Perang yang membara di Timur Tengah menjadi ajang perdana Cheongung-II dan PrSM. Berdampingan dengan Patriot PAC-3, Cheongung-II menjatuhkan perangkat pembalasan Iran.
Panglima Komando Operasi Tengah (CENTCOM) Amerika Serikat Laksamana Brad Cooper mengumumkan penggunaan rudal PrSM. Dalam pernyataan yang disiarkan pada Rabu (4/3/2026), Cooper menyebut Operasi Epic Fury adalah palagan perdana rudal itu.
Epic Fury adalah nama sandi operasi serangan AS ke Iran sejak 28 Februari 2026. Sementara Israel, yang bergabung dengan AS menyerang Iran, memakai nama sandi Roaring Lion. Belum ada tanda serangan AS-Israel dan pembalasan Iran akan berakhir.
AS menggunakan PrSM yang ditembakkan dari peluncur roket gerak cepat (HIMARS). Cooper tak menyebut di mana HIMARS ditempatkan. Ia hanya menyebut, PrSM membuat jangkauan HIMARS lebih jauh.
Di palagan Irak sampai Ukraina, jangkauan maksimum HIMARS hanya 300 kilometer. Dengan PrSM, jangkauannya paling tidak 500 kilometer. Dengan jangkauan itu, HIMARS bisa berada di mana saja di sisi barat Teluk Persia yang lebar maksimumnya 360 km. Bisa di UEA, Qatar, Bahrain, Arab Saudi, atau Kuwait.
Dikembangkan Lockheed Martin, PrSM menjadi rudal perdana yang dikembangkan AS setelah Washington DC meninggalkan Traktat Perangkat Nuklir Jarak Menengah (INF Treaty) pada 2019. Angkatan Darat AS mulai menerima PrSM pada akhir 2023. Untuk gelombang pertama, setiap unit PrSM berharga 3,5 juta dolar AS.
Bersama Australia, AS tengah mengembangkan tipe lanjutan rudal itu. Selain peluncur darat, PrSM ditargetkan bisa diluncurkan dari laut. Rudal itu juga akan ditingkatkan jangkauannya menjadi 1.000 kilometer.
Selain sasaran darat, PrSM juga dipakai untuk sasaran di laut. Bekas kapal angkut USS Cleveland ditenggelamkan pada Juni 2024 dalam latihan tembak dengan PrSM. Lalu, pada Maret 2026, PrSM menjalani debut di medan laga.
Diumumkan CENTCOM, HIMARS menjadi salah satu perangkat serang AS ke Iran. Sejumlah perangkat lain juga dipakai untuk menyasar berbagai target di Iran.
Pencegat
Tak sampai dua jam, Iran mulai membalas serangan AS-Iran. Pembalasan Iran, antara lain, ditujukan ke sejumlah lokasi di Uni Emirat Arab (UEA). Di dua hari pertama saja, hampir 1.000 rudal dan pesawat nirawak Iran dikerahkan untuk menyasar target yang disebut Teheran sebagai aset AS di UEA.
Pada hari pertama pembalasan Iran, UEA mengumumkan menggunakan Patriot PAC-3 untuk mencegat aneka perangkat pembalasan Iran. Peneliti pertahanan pada Stimson Center di AS, Kelly A Grieco, menyebut Abu Dhabi mencegat hingga 92 persen perangkat pembalasan Iran di wilayah udara UEA. ”Efektif, tetapi tak berarti ekonomis,” ujarnya.
Ia merujuk taksiran harga perangkat Iran dan UEA. Harga rata-rata rudal balistik Iran maksimum 2 juta dolar AS per unit. Sementara pesawat nirawaknya paling mahal 50.000 dolar AS. Iran juga terdeteksi menembakkan sejumlah rudal jelajah yang harganya maksimum 1,5 juta dolar AS per unit.
Sebaliknya, setiap Patriot PAC-3 menghabiskan 5 juta dolar AS. Taksiran minimum Grieco, yang juga lazim dipakai peneliti lain, butuh paling sedikit dua pencegat untuk menjatuhkan perangkat serangan.
