Robi Syianturi dan Odekta Naibaho melelang singlet yang mereka pakai saat raih emas SEA Games Thailand 2025. Mereka dedikasikan untuk penyintas bencana di Sumatera.
17 Des 2025 10:15 WIB · Olahraga
KOMPAS/RIAN SEPTIANDI
Bagi Robi Syianturi dan Odekta Elvina Naibaho, momen prestasi sekaligus bersejarah di maraton SEA Games Thailand 2025 bukan hanya milik mereka sendiri. Dua pelari jarak jauh andalan Indonesia ini memutuskan kebahagiaan dan kesuksesan mereka adalah juga milik para penyintas bencana di Sumatera.
Tanpa perlu menunggu lama, Robi dan Odekta kompak langsung berinisiatif menggelar lelang untuk penyintas bencana Sumatera, Selasa (16/12/2025). Obyek yang dilelang adalah singlet yang mereka pakai dua hari sebelumnya ketika memastikan meraih medali emas maraton di SEA Games Thailand 2025.
Melalui Instagram masing-masing, Odekta dan Robi mengunggah informasi tentang lelang singet berukuran S yang sudah mereka tanda tangani, lengkap beserta nomor dada yang mereka kenakan di lomba. Robi menetapkan, lelang dimulai dari Rp 1 juta dan batas waktunya 18 Desember 2025 pukul 19.00 WIB. Adapun Odekta memulai lelang dari Rp 2 juta dengan batas waktu 19 Desember pukul 17.45 WIB.
Robi mengatakan, hasil lelang akan disalurkan Welman Pasaribu, yang juga pelari jarak jauh Indonesia. Welman tengah berada di lokasi bencana Sumatera, tepatnya di Sibolga, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Sementara itu, Odekta akan menyalurkan hasil lelang untuk membangun rumah bagi keluarga Mak Krisman yang mempunyai lima anak dan terdampak bencana alam, juga di Sibolga.
”Mereka perlu dirangkul, begitu banyak beban harus dipikul ibu tersebut sendiri. Minimal, lima anaknya ini termotivasi ketika besar nanti ingin sukses karena berangkat dari rumah tersebut,” ucap Odekta.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/14/5715277c44f8233a2df52b8b35bfa104-DSC02963.jpg)
Odekta menuturkan, donasi-donasi pelari asal Desa Soban di Sumatera Utara ini disalurkan sebelumnya selalu dalam bentuk dana dan bantuan logistik. Menurut Odekta, itu hanya bantuan darurat. Ia ingin, untuk momen SEA Games, bantuan yang diberikan adalah bantuan yang sifatnya lebih ”abadi”.
”Biar sejarah juga ikut abadi di rumah tersebut. Kapan pun saya kembali ke sana, saya bisa mengingat dan meninggalkan sejarah dalam kisah bersama mereka,” ujar Odekta.
Sejak dua minggu lalu, Odekta mencari tahu rumah warga mana yang lebih layak dibantu pembangunannya. Odekta mewawancarai lima kepala keluarga dan akhirnya memutuskan memilih keluarga Mak Krisman sebagai keluarga yang paling layak.
Selain karena terdampak bencana dan punya banyak tanggungan dengan lima anak masih kecil dan masih sekolah, Mak Krisman tak punya penghasilan tetap. Suami Mak Krisman sedang menjalani proses hukuman di penjara. Dengan beban berlipat itu, menurut Odekta, tentu tidak mudah bagi Mak Krisman menjalani hidup bersama keluarga.
”Mereka perlu dirangkul, begitu banyak beban harus dipikul ibu tersebut sendiri. Minimal, lima anaknya ini termotivasi ketika besar nanti ingin sukses karena berangkat dari rumah tersebut,” ucap Odekta.
Sebelum berangkat ke Thailand, Odekta sudah mengatakan bahwa dia akan mendedikasikan penampilannya di SEA Games untuk korban bencana di Sumatera. Beberapa di antara korban bencana itu merupakan saudara dan teman Odekta. Selepas memastikan emas di Thailand, pelari maraton pemegang rekor nasional dengan catatan waktu 2 jam, 31 menit, 34 detik ini kembali mengatakan hal yang sama.
”Medali emas ini buat penguat teman-teman di Sumatera. Saya kelahiran Sidikalang, yang mana berarti anak Sumatera. Saya berdedikasi untuk Indonesia, kita Indonesia. Jangan merasa terkesampingkan. Selepas SEA Games, saya akan pulang kampung, melihat keadaan di sana. Kakak saya juga kena (bencana). Jadi, saya akan berkunjung ke sana, melihat saudara dan teman-teman di sana,” ujar Odekta.
Mulanya, kata Odekta, dia mau melelang jersei dan sepatu ketika mencetak rekor nasional pada ajang Gold Coast Marathon 2025 di Gold Coast, Australia, Juli 2025. Namun, Robi kemudian berpendapat, karena momennya sedang SEA Games, lebih baik jersei ketika meraih prestasi di ajang itu yang dilelang.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/14/3284c98721b32a8b1e7b137e2bd4fc0c-20251214RIAN11.JPG)
Akhirnya, mereka sepakat melelang kostum yang mereka pakai ketika menyandingkan emas nomor maraton SEA Games di Happy & Healthy Bike Lane, Bangkok, Thailand, Minggu (14/12/2025). Meski berlomba pada waktu yang tidak umum, sore ke malam hari, keduanya sukses mendominasi lomba, meninggalkan jauh para pesaingnya.
Robi finis dalam waktu 2 jam 27 menit 33 detik, terpaut hingga tiga menit dari peraih perak, Arlan Jr Estobo Arbois (Filipina). Sementara itu, Odekta mencatatkan waktu 2 jam 43 menit 13 detik. Ia unggul hingga nyaris lima menit dari peringkat kedua, Artjoy Torregosa (Filipina).
Bagi Robi, pencapaian di Thailand ini istimewa karena merupakan emas pertama pada penampilan pertamanya di nomor maraton. Di SEA Games Kamboja 2023, Robi turun di lari 5.000 meter dan meraih perunggu. Sementara bagi Odekta, emas dari ”Negeri Gajah Putih” adalah prestasi tertinggi ketiganya beruntun di SEA Games. Sebelumnya, Odekta meraih medali emas di Kamboja 2023 dan Vietnam 2021.
Selain Robi dan Odekta, petenis Justin Barki juga berencana menyalurkan donasi dari hasil kesuksesan meraih medali emas beregu putra SEA Games Thailand 2025. Justin ingin menyumbangkan seluruh bonus yang didapatkannya untuk membantu korban bencana yang melanda Pulau Sumatera.
”Saya akan menyumbangkan semua hasil penghargaan saya ini untuk Sumatera Utara. Walaupun jumlahnya tidak supersignifikan, tapi saya harapkan bisa membantu mereka,” kata Justin.
Sampaikan dukungan Anda untuk atlet Indonesia
Pembaca yang budiman, Harian Kompas membuka rubrik Surat untuk Atlet, yang berisi pendapat, penyemangat, atau komentar terkait penampilan atlet Indonesia di SEA Games Thailand 2025. Kirimkan komentar singkat Anda, minimal dua kalimat dan maksimal enam kalimat, dengan mengisi kolom di bawah ini. Komentar yang terpilih akan kami muat di Harian Kompas saat pelaksanaan SEA Games 2025.
Penulis:
Rebiyyah Salasah dari Bangkok, ThailandEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari