan ke daerah terpencil tapi ikut memberikan dampak nyata untuk kesejahteraan semua manusia. Seperti semboyan yang dipilihnya, ”In illo uno unum” yang artrinya ”Dalam Dia yang satu, kita satu”.(The Guardian)
Penulis:
Cornelius Helmy Herlambang, Fabio Maria Lopes CostaEditor:
Billy Khaerudin, Cornelius Helmy HerlambangPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari