LIGA INGGRIS

De Zerbi Enggan Ulang Kesalahan Para Pelatih Tottenham

De Zerbi meminta maaf kepada para penggemar Tottenham dalam kemunculan pertama di publik. Dia juga memuji dan menegaskan komitmen jangka panjang bersama klub.

03 Apr 2026 07:58 WIB · Olahraga

AFP

Oleh Kelvin Hianusa

LONDON, JUMAT — Pelatih Roberto De Zerbi mengambil langkah tepat setelah bergabung dengan Tottenham Hotspur. Dia berupaya mendapatkan hati para penggemar dengan klarifikasi dan pernyataan tegas di konferensi pers pertama. De Zerbi enggan mengulang kesalahan pelatih-pelatih ”Si Lili Putih” sebelumnya.

Sehari seusai resmi ditunjuk sebagai pelatih baru Tottenham, De Zerbi langsung menjalani konferensi pers pada Kamis (2/4/2026) malam WIB. Mantan pelatih Brighton and Hove Albion itu sangat senang bisa kembali lagi setelah sekitar dua tahun meninggalkan Liga Inggris. Dia balik ke liga yang membesarkan namanya.

”Saya sangat senang dan sangat bangga bisa berada di sini. Saya menganggap Tottenham sebagai salah satu klub terpenting di dunia. Namun, tantangan besar sudah menanti saya. Saya pun sudah menantikan itu dan ingin segera bekerja dengan para pemain,” ujar De Zerbi yang diplot menggantikan pelatih interim Igor Tudor.

Ekspresi Manajer Brighton and Hove Albion Roberto De Zerbi saat pertandingan Liga Inggris antara Brighton and Hove Albion dan Newcastle United di Stadion American Express Community, Brighton, Inggris, Sabtu (2/9/2023). ***Brighton's Italian head coach Roberto De Zerbi reacts during the English Premier League football match between Brighton and Hove Albion and Newcastle United at the American Express Community Stadium in Brighton, southern England on September 2, 2023. (Photo by Glyn KIRK / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE. No use with unauthorized audio, video, data, fixture lists, club/league logos or 'live' services. Online in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No video emulation. Social media in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No use in betting publications, games or single club/league/player publications. /

Setelah melontarkan pujian tinggi untuk klub, pria asal Italia itu langsung dihadapkan pertanyaan sulit. Dia diminta tanggapan soal respons negatif dari berbagai kelompok penggemar. De Zerbi kembali disorot akibat pernyataan kontroversial tentang mantan pemainnya di Marseille, Mason Greenwood.

Greenwood pernah menghadapi tuduhan percobaan pemerkosaan dan kekerasan fisik pada 2022. Kasus itu membuat sang pemain terdepak dari Manchester United. Marseille yang ketika itu dipimpin De Zerbi menampungnya. Masalahnya, De Zerbi seolah mengesampingkan kasus itu dengan alasan enggan masuk ke persoalan pribadi pemain.

De Zerbi langsung mengklarifikasi pernyataan itu dan meminta maaf.  ”Saya tidak pernah ingin meremehkan masalah kekerasan terhadap perempuan, atau terhadap siapa pun. Saya konsisten berjuang di pihak yang rentan. Anda tahu saya bukan tipe yang rela berkompromi hanya demi memenangi lebih banyak laga,” katanya.

”Saya minta maaf jika saya menyinggung perasaan siapa pun dengan topik ini. Saya punya anak perempuan dan saya sangat sensitif terhadap hal-hal ini dan selalu begitu. Saya berharap seiring waktu orang-orang akan mengenal saya lebih baik dan memahami bahwa pada saat itu saya tidak bermaksud mengambil sikap tertentu,” lanjut pelatih 46 tahun itu.

De Zerbi mengambil langkah bijak. Dia enggan memulai perjalanan di klub baru dengan potensi masalah yang bisa jadi bom waktu pada masa depan. Tidak mudah mendapatkan dukungan penuh para penggemar ”Si Lili Putih”. Beberapa pelatih Tottenham terakhir sudah membuktikan itu sendiri. 

Thomas Frank, contohnya, pelatih yang hanya bertahan sejak musim panas lalu hingga Februari 2026. Dia sudah kehilangan hormat saat konferensi pers menjelang laga pertama. Frank memuji rival abadi Tottenham, Arsenal, secara terang-terangan. Ditambah dengan tren hasil buruk, sang pelatih semakin berjarak dengan para penggemar.

Manajer Liverpool Jurgen Klopp (kiri) berbicara dengan pelatih Brighton Roberto De Zerbi (kanan) usai laga Liga Inggris di Stadion American Express Community, Brighton, Minggu (8/10/2023). Laga berakhir imbang 2-2.

Sebelum Frank, Ange Postecoglou juga sempat kehilangan dukungan. Dia mengkritik para penggemar yang berharap Tottenham sengaja kalah dari Manchester City agar Arsenal tidak keluar sebagai juara liga. Para penggemar menilai pelatih asal Australia itu tidak mengerti esensi dari rivalitas. Padahal, Postecoglou sangat tenar di kalangan penggemar.

De Zerbi memahami betul apa yang harus dilakukan, apalagi dia datang dengan respons yang kurang baik dari beberapa pihak. Untuk semakin merebut hati para penggemar, sang pelatih juga mengucapkan komitmennya dalam jangka panjang bersama Tottenham. Dia bertekad menjadi bagian dari sejarah besar klub. 

Bahkan jika Tottenham harus terdegradasi pada akhir musim, De Zerbi tidak peduli. ”Setelah musim ini, saya pikir kami bisa menciptakan masa depan hebat. Saya menandatangani kontrak lima tahun karena ini adalah tantangan besar. Saya akan menjadi pelatih Tottenham musim depan, apa pun yang terjadi,” tegas sang pelatih.

De Zerbi sebenarnya direncanakan bergabung dengan Tottenham pada musim panas. Namun, rencana berantakan karena Tudor gagal membawa tim ke jalur yang tepat. Tottenham saat ini justru semakin dekat dengan zona degradasi, hanya terpaut satu poin dari peringkat ke-18 West Ham United dengan tujuh laga tersisa.

Penunjukan De Zerbi cukup berisiko. Dia dikenal dengan gaya bermain indah yang kompleks dan membutuhkan proses. Sementara itu, waktu adalah musuh terbesar Tottenham saat ini. Pelatih-pelatih veteran dengan filosofi pragmatis yang lebih berpengalaman di peperangan degradasi, seperti Harry Redknapp, dinilai lebih cocok.

Jamie O’Hara, mantan pemain Tottenham, mengatakan, De Zerbi semestinya direkrut lebih cepat. ”Kita bisa duduk dan membicarakan soal Harry Redknapp, tetapi dia adalah pelatih terbaik yang bisa didapatkan saat ini. Dia memiliki karakter yang berapi-api. Karakter itu yang bisa membuat tim keluar dari posisi ini,” ujarnya kepada Sky Sports. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji