Daya Tahan Tim Indonesia U-17 Terbitkan Harapan Prestasi di Asia

Tiga menang di tiga laga Grup C Piala Asia U-17 2025 tercipta berkat kondisi fisik prima. Strategi pergantian Nova Arianto juga efektif jaga performa "Garuda Muda".

11 Apr 2025 15:33 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

Tim Indonesia U-17 bak anomali bagi tim-tim dalam sejarah keikutsertaan PSSI di turnamen internasional sejak dekade 1950-an. Tiga kemenangan yang menegaskan performa sempurna ”Garuda Muda” di Piala Asia U-17 2025 tercipta melalui gol-gol di pengujung pertandingan.

Masalah daya tahan fisik selalu menjadi kendala tradisional Indonesia dalam persaingan level internasional. Pemain-pemain Indonesia umumnya hanya mampu bertahan tampil selama satu jam alias 60 menit.

Namun, masalah itu perlahan diatasi oleh pelaith tim nasional Indonesia periode 2020-2024 Shin Tae-yong. Latihan fisik selalu menjadi menu primer yang ditempa Shin untuk pemain Indonesia sebelum melatih urusan taktik dan formasi.

Quote

Saya sangat berterima kasih atas kerja keras seluruh pemain. Pemain mampu menjaga fokus sampat menit terakhir dan mereka bisa mencetak gol di pengujung pertandingan.

Gaya latihan itu dilanjutkan oleh Pelatih Tim Indonesia U-17 Nova Arianto. Terlepas melatih teknik dasar pemain, seperti sentuhan pertama, akurasi operan, hingga keputusan akhir, Nova amat keras mengelola kondisi fisik pemainnya.

Sejak memulai seleksi tim, Maret 2024 lalu, Nova mewajibkan anak asuhannya melakukan lari pagi nyaris selama dua jam seusai menjalankan salat Subuh. Setelah itu, mereka baru menjalani latihan di lapangan hijau.

Selain itu, Nova dibantu pelatih fisik Sofie Imam Faizal juga meningkatkan massa otot seluruh pemain. Latihan di pusat kebugaran membantu para pemain memiliki fisik yang lebih kekar, sehingga membantu mereka memiliki keseimbangan lebih baik.

Penyerang Indonesia, Fandi Ahmad, berduel perebutan bola dengan gelandang Afghanistan, Zamir Shoja, pada laga Grup C Piala Asia U-17 2025, Jumat (11/4/2025) WIB, di Stadion Pangeran Abdullah al-Faisal, Jeddah, Arab Saudi.. Indonesia menang 2-0 pada laga terakhir fase grup itu.

Menu latihan yang sangat intens itu berbuah baik pada tiga laga babak penyisihan Piala Asia U-17 2025. Lima dari tujuh gol yang dihasilkan skuad Garuda Muda tercipta setelah pertandingan melewati menit ke-87.

Ketangguhan fisik itu sudah tersaji ketika mengalahkan Korea Selatan, 1-0, pada laga pertama. Penampilan organisasi pertahanan tanpa cela itu tidak bisa hanya didasari kemampuan teknik dan eksekusi taktik yang optimal.

Pemain harus pula memiliki kondisi fisik yang sangat baik. Sebab, bermain bertahan jauh lebih berat dan membuat pemain lebih cepat lelah dibandingkan skema menyerang dengan penguasaan bola.

Pemain harus menjaga fokus tinggi untuk mengatur pertahanan. Kemudian, mereka perlu bergerak dengan posisi yang efektif agar lawan tidak mendapatkan celah serta berpikir cepat untuk melakukan keputusan ketika bisa merebut bola dari lawan.

Indonesia mampu bertahan dengan baik untuk menahan Korsel sehingga mampu mencuri gol melalui Evandra Florasta pada menit 90+2. Di laga kedua kontra Yaman, situasi juga nyaris serupa dialami anak asuhan Nova.

Gelandang Indonesia, Evandra Florasta, berduel perebutan bola dengan pemain Afghanistan, Nawid Mahbobi, pada laga Grup C Piala Asia U-17 2025, Jumat (11/4/2025) WIB, di Stadion Pangeran Abdullah al-Faisal, Jeddah, Arab Saudi. Indonesia lolos ke fase grup dengan tiga kemenangan.

Indonesia memang mampu unggul cepat ketika pertandingan berjalan kurang dari setengah jam, tetapi setelah itu pertahanan Indonesia digempur. Terlepas kesalahan yang menyebabkan Yaman mendapat penalti di awal babak kedua, Indonesia tampil kokoh setelah itu.

Ketika laga telah berjalan lebih 85 menit, ketahanan fisik dan daya juang Garuda Muda membuahkan dua gol mengunci kemenangan, 4-1, berkat brace Evandra.

