DeepSeek Guncang Industri Kripto Global

Produk China tersebut mengalihkan pelaku industri kripto yang tengah "berbulan madu" dengan AS yang kembali dipimpin presiden pro-kripto, Donald Trump.

30 Jan 2025 11:06 WIB · Ekonomi

Oleh Erika Kurnia

JAKARTA, KOMPAS — Perusahaan kecerdasan buatan atau AI bernama DeepSeek asal China tidak hanya mengganggu bisnis produk AI global, tetapi juga pasar investasi kripto. Keunggulan produk ini dapat menggeser dominasi Amerika Serikat sebagai katalis pertumbuhan industri kripto di dunia.

DeepSeek model R1 besutan Liang Wenfeng pada pekan terakhir di Januari 2025 menyalip deretan aplikasi AI teratas buatan Amerika Serikat, seperti ChatGPT milik perusahaan OpenAI, Gemini milik Google, termasuk Llama milik Meta. DeepSeek disebut-sebut berhasil membuktikan keandalan dan efisiensi teknologi dapat hadir dari modal terbatas.

Dobrakan inovasi DeepSeek pun mendadak menjatuhkan harga saham perusahaan teknologi terkait di dunia. Saham perusahaan semikonduktor atau cip, dengan kapitalisasi pasar terbesar ketiga di dunia, Nvidia, pun ikut rontok hingga 18 persen dalam satu hari perdagangan pada Senin (27/1/2025), terburuk setelah Maret 2020.

Grafis indeks kualitas produk AI paling mendominasi di dunia. Di antara deretan tersebut, produk asal Amerika Serikat masih mendominasi. Namun, awal Januari 2025, produk AI asal China, DeepSeek, menyalip di urutan kedua setelah produk tercanggih OpenAI dengan nama ChatGPT.

Nvidia sendiri sulit menjual perangkat keras pendukung teknologi AI ke China karena kebijakan perdagangan dari Pemerintah AS belakangan. Hambatan itu disebut membuat DeepSeek semakin mengoptimalisasi penggunaan cip lama dan perangkat lunaknya.

Tidak hanya di pasar saham, kehadiran DeepSeek ikut mengguncang industri kripto. Analis perusahaan perdagangan kripto Indonesia, Ajaib, Panji Yudha, mengatakan, aplikasi China ini mendisrupsi pemanfaatan Application Programming Interface (API) kripto.

API adalah komponen penting yang menghubungkan berbagai aplikasi dan jaringan token kripto, untuk mengambil data pasar, memfasilitasi transaksi, hingga menyediakan informasi tentang mata uang kripto. 

Pemanfaatan DeepSeek, Panji mengatakan, menghemat biaya operasional API kripto yang umumnya membutuhkan biaya 4,4 dollar AS per satu juga token. ”Biaya pengoperasian API DeepSeek hanya 10 sen per satu juta token. Seorang pengembang bahkan melaporkan dapat memproses 200.000 permintaan API hanya dengan biaya sekitar 50 sen,” katanya dalam rilis tertulis, Rabu (29/1/2025).

This photo illustration shows the DeepSeek app on mobile phones in Hong Kong on January 28, 2025. Fears of upheaval in the AI gold rush rocked Wall Street, following the emergence of a popular ChatGPT-like model from China, with US President Donald Trump saying it was a "wake-up call" for Silicon Valley. (Photo by Mladen ANTONOV / AFP)

Fenomena ini, Panji melanjutkan, membuat token berbasis AI dan teknologi blockchain untuk menambang kripto terkena dampaknya. Muncul banyak token palsu yang mengklaim terkait dengan DeepSeek.

Situs crypto.news mencatat, pada Senin (27/1), perusahaan penambangan kripto menanggung efek tersebut. Koin Riot Platforms (RIOT), penambang Bitcoin terkemuka, turun harga token sebesar 15,5 persen. Sementara Cipher Mining (CIFR), pemain kunci lainnya di sektor tersebut, turun lebih dalam sebesar 25 persen.

Turbulensi tidak terbatas pada perusahaan pertambangan kripto. Token kripto yang berfokus pada AI, segmen pasar yang khusus, tetapi berkembang, juga mengalami aksi jual signifikan.