Dengan demikian, UEA menghabiskan sampai 10 juta dolar AS untuk mencegat setiap perangkat berharga 50.000 dolar AS sampai 2 juta dolar AS. Dengan demikian, kalau hanya menggunakan Patriot PAC-3, UEA menghabiskan total 10 miliar dolar AS untuk mencegat perangkat pembalasan Iran.
UEA punya pencegat lain, sistem Pertahanan Udara Ekstra Tinggi, THAAD. Bersama Arab Saudi, UEA menjadi pemilik THAAD selain AS.
THAAD Arab Saudi beroperasi penuh sejak Juli 2025. Sementara UEA mulai memakai THAAD setidaknya sejak Januari 2022 untuk menjatuhkan rudal dan pesawat nirawak Houthi.
Dalam perang kali ini belum diketahui berapa banyak pencegat THAAD dipakai UEA. Kalau dipakai, jelas lebih mahal dari Patriot PAC-3. Setiap rudal pencegat THAAD berharga hampir 13 juta dolar AS, hampir tiga kali lipat dari Patriot PAC-3.
Hal yang jelas, bagian dari sistem THAAD di UEA hancur. Radar dengan jangkauan 5.000 kilometer, AN/FPS-132, di Dubai jadi sasaran serangan Iran. Harga radar itu 1,1 miliar dolar AS dan kini tak berfungsi.
Laporan The Economist, lima negara Arab memakai setidaknya 800 rudal THAAD dan Patriot dalam tiga hari saja. Sebagai pembanding, selama 1,5 bulan di Perang Teluk 1991, AS memakai tak sampai 200 rudal Patriot.
Lebih murah
Namun, seperti dilaporkan Chosun Ilbodan SBS, UEA juga menggunakan pencegat lain: Cheongung-II atau rudal darat ke udara jangkauan menengah. Adu Dhabi pertama kali memamerkan baterai-baterai Cheongung-II pada Mei 2025.
Abu Dhabi membeli Cheongung-II pada 2022 dengan nilai 3,5 miliar dolar AS. Kontraknya sampai 10 baterai. Waktu itu, UEA menyiapkan Cheongung-II sebagai pelengkap artileri pertahanan udara (Arhanud) untuk mengantisipasi serangan udara Houthi.
Cheongung-II dikembangkan Korea Selatan dengan bantuan dari dua perusahaan senjata Rusia, Almaz-Antey dan Fakel. Cheongung-II meniru sebagian teknologi arhanud Rusia, S-300 dan S-400. Rudalnya juga dikembangkan dari pencegat Rusia, SA-21 Growler atau 9M96. Cheongung-II menggunakan 9M96E, sementara S-400 memakai 9M96E-2.
Harga setiap 9M96E maksimum 1 juta dolar AS. Hampir setara dengan harga rudal-rudal Iran. Jangkauannya maksimum 40 KM.
Setiap baterai Cheongung-II dilengkapi empat tabung peluncur, radar, dan stasiun kendali. Radarnya bisa melacak sasaran sampai ketinggian 15 km dan jangkauan horizontalnya sampai 20KM. Cheongung-II, menurut Chosun Ilbo, adalah lapis terbawah arhanud UEA.
Dilaporkan The New Arab, UEA juga membeli arhanud senilai 2,3 miliar dolar AS dari perusahaan Israel, Elbit. Perusahaan itu dikenal karena menguji aneka produknya di Gaza dan Tepi Barat. Sebagian produk teruji itu dibeli UEA
Abu Dhabi sejak lama juga membidik arhanud Arrow yang dikembangkan AS-Israel. Rudal-rudal Arrow bisa mencegat sasaran sampai 150 km. Harga rudalnya sedikit lebih murah dari Patriot PAC-3, sampai 4 juta dolar AS per unit. Setiap baterai Arrow berharga sampai 170 juta dolar AS.
Perang yang membara di Timur Tengah menjadi ajang perdana Cheongung-II dan PrSM. Berdampingan dengan Patriot PAC-3, Cheongung-II menjatuhkan perangkat pembalasan Iran.
Panglima Komando Operasi Tengah (CENTCOM) Amerika Serikat Laksamana Brad Cooper mengumumkan penggunaan rudal PrSM. Dalam pernyataan yang disiarkan pada Rabu (4/3/2026), Cooper menyebut Operasi Epic Fury adalah palagan perdana rudal itu.
