Pengerahan kapal SAR disertai personel kapal, tim penolong, hingga tenaga medis. Mereka akan bergabung dengan tim Basarnas lainnya di Laut Jawa.
14 Sep 2026 11:38 WIB · Nasional
DOKUMENTASI KANTOR SAR MAKASSAR
Kapal Negara Kamajaya 104 berlayar sekitar 300 mil laut atau sekitar 500 kilometer dari pangkalannya di Makassar, Sulawesi Selatan, untuk memperkuat operasi pencarian dan pertolongan (SAR) kecelakaan Kapal Motor Penumpang Virgo Transport 8 di perairan Masalembu, Laut Jawa. Dilengkapi perangkat pencarian, kemampuan Kamajaya ikut diandalkan mencari 129 orang yang masih hilang.
Kepala Kantor SAR Kelas A Makassar Muhammad Arif Anwar, Senin (14/9/2026), mengatakan, KN Kamajaya diberangkatkan pada Minggu (13/9/2026) pukul 23.30 Wita.
Kapal diperkirakan tiba pada Senin siang. Nantinya, kapal itu akan bergabung dengan KN SAR 214 Laksmana dari Kantor SAR Kelas A Banjarmasin dan kapal lainnya yang lebih dulu terjun dalam operasi ini.
”KN Kamajaya diperkuat 35 personel. Mereka terdiri dari 19 kru, 11 orang tim SAR Makassar, 4 kru KN SAR 212, dan 1 tenaga medis,” kata Arif.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/09/14/b912d5ce21cb2ca8aec079991d51217f-7747f2e4_8a53_4693_b15e_92c3a8495d12.jpeg)
Sebelumnya, KMP Virgo Transport 8 dilaporkan terbalik dalam pelayaran dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (13/9/2026) dini hari. Lokasinya di sekitar Masalembu, perairan Laut Jawa atau 80 mil laut (148 km) dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin.
Dalam video yang dibagikan Basarnas terlihat kapal besar berwarna merah dan hitam dalam posisi terbalik dan sebagian tenggelam di perairan yang berombak. Dua perahu kecil, yang masing-masing mengangkut penumpang, terlihat mengapung di dekat kapal yang terbalik itu di tengah kondisi perairan yang ganas.
Berdasarkan data SAR Kelas A Banjarmasin, enam orang dinyatakan meninggal dan 129 orang lainnya dilaporkan hilang akibat kejadian ini. Adapun 108 orang bisa diselamatkan. Oleh karena itu, kehadiran KN SAR Kamajaya sangat diharapkan bisa mempercepat pencarian terhadap korban yang hilang.
KN Kamajaya, yang mulai berdinas tahun 2020, ini mempunyai kemampuan mumpuni dalam proses pencarian di laut. KN Kamajaya dilengkapi banyak peralatan SAR modern.
Salah satunya remotely operated vehicle (ROV). ROV adalah sejenis drone yang digunakan di dalam laut, dilengkapi kamera bawah laut.
Agar ROV bisa bekerja maksimal, kapal ini juga dilengkapi system dynamic position zero (SDPZ) yang salah satu fungsinya mengunci posisi kapal agar tetap diam di atas permukaan air laut secara otomatis, tanpa perlu menurunkan jangkar.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/07/17/09602ac9ff3830897d7d75cbb98f924d-cropped_image.jpg)
Selain itu, KN Kamajaya memiliki perangkat multibeam echosounder untuk memetakan dasar laut dan mengukur kedalaman perairan. Ada pula side scan sonar untuk menghasilkan citra bawah air dengan menggunakan gelombang suara sehingga dapat membantu mendeteksi benda atau obyek di dasar perairan.
Tidak kalah penting, kapal yang dilengkapi helideck tersebut memiliki kapasitas tangki bahan bakar minyak (BBM) sebesar 500.000 liter dan air tawar sebesar 100.000 liter.
Kemampuan itu membuatnya dapat menyuplai kapal-kapal yang terlibat dalam operasi SAR dan dijadikan sebagai kapal komando pengendalian pelaksanaan operasi SAR.
Dengan kemampuan itu, keberadaannya menjadi tulang punggung berbagai operasi SAR hingga kegiatan pengamanan lain di kawasan timur Indonesia.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2022/05/31/63c95d15-63aa-4e0a-896b-38f324cced16.jpg)
Salah satunya saat ikut dalam operasi SAR Kapal Motor Ladang Pertiwi 02 yang tenggelam di Selat Makassar, di sekitar Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan pada 26 Mei 2022. Saat itu, dari 50 orang di kapal, 31 orang selamat, 4 orang meninggal, dan 15 orang hilang.
Selain itu, KN Kamajaya juga ikut dalam operasi SAR KM Nurul Salsa di perairan Kepulauan Selayar, Sulsel, pada 15 Juli 2026. Setelah proses pencarian selama 10 hari, sebanyak 58 orang diselamatkan, 4 orang meninggal, dan 14 orang hilang.
”Tim dari Makassar akan bergabung dengan armada gabungan Basarnas, serta potensi SAR lainnya untuk mengoptimalisasi penyisiran di wilayah perairan Laut Jawa,” tambah Arif.
Sementara itu, Kepala Kantor SAR Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana mengatakan, sebanyak 622 petugas penyelamat dikerahkan untuk mencari korban hilang pada Senin. Sejauh ini, data menyebutkan, masih enam orang dilaporkan tewas.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi pada hari Minggu mengatakan, penyebab kejadian tersebut masih dalam penyelidikan. ”Terkait penyebab musibah ini, pemerintah akan melakukan investigasi secara menyeluruh. Proses tersebut akan dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi,” kata Dudy.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/09/13/7f017db6c1838752e95a90829a04fda2-antarafoto_posko_kesehatan_korban_kapal_penumpang_virgo_transport_8_1789305178.jpg)
Indonesia sangat bergantung pada layanan feri untuk menghubungkan 17.000 pulau karena perjalanan laut lebih murah dan lebih mudah diakses dibandingkan dengan perjalanan udara. Namun, sejumlah kecelakaan kerap terjadi.
Dalam insiden terpisah pada bulan lalu, dua feri yang mengangkut ratusan penumpang terbakar saat berlayar. Lima orang tewas ketika sebuah feri terbakar di perairan dekat Pulau Madura, sementara satu orang meninggal dalam kebakaran di feri yang berangkat dari Bali. (Reuters)
Penulis:
Reny Sri Ayu, Cornelius HelmyEditor:
Cornelius Helmy HerlambangPenyelaras Bahasa:
FX Sukoto