Dalam jangka menengah, keberhasilan DeepSeek dinilai akan menggeser kepercayaan investor terhadap dominasi AS dalam bidang AI. Disrupsi ini dapat menjadi hal yang menguntungkan bagi pasar kripto, khususnya sektor AI dan Kripto.

Foto Transaksi Kripto Investigasi Kompas di Bali (19/04/2023)

Sentimen AS terhadap industri kripto baru-baru ini kembali meningkat setelah Donald Trump kembali dilantik sebagai Presiden AS pada 20 Januari 2025. Selama masa pemerintahannya sebelumnya di 2017-2021, Trump juga cenderung lebih mendukung kebijakan ekonomi yang bersifat pro-bisnis, termasuk bisnis teknologi.

Resna Raniadi, Chief Operating Officer Upbit Indonesia, salah satu platform kripto di Indonesia, menyebut, pelantikan Trump memicu spekulasi mengenai arah kebijakan yang akan diterapkan terkait dengan regulasi kripto. Rencana Trump memperkenalkan regulasi yang lebih terbuka untuk teknologi baru dapat membawa dampak positif bagi industri kripto untuk jangka panjang.

”Dengan kebijakan yang lebih terbuka terhadap teknologi baru, kami melihat ada peluang besar bagi inovasi di industri kripto. Namun, regulasi yang ketat juga dapat menjadi tantangan bagi industri kripto, terutama bagi yang belum siap dengan standar pengawasan yang lebih tinggi,” ujar Resna Selasa (28/1/2025).

Data perkembangan transaksi kripto di Indonesia sampai Oktober 2024.

Di Indonesia, meskipun pasar domestik lebih terpengaruh ketidakpastian tren global, banyak investor melihat potensi pertumbuhan kripto yang kuat. Hal ini juga didorong oleh semakin banyaknya masyarakat Indonesia yang semakin mengenal dan tertarik untuk berinvestasi di kripto.

Untuk itu, pelaku industri kripto seperti Upbit Indonesia, Resna melanjutkan, juga perlu menekankan pentingnya edukasi bagi investor Indonesia dalam menghadapi potensi perubahan yang akan datang.

Sejauh ini, perdagangan aset kripto di Indonesia terus bertumbuh signifikan. Sepanjang 2024, total nilai transaksi aset kripto di Indonesia tercatat senilai Rp 650,61 triliun, naik 335,91 persen dari tahun 2023 senilai Rp 149,25 triliun.

Staf GoTo Financial berdiskusi di salah satu satu ruang kerja di Kantor Pusat GoTo di Jakarta, Rabu (22/1/2025). GoTo Financial melalui layanan dompet digital Gopay terus berinovasi dan merancang strategi dalam meningkatkan pengguna dompet digital, Fitur seperti GoPay Split Bill maupun GoPay Dira (deteksi suara) yang berbasis kecerdasan buatan lahir dari riset kebutuhan para penggunanya. KOMPAS/RADITYA HELABUMI 22-01-2025

Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Trita Karma Senjaya dalam konferensi pers di Tangerang Selatan, Jumat (24/1/2025), mengharapkan transaksi aset kripto akan terus naik bersama dengan jumlah nasabah aset digital tersebut.

”Jumlah pelanggan aset kripto hingga Desember 2024 mencapai 22,91 juta pelanggan. Bisa jadi naik terus bahkan sampai 25 juta pelanggan itu akan tercapai,” kata Tirta.

Pengalihan tugas pengaturan dan pengawasan kripto sebagai aset keuangan digital ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per 10 Januari 2025 kemarin juga diharapkan mendukung perkembangan industri tersebut di Tanah Air.

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK Hasan Fawzi saat diwawancara wartawan awal tahun ini mengatakan, OJK membuka peluang agar Indonesia dapat menerbitkan mata uang kripto sendiri, tokenisasi aset, hingga produk syariah untuk aset tersebut.


Kerabat Kerja

Penulis:

Erika Kurnia
 | 

Editor:

FX Laksana Agung Saputra