Serial Artikel
Iron Dome Masih Rapuh, THAAD Bentengi Israel dari Serbuan Iran dan Hizbullah
Israel kini dilindungi 96 peluncur THAAD. Seperti Arrow, THAAD untuk menghancurkan rudal pada ketinggian di atas 100 km.
Epic Fury adalah nama sandi operasi serangan AS ke Iran sejak 28 Februari 2026. Sementara Israel, yang bergabung dengan AS menyerang Iran, memakai nama sandi Roaring Lion. Belum ada tanda serangan AS-Israel dan pembalasan Iran akan berakhir.
AS menggunakan PrSM yang ditembakkan dari peluncur roket gerak cepat (HIMARS). Cooper tak menyebut di mana HIMARS ditempatkan. Ia hanya menyebut, PrSM membuat jangkauan HIMARS lebih jauh.
Di palagan Irak sampai Ukraina, jangkauan maksimum HIMARS hanya 300 kilometer. Dengan PrSM, jangkauannya paling tidak 500 kilometer. Dengan jangkauan itu, HIMARS bisa berada di mana saja di sisi barat Teluk Persia yang lebar maksimumnya 360 km. Bisa di UEA, Qatar, Bahrain, Arab Saudi, atau Kuwait.
Dikembangkan Lockheed Martin, PrSM menjadi rudal perdana yang dikembangkan AS setelah Washington DC meninggalkan Traktat Perangkat Nuklir Jarak Menengah (INF Treaty) pada 2019. Angkatan Darat AS mulai menerima PrSM pada akhir 2023. Untuk gelombang pertama, setiap unit PrSM berharga 3,5 juta dolar AS.
Bersama Australia, AS tengah mengembangkan tipe lanjutan rudal itu. Selain peluncur darat, PrSM ditargetkan bisa diluncurkan dari laut. Rudal itu juga akan ditingkatkan jangkauannya menjadi 1.000 kilometer.
Selain sasaran darat, PrSM juga dipakai untuk sasaran di laut. Bekas kapal angkut USS Cleveland ditenggelamkan pada Juni 2024 dalam latihan tembak dengan PrSM. Lalu, pada Maret 2026, PrSM menjalani debut di medan laga.
Diumumkan CENTCOM, HIMARS menjadi salah satu perangkat serang AS ke Iran. Sejumlah perangkat lain juga dipakai untuk menyasar berbagai target di Iran.
Serial Artikel
Kiprah HIMARS AS dan Marder Jerman dalam Serbuan Ukraina ke Kursk
HIMARS hingga Stryker dan Marder pasokan Barat dipakai Ukraina menyerbu Kursk. Rusia sudah menghancurkan ratusan unit.
Tak sampai dua jam, Iran mulai membalas serangan AS-Iran. Pembalasan Iran, antara lain, ditujukan ke sejumlah lokasi di Uni Emirat Arab (UEA). Di dua hari pertama saja, hampir 1.000 rudal dan pesawat nirawak Iran dikerahkan untuk menyasar target yang disebut Teheran sebagai aset AS di UEA.
Pada hari pertama pembalasan Iran, UEA mengumumkan menggunakan Patriot PAC-3 untuk mencegat aneka perangkat pembalasan Iran. Peneliti pertahanan pada Stimson Center di AS, Kelly A Grieco, menyebut Abu Dhabi mencegat hingga 92 persen perangkat pembalasan Iran di wilayah udara UEA. ”Efektif, tetapi tak berarti ekonomis,” ujarnya.
Ia merujuk taksiran harga perangkat Iran dan UEA. Harga rata-rata rudal balistik Iran maksimum 2 juta dolar AS per unit. Sementara pesawat nirawaknya paling mahal 50.000 dolar AS. Iran juga terdeteksi menembakkan sejumlah rudal jelajah yang harganya maksimum 1,5 juta dolar AS per unit.
Sebaliknya, setiap Patriot PAC-3 menghabiskan 5 juta dolar AS. Taksiran minimum Grieco, yang juga lazim dipakai peneliti lain, butuh paling sedikit dua pencegat untuk menjatuhkan perangkat serangan.