Dua gol di tambahan waktu babak kedua juga memastikan kemenangan, 2-0, Indonesia atas Afghanistan pada gim pamungkas Grup C, Jumat (11/4/2025) dini hari WIB, di Stadion Pangeran Abdullah al-Faisal, Jeddah, Arab Saudi. Fadly Alberto dan Zahaby Gholy mencetak gol yang hanya berjarak 94 detik.

Dwigol itu tercipta dengan skema yang sama melalui taktik fast-break alias serangan balik cepat. Dalam dua gol itu, Indonesia rerata hanya butuh sembilan detik dari merebut bola dari pemain Afghanistan hingga bola melewati garis gawang.

Dua gim terakhir kontra Yaman dan Afghanistan kian menegaskan ketahanan fisik Garuda Muda yang masih stabil dalam tiga pertandingan beruntun. Mereka memanfaatkan dengan baik penurunan drastis para lawan yang menyebabkan organisasi permainan memburuk serta fokus yang jauh menurun.

”Saya sangat berterima kasih atas kerja keras seluruh pemain. Kami sudah menduga Afghanistan akan bermain lepas karena tidak memiliki target lagi. Tetapi, pemain mampu menjaga fokus sampat menit terakhir dan mereka bisa mencetak gol di pengujung pertandingan,” ujar Nova seusai pertandingan.

Durasi gol enam tim yang telah memastikan lolos ke perempat final Piala Asia U-17 2025. Indonesia amat dominan mencetak gol di 15 menit akhir laga.

Strategi pergantian

Keberhasilan Indonesia tampil konsisten selama lebih dari 90 menit juga dipengaruhi strategi pergantian yang dijalankan Nova. Dua pergantian selalu dilakukan Nova sebelum babak kedua dimulai. Pada laga menghadapi Afghanistan, ia melakukan tiga pergantian setelah turun minum.

Pemain menyerang yang lebih prima dibutuhkan Garuda Muda demi menjaga konsistensi serangan balik cepat. Pada dua gim terakhir Grup C, pemain pengganti memiliki andil besar bagi dua gol Indonesia pada akhir pertandingan.

Di gim menghadapi Yaman, dua pemain pengganti, yaitu Rafi Rasyiq dan Josh Holong, membantu Evandra mencetak sepasang gol. Koleksi gol kedua Evandra di Piala Asia U-17 2025 diawali pelanggaran kiper Yaman kepada Rafi yang berbuah penalti.

Kemudian, Josh melayani Evandra dengan umpan silang akurat yang mengawali gol ketiga. Memang pemain Bhayangkara Presisi itu tidak mencetak gol langsung dari asis Josh, tetapi keputusan Josh untuk mengumpan kepada Evandra yang tidak dikawal patut diapresiasi.

Tiga pemain pengganti, Aldiansyah Taher, Fadly, dan Gholy, adalah aktor intelektual bagi dua gol ke gawang Afghanistan. Aldyansyah menyajikan asis bagi dua gol itu melalui pergerakannya di sisi kanan pertahanan Afghanistan yang diakhiri umpan silang akurat.

”Saya senang semua pemain selalu menunjukkan permainan maksimal saat diturunkan. Hal itu bisa membantu kami untuk melanjutkan pertandingan di babak selanjutnya,” tutur Nova yang dikenal sebagai bek legendaris Persib Bandung.

Penyerang Indonesia, Aldyansyah Taher, menggiring bola untuk memulai aksi serangan balik ke gawang Afghanistan pada laga Grup C Piala Asia U-17 2025, Jumat (11/4/2025) WIB, di Stadion Pangerang Abdullah al-Faisal, Jeddah, Arab Saudi.  Aldyansyah menciptakan dua asis bagi kemenangan Indonesia dengan skor 2-0.

Lebih lanjut, Nova menuturkan anak asuhannya mendapat tiga pertandingan yang sangat penting untuk meningkatkan performa mereka secara individu dan kolektif. Tiga lawan di Grup C, tambahnya, memiliki karakter berbeda yang membantu timnya belajar untuk beradaptasi dengan karakter lawan berbeda.

”Saya tidak ingin pemain memikirkan kami sudah lolos Piala Dunia dan juara Grup C. saya meminta mereka tetap fokus untuk menghadapi laga demi laga di fase gugur,” katanya.

Rafi, kepada AFC Media, memastikan capaian yang telah tertulis di Grup C tidak memengaruhi fokus tim Indonesia. Menurut dia, persiapan untuk menghadapi babak perempat final tetap akan dijalankan secara maksimal demi menjaga tradisi kemenangan di Arab Saudi 2025.

”Kami akan kembali memberikan yang terbaik untuk mempersiapkan diri pada laga selanjutnya. Kami akan terus berjuang untuk semua orang yang mendukung kami,” tutur Rafi yang membela tim muda Semen Padang.

Daya tahan optimal Garuda Muda semoga bisa membantu mereka terbang menuju podium tertinggi di Arab Saudi 2025. Tak ayal, mereka adalah kesempatan terbaik Indonesia untuk menuliskan prestasi emas di turnamen resmi Asia.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase