Sirnas A Jawa Tengah bukan sekadar ajang tanding, melainkan ruang bagi atlet muda untuk mengasah mental di tengah tekanan dan harapan.
06 Mei 2026 18:01 WIB · Olahraga
KOMPAS/Raditya Mahendra Yasa
Seorang atlet muda bulu tangkis menahan sedih saat mengabarkan kekalahannya lewat telepon seluler. Di balik lapangan pertandingan, momen seperti ini menjadi bagian sunyi dari perjalanan para pemain dalam Sirkuit Nasional (Sirnas) A Jawa Tengah di GOR Djarum, Kabupaten Kudus, beberapa hari terakhir.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/06/7dc90a25a5570cecd8f68e685f1f6f30-1000891350.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/06/bac02e1b30532e63d907755638216eaf-1000891357.jpg)
Di tengah riuh pertandingan yang berlangsung pada 4-9 Mei 2026, momen-momen semacam ini kerap luput dari perhatian. Para atlet muda tak hanya bertanding di lapangan, tetapi juga bergulat dengan perasaan, tekanan, dan kenyataan hasil yang belum tentu sesuai harapan, Rabu (6/5/2026).
Sirnas A Jawa Tengah 2026 menjadi bagian dari proses panjang pembinaan atlet. Ajang ini bukan sekadar perebutan gelar, melainkan ruang bagi pemain muda untuk mengasah kemampuan teknis sekaligus membangun ketangguhan mental di tengah persaingan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/06/14cf64c8b50b016c511e016569da25da-1000891360.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/06/552e5352839a85ecc1ff1e7ccd6677ef-1000891356.jpg)
Sebanyak 12 lapangan di GOR Djarum mempertemukan 184 klub dari sejumlah daerah di Indonesia. Total 1.031 peserta dari berbagai kelompok usia bersaing, mengumpulkan poin dan pengalaman sebagai bekal menuju jenjang yang lebih tinggi.
Bagi para atlet muda, Sirnas merupakan bagian dari perjalanan yang tidak instan. Latihan berjam-jam, disiplin ketat, dan pengorbanan waktu menjadi rutinitas yang harus dijalani. Salah satunya Ayu dari PB Djarum yang siang itu berpasangan dengan Prasetyo, berjuang keras merebut kemenangan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/06/227c57fb1e4fe14005d9c7bc7de42b01-1000891355.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/06/7bd028355129a20c1bd86c89a6d04712-1000891348.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/06/3b95e37622c64b710b617aad91ba5cdb-1000891353.jpg)
Dari tepi lapangan, sejumlah orangtua mengamati jalannya pertandingan. Wajah cemas dan penuh harap tergambar jelas, sesekali diiringi rekaman singkat untuk mengabadikan setiap momen yang terjadi di tengah laga.
Pelatih dan klub turut memegang peran penting dalam menyiapkan para pemain. Klub-klub dari daerah harus bersaing dengan klub mapan yang telah lebih dulu dikenal dan kerap melahirkan atlet nasional.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/06/5ce641420da6097bc9b4f839265f07b9-1000891347.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/06/141b3d396537e1c18feac74f49c8f29d-1000891349.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/06/a64add26888c0e3013aebdc2e900c3f3-1000891351.jpg)
Sekretaris Jenderal PP PBSI Ricky Soebagdja, dalam siaran pers, menyebut Sirnas A sebagai wadah lahirnya talenta-talenta baru dalam proses regenerasi bulu tangkis Indonesia. Para atlet muda diproyeksikan untuk melanjutkan tradisi prestasi di tingkat nasional hingga internasional.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/06/e5515804a2174c19b51bad7c54ef8edb-1000891354.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/06/190844658ff1d9cf0c5fb9efc064a198-1000891359.jpg)
Di ujung pertandingan, tak semua pulang dengan kemenangan. Namun, seperti percakapan singkat di ujung telepon itu, setiap kekalahan menyimpan bagian dari proses yang harus dilalui. Dari lapangan-lapangan inilah, langkah kecil para atlet muda terus ditempa menuju panggung yang lebih besar.
Penulis:
Raditya Mahendra YasaEditor:
Demitrius Wisnu WidiantoroPenyelaras Bahasa:
Retma Wati