Dedi Mulyadi mengucapkan terima kasih pada warga Jabar atas keunggulan sementara berdasarkan berbagai lemba survei, termasuk Litbang Kompas.
27 Nov 2024 19:09 WIB · Politik & Hukum
BANDUNG, KOMPAS — Data quick count atau hitung cepat Pilkada Jawa Barat 2024 oleh Litbang Kompas telah mencapai 97,75 persen. Sejauh ini, perolehan suara pasangan Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan mencapai 61,26 persen. Atas pencapaian itu, mereka mengucapkan terima kasih kepada warga Jabar.
Dari pantauan Kompas, seluruh data hasil hitung cepat Pilkada Jabar 2024 oleh Litbang Kompas tuntas sekitar pukul 17.30 WIB. Dedi-Erwan meraih 61,26 persen.
Di bawah mereka ada pasangan Ahmad Syaikhu-Ilham Habibie (19,39 persen), Acep Adang Ruhiyat-Gitalis Dwi Natarina (10,23 persen), dan Jeje Wiradinata-Ronal Surapradja (9,12 persen).
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/27/21b79de5d5499009d98ef97c24ba6815-20241127_PDS.png)
Hasil hitung cepat tidak berbeda jauh dengan survei Litbang Kompas dan sejumlah lembaga survei lainnya sebelum pemungutan suara. Survei ini menunjukkan keunggulan Dedi-Erwan di atas 50 persen.
Dedi Mulyadi dalam keterangan pers di Subang menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Jabar yang telah menyalurkan hak pilihnya TPS. Ia pun mengapresiasi penyelenggara pemilu di tingkat provinsi hingga desa yang telah bekerja keras untuk menyukseskan pesta demokrasi ini.
”Pilkada Jabar berjalan lancar dan aman. Ini adalah pencapaian peradaban demokrasi di Jabar,” ucap Dedi.
Ia pun berpendapat, keunggulan hingga 61 persen dari hasil perhitungan cepat biasanya tak berbeda jauh dengan perhitungan resmi oleh KPU. Diperkirakan margin error atau nirpencuplikan maksimal hanya 4 persen.
”Faktanya paslon 4 sudah meraih persentase suara hingga 61 persen. Hasil ini menjadi kabar baik bagi seluruh warga Jabar,” tambahnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/27/a73ae7f7c7926dcc6116541ee5918ae5-Hitung_cepat1.jpg)
Sementara itu, calon wakil gubernur Jabar Ilham Habibie mengatakan, dirinya bersama cagub Ahmad Syaikhu menanti hasil hitung cepat yang dilakukan secara internal di Bandung.
Ia pun berharap KPU dan Bawaslu bekerja dengan jujur dalam tahapan pemungutan hingga rekapitulasi suara. Hal ini untuk menjaga nilai demokrasi dalam pilkada di Jabar.
Penjabat Gubernur Jabar Bey Machmudin mengatakan, pelaksanaan pilkada serentak di 27 kabupaten dan kota berjalan lancar dan aman. Namun, di Kota Bogor ada seorang petugas TPS yang meninggal karena terindikasi kelelahan dan dugaan sakit jantung.
Ia pun menambahkan, terdapat dua TPS yang terindikasi pemungutan suara ulang (PSU) karena dugaan pelanggaran. ”Indikasi PSU di dua lokasi ini masih menunggu verifikasi Bawaslu Jabar,” ujar Bey.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/27/205625213a0756126bbb79c56a931529-InShot_20241127_155016064.jpg)
Pengamat politik dari Universitas Katolik Parahyangan, Pius Sugeng Prasetyo, berpendapat, survei Litbang Kompas menunjukkan Dedi Mulyadi memiliki keunggulan modal politik dan sosial di Jabar bila dibandingkan dengan tiga calon gubernur lainnya.
Menurut dia, Dedi memiliki rekam jejak sebagai kepala daerah dan politisi hingga level nasional. Selain itu, ia menggunakan pendekatan dengan berinteraksi langsung ke seluruh elemen masyarakat dalam beberapa tahun terakhir di Jabar.
”Ia memiliki modal sosial yang tinggi di Jabar dan mampu memanfaatkan medsos. Hal ini sejalan dengan tren masyarakat Indonesia dalam memilih kepala daerah tidak hanya kompetensi, tetapi juga tingkat popularitas,” ucap Pius.
Penulis:
Fabio Maria Lopes CostaEditor:
Cornelius Helmy Herlambang