Pilkada serentak di "Bumi Majapahit" ini menjadi daya tarik bagi warga dunia karena memiliki sejumlah keunikan.
25 Nov 2024 18:25 WIB · Politik & Hukum
SURABAYA, KOMPAS — Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur mulai mengoperasikan sistem pusat data pemilihan kepala daerah serentak 2024. Sistem ini diyakini mampu menjawab berbagai tantangan di pilkada terbesar nasional yang melibatkan 38 kabupaten dan kota serta pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur.
Ketua KPU Jatim Aang Kunaifi mengatakan pilkada di wilayah itu melibatkan lebih dari 31.280.418 pemilih yang akan menyalurkan hak pilihnya di 60.751 tempat pemungutan suara (TPS). Total terdapat 38 kabupaten dan kota dengan jumlah kecamatan sebanyak 666.
”Kehadiran data center ini diharapkan bisa menjawab tantangan terutama pada tahapan pemungutan dan penghitungan serta rekapitulasi hasil penghitungan suara berjenjang secara mudah, cepat, serta mendapatkan pembaruan informasi atau data secara akurat,” ujar Aang saat peluncuran Data Center KPU Jatim di Surabaya, Senin (25/11/2024).
Sistem Data Center KPU Jatim dioperasikan dari lantai 23 Hotel Double Three by Hilton Surabaya mulai 27 November hingga 1 Desember 2024. Lokasinya yang berada di pusat kota diharapkan memudahkan koordinasi dengan berbagai pihak guna mengatasi beragam kendala saat proses pemungutan suara hingga rekapitulasi hasil pemungutan termasuk indikasi kecurangan.
Anggota KPU Jatim Divisi Data dan Informasi KPU Jatim Insan Qoriawan menambahkan sistem Data Center KPU Jatim menjadi ikhtiar optimal untuk menyukseskan penyelenggaraan pilkada yang jumlahnya 39 gelaran. Alasannya pusat data ini dirancang untuk membantu mengatasi masalah seperti ketidaktahuan pemilih terkait TPS tempat menyalurkan hak pilihnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/25/562c2908-7434-4572-95bd-bbc9b37a2ca9_jpg.jpg)
Selain itu, mempercepat penyelesaian masalah jika terjadi kekurangan surat suara atau yang tertukar di TPS. Sebab, di dalam sistem tersebut terdapat berbagai data terkait pilkada serentak di Jatim seperti data jumlah TPS, sebarannya, hingga nama ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), juga data logistik pemilu.
”Kehadiran pusat data ini juga akan mempercepat informasi hasil penghitungan suara dari setiap TPS yang diunggah melalui aplikasi Sirekap KPU,” kata Insan Qoriawan.
KPU Jatim menyiapkan 20 tenaga sebagai operator Data Center untuk melayani kebutuhan masyarakat dan mengatasi berbagai persoalan di lapangan. Mereka bertugas memantau seluruh TPS satu per satu mana yang belum mengirim laporan ke Sirekap.
Kehadiran pusat data ini juga akan mempercepat informasi hasil penghitungan suara dari setiap TPS yang diunggah melalui aplikasi Sirekap KPU.
Juga mendeteksi TPS yang mengalami salah kirim atau salah dalam mendokumendasikan formulir C-hasil. Formulir tersebut akan diperiksa dulu sebelum dipublikasikan atau diunggah ke situs resmi KPU sehingga data yang disajikan benar-benar akurat.
Selain 20 operator, disiapkan 12 petugas bantuan selama pelaksanaan pencoblosan. Mereka bertugas khusus menerima aduan terkait pelaksanaan pilkada seperti kesulitan mendapatkan surat suara dan surat suara kurang. Di sisi lain pusat data juga menjadi rujukan untuk mengetahui segala informasi, seperti pemilih yang pindah lokasi memilih, jumlah penggunaan surat suara, termasuk kinerja para KPPS di setiap TPS.
”Ini adalah ikhtiar KPU Jatim dalam rangka memastikan penyelenggaraan pilkada berjalan dengan baik, juga bisa menyajikan data sebaik-baiknya,” kata Insan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/25/7c5a211f-2e74-4e10-80c3-b2757c901512_jpg.jpg)
Sementara itu, anggota KPU Jatim Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat Nur Salam mengatakan Jatim terpilih sebagai tuan rumah Election Visit Program (EVP) yang dihadiri 36 negara di dunia. Pilkada serentak di Bumi Majapahit ini menjadi daya tarik bagi warga dunia karena memiliki sejumlah keunikan.
Salah satunya, pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jatim yang diikuti oleh tiga calon dan semuanya perempuan. Selain itu, Jatim juga menjadi provinsi dengan jumlah gelaran pilkada terbanyak, yakni 38 kabupaten dan kota serta satu gelaran pilgub.
”Juga menjadi provinsi dengan jumlah gelaran pilkada calon tunggal paling banyak di Indonesia karena ada lima daerah, yakni Surabaya, Gresik, Kota Pasuruan, Trenggalek dan Ngawi,” kata Salam.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/25/640dff0a-9916-4665-9bc8-313f08497d0d_jpg.jpg)
Mantan anggota KPU Magetan itu menambahkan pilkada Jatim juga diwarnai tantangan budaya masyarakat yang beragam serta kondisi geografis yang menarik karena memiliki banyak wilayah kepulauan. Kondisi geografis ini terkait erat dengan pendistribusian logistik pemilu.
Penulis:
Runik Sri AstutiEditor:
Irma TambunanPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase