Darren Fletcher Terkepung Masalah Lama Manchester United

Hasil imbang 2-2 kala melawat ke markas Burnley mempertegas masalah lama yang membelenggu MU belum sepenuhnya hilang. Berganti-ganti pelatih bukan solusi terbaik.

08 Jan 2026 10:32 WIB · Olahraga

AFP

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

BURNLEY, KAMIS — Debut Darren Fletcher bersama Manchester United bisa berakhir bahagia andai Burnley tidak menyeimbangkan kedudukan menjadi 2-2. Secara permainan, ”Setan Merah” tampil agresif. Hanya saja kerentanan pertahanan MU, yang menjadi masalah lama, muncul di saat penting. Hasil ini membuktikan lingkaran setan performa negatif MU tidak akan bisa hilang jika masalah inti tim belum disingkirkan.

Stadion Turf Moor, Burnley, menjadi arena pembuktian Fletcher yang merupakan bagian dari tim saat masih ditangani manajer legendaris Sir Alex Ferguson. Dipercaya sebagai pelatih sementara, Fletcher diharapkan bisa mencegah kemerosotan MU sepeninggal Ruben Amorim yang dipecat.

Fletcher mengembalikan pakem empat bek yang menjadi fondasi MU meraih kejayaan di era Ferguson. Ia tidak melanjutkan strategi Amorim yang cenderung senang memainkan formasi tiga bek. Formasi empat bek ini juga sudah lama digunakan Fletcher di tim U-18 MU.

Lini belakang diisi Ayden Heaven dan Lisandro Martinez yang dipercaya di posisi bek tengah. Mereka diapit Diogo Dalot di kanan dan Luke Shaw di kiri. Casemiro dan Manuel Ugarte ditugaskan sebagai gelandang bertahan. Matheus Cunha, Bruno Fernandes, dan Patrick Dorgu beroperasi di belakang Benjamin Sesko sebagai ujung tombak.

Menggunakan pola 4-2-3-1 membuat MU bermain lebih menyerang. Fletcher menurunkan ajaran Ferguson yang terkenal akan sepak bola menyerang dengan mengandalkan pendekatan agresif, berfokus pada ritme, kecepatan, kekuatan, dan penetrasi. Ferguson kerap memanfaatkan lebar lapangan dalam upaya membangun serangan berbekal adanya Cristiano Ronaldo saat itu.

Manchester United's Scottish Interim head coach Darren Fletcher (L) gestures from the touchline during the English Premier League football match between Burnley and Manchester United at Turf Moor in Burnley, north-west England on January 7, 2026. (Photo by Oli SCARFF / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE. No use with unauthorized audio, video, data, fixture lists, club/league logos or 'live' services. Online in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No video emulation. Social media in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No use in betting publications, games or single club/league/player publications. /

Gaya bermain itu ditunjukkan pula oleh Fletcher yang terlihat pada gol kedua MU oleh Sesko. Gol bermula dari upaya Dorgu dalam mengandalkan kekuatan serta kecepatannya dalam melakukan penetrasi. Memasuki sepertiga akhir pertahanan lawan, Dorgu melepaskan umpan silang yang disambar Sesko.

”Saya sangat senang untuknya (Sesko). Saya berbicara dengannya kemarin dan kami menayangkan video yang menunjukkan pergerakannya dan gol-golnya, hanya untuk menunjukkan bagaimana perkembangannya dan dia perlu terus percaya diri serta para pemain perlu memberikan lebih banyak umpan kepadanya,” kata Fletcher seusai laga, Kamis (8/1/2026) dini hari WIB.

Meski bermain lebih dominan di babak pertama, MU harus kebobolan secara prematur akibat gol bunuh diri Heaven. Saat jeda, Fletcher menginstruksikan para pemainnya untuk lebih meningkatkan intensitas dan tempo permainan. Fletcher meminta suplai bola kepada Sesko lebih diperbanyak. Instruksi itu berhasil saat Sesko menyamakan kedudukan di babak kedua setelah menerima umpan terobosan dari Fernandes.

Fletcher agaknya tahu bagaimana cara memaksimalkan potensi Sesko. Sebelum ini, pemain yang didatangkan dari RB Leipzig seharga 74 juta pound sterling (Rp 1,6 triliun) tersebut hanya mencetak dua gol dalam 17 laga. Hanya dalam satu laga, Fletcher mampu menyediakan skema permainan yang mendorongnya lebih produktif.

”Ini membantu meningkatkan kepercayaan diri saya. Memang sulit, tapi akhirnya saya berhasil dan saya senang bisa membantu tim,” kata Sesko.

Penyerang asal Slovenia itu hanya separuh bahagia lantaran golnya tetap tidak bisa membantu MU meraih kemenangan atas Burnley yang terancam degradasi. Masalah lama MU dalam bertahan masih menggerogoti tim. Hanya enam menit setelah gol Sesko, Burnley mampu menyamakan kedudukan lewat gol Jaidon Anthony.

Striker Burnley, Jaidon Anthony (tengah), merayakan golnya ke gawang Manchester United di Burnley, Kamis (8/1/2026) dini hari WIB.

Para bek MU sangat pasif meredam manuver Anthony yang sedang menguasai bola. Juga tidak ada upaya mencegah Anthony menerima bola di ruang antarlini.

”Bagi saya, hasil imbang ini sangat mengecewakan. Jika Anda melihat konteks pertandingan, peluang yang kami ciptakan, penyelamatan di garis gawang, gol yang dianulir, 30 tembakan, dan banyak permainan menyerang. Kami menciptakan lebih dari cukup peluang untuk memenangi pertandingan. Jadi jelas mengecewakan ketika kami hanya pulang dengan satu poin,” tutur Fletcher.

Gagal mempertahankan keunggulan, MU juga terhalang dari upaya naik ke peringkat kelima. Hasil imbang justru membuat MU turun satu peringkat ke posisi tujuh klasemen sementara. Meski hanya mampu imbang melawan tim degradasi, manajemen MU masih memercayakan posisi pelatih sementara kepada Fletcher.

Ia mengonfirmasi tetap menakhodai MU saat laga putaran ketiga Piala FA melawan Brighton and Hove Albion pada akhir pekan nanti. Kepastian itu disampaikan Direktur Sepak Bola Jason Wilcox dan Kepala Eksekutif Omar Berrada kepada Fletcher. Kemampuan Fletcher menangani tim besar akan sangat diuji saat melawan Brighton yang secara materi jauh lebih baik di atas Burnley. (BBC)


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

FX Sukoto