Dengan demikian, UEA menghabiskan sampai 10 juta dolar AS untuk mencegat setiap perangkat berharga 50.000 dolar AS sampai 2 juta dolar AS. Dengan demikian, kalau hanya menggunakan Patriot PAC-3, UEA menghabiskan total 10 miliar dolar AS untuk mencegat perangkat pembalasan Iran.
UEA punya pencegat lain, sistem Pertahanan Udara Ekstra Tinggi, THAAD. Bersama Arab Saudi, UEA menjadi pemilik THAAD selain AS.
Serial Artikel
Hampir 100 Peluncur THAAD untuk Melindungi Israel
Israel kini dilindungi 96 peluncur THAAD. Seperti Arrow, THAAD untuk menghancurkan rudal pada ketinggian di atas 100 km.
THAAD Arab Saudi beroperasi penuh sejak Juli 2025. Sementara UEA mulai memakai THAAD setidaknya sejak Januari 2022 untuk menjatuhkan rudal dan pesawat nirawak Houthi.
Dalam perang kali ini belum diketahui berapa banyak pencegat THAAD dipakai UEA. Kalau dipakai, jelas lebih mahal dari Patriot PAC-3. Setiap rudal pencegat THAAD berharga hampir 13 juta dolar AS, hampir tiga kali lipat dari Patriot PAC-3.
Hal yang jelas, bagian dari sistem THAAD di UEA hancur. Radar dengan jangkauan 5.000 kilometer, AN/FPS-132, di Dubai jadi sasaran serangan Iran. Harga radar itu 1,1 miliar dolar AS dan kini tak berfungsi.
Laporan The Economist, lima negara Arab memakai setidaknya 800 rudal THAAD dan Patriot dalam tiga hari saja. Sebagai pembanding, selama 1,5 bulan di Perang Teluk 1991, AS memakai tak sampai 200 rudal Patriot.
Lebih murah
Namun, seperti dilaporkan Chosun Ilbodan SBS, UEA juga menggunakan pencegat lain: Cheongung-II atau rudal darat ke udara jangkauan menengah. Adu Dhabi pertama kali memamerkan baterai-baterai Cheongung-II pada Mei 2025.
Abu Dhabi membeli Cheongung-II pada 2022 dengan nilai 3,5 miliar dolar AS. Kontraknya sampai 10 baterai. Waktu itu, UEA menyiapkan Cheongung-II sebagai pelengkap artileri pertahanan udara (Arhanud) untuk mengantisipasi serangan udara Houthi.
Cheongung-II dikembangkan Korea Selatan dengan bantuan dari dua perusahaan senjata Rusia, Almaz-Antey dan Fakel. Cheongung-II meniru sebagian teknologi arhanud Rusia, S-300 dan S-400. Rudalnya juga dikembangkan dari pencegat Rusia, SA-21 Growler atau 9M96. Cheongung-II menggunakan 9M96E, sementara S-400 memakai 9M96E-2.
Harga setiap 9M96E maksimum 1 juta dolar AS. Hampir setara dengan harga rudal-rudal Iran. Jangkauannya maksimum 40 KM.
Serial Artikel
Korsel Siap Pasok 100.000 Peluru Artileri ke AS
”The Wall Street Journal” menyebut Korsel setuju menjual senjata ke AS yang akan digunakan oleh Ukraina. Korsel membantah hal tersebut.
Setiap baterai Cheongung-II dilengkapi empat tabung peluncur, radar, dan stasiun kendali. Radarnya bisa melacak sasaran sampai ketinggian 15 km dan jangkauan horizontalnya sampai 20KM. Cheongung-II, menurut Chosun Ilbo, adalah lapis terbawah arhanud UEA.
Dilaporkan The New Arab, UEA juga membeli arhanud senilai 2,3 miliar dolar AS dari perusahaan Israel, Elbit. Perusahaan itu dikenal karena menguji aneka produknya di Gaza dan Tepi Barat. Sebagian produk teruji itu dibeli UEA
Abu Dhabi sejak lama juga membidik arhanud Arrow yang dikembangkan AS-Israel. Rudal-rudal Arrow bisa mencegat sasaran sampai 150 km. Harga rudalnya sedikit lebih murah dari Patriot PAC-3, sampai 4 juta dolar AS per unit. Setiap baterai Arrow berharga sampai 170 juta dolar AS.