Penampilan tim Indonesia dalam turnamen bulu tangkis Final BWF World Tour dimulai oleh Dejan Ferdinansyah/Gloria Emanuelle Widjaja. Mereka meraih kemenangan pertama.
11 Des 2024 11:54 WIB · Olahraga
HANGZHOU, RABU—Dejan Ferdinansyah/Gloria Emanuelle Widjaja menjalani debut dalam turnamen Final BWF World Tour dengan kemenangan. Ini menjadi modal positif, tetapi, mereka tetap harus waspada dengan rumitnya format round robin.
Kemenangan itu didapat Dejan/Gloria di Hangzhou Olympic Sports Centre Gymnasium, China, pada hari pertama turnamen, Rabu (11/12/2024). Mereka menang atas pasangan Jepang, Hiroki Midorikawa/Natsu Saito, dengan skor 23-21, 16-21, 21-11 pada persaingan Grup B.
Turnamen penutup dari rangkaian persaingan BWF World Tour setiap tahunnya ini menjadi yang pertama bagi Dejan/Gloria sebagai pasangan. Meski demikian, Gloria pernah bermain pada ajang yang sama 2018-2020 bersama Hafiz Faizal, tetapi selalu tersingkir pada penyisihan grup.
Hasil pada pertandingan pertama menjadi pembalasan kekalahan Dejan/Gloria dari Midorikawa/Saito saat bertemu pada babak pertama Kumamoto Masters, 12-17 November. Ketika itu, Dejan/Gloria kalah 19-21, 18-21.
Tak hanya itu, kemenangan tersebut menjadi bekal bagi Dejan/Gloria untuk menabung poin guna menempati posisi dua teratas grup sebagai syarat lolos ke semifinal. Mereka menempati peringkat kedua klasemen sementara Grup B setelah pada pertandingan sesama pemain Malaysia, Chen Tang Jie/Toh Ee Wei menang atas Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie, 14-21, 21-10, 21-14. Dejan/Gloria menempati urutan kedua karena kalah dalam selisih skor.
Hal itu pula yang harus diwaspadai ganda campuran Indonesia ranking ke-13 dunia itu dalam persaingan round robin karena kemenangan pada laga pertama tak menjadi jaminan untuk lolos ke semifinal. Skenario teraman adalah memenangi setiap pertandingan karena kekalahan akan membuat perjalanan mereka tergantung juga pada hasil pemain lain.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/11/7c4693b153221e071fdf86cdf1acb681-DejanGloria2_D1_WTF2024_PBSI_20241211.jpg)
Saat terdapat lebih dari dua wakil dengan jumlah kemenangan yang sama, penentu posisi pemain dalam klasemen akan tergantung beberapa indikator, seperti head to head dalam turnamen ini, selisih gim yang dimenangi, hingga selisih skor.
Gloria mengatakan, dia dan Dejan harus menjaga faktor non teknis, seperti kepercayaan diri dan fokus, guna menjaga momentum positif, termasuk untuk melawan Chen/Toh, pada Kamis.
“Fokus saya pada gim pertama dan kedua masih kurang, tetapi, Puji Tuhan bisa bangkit pada gim ketiga. Kami merasa, faktor non-teknis yang harus benar-benar dijaga untuk persiapan ke laga selanjutnya. Selama ini, pekerjaan rumah kami banyak di faktor ini jadi harus dipentingkan,” tutur Gloria.
Salah satu momen yang memperlihatkan fokus Gloria belum konsisten adalah ketika membuat beberapa kesalahan menjelang akhir gim kedua. Setelah skor 14-14, Dejan/Gloria hanya bisa menambah dua poin.
Pada awal gim ketiga, Gloria seolah dibangunkan dan bermain dengan lebih percaya diri. Dejan/Gloria langsung unggul 5-0 dan tak pernah bisa diimbangi lawan hingga pertandingan berakhir.
“Saat kalah di Kumamoto Masters, pola permainan kami sebenarnya sudah benar, hanya eksekusi terakhir pada gim kedua tidak pas. Di sini, kami mencoba hal yang sama tapi dengan lebih rapi dan ditambah beberapa variasi pola, tidak terpaku satu pola saja,” komentar Dejan tentang perubahan permainannya di Kumamoto dan Hangzhou.
Midorikawa/Saito tampil di Final BWF karena mendapat keberuntungan setelah Kim Won-ho/Jeong Na-eun mengundurkan diri sebelum turnamen meskipun lolos. Ganda Korea Selatan itu mundur karena Kim harus menjalani wajib militer.
Prestasi Midorikawa/Saito belum selevel dengan senior mereka, Yuta Watanabe/Arisa Higashino, yang konsisten berada di ranking sepuluh besar dunia sejak September 2017, meraih medali di Olimpiade dan Kejuaraan Dunia. Akan tetapi, Midorikawa/Saito adalah pasangan yang tak mudah dikalahkan berkat pola permainan cepat.
Berbeda dengan statistik melawan Midorkawa/Saito, Dejan/Gloria memiliki keunggulan atas Chen/Toh sebelum bertemu di Hangzhou, yaitu saat menang pada babak kedua China Terbuka, September. Akan tetapi, hasil itu tak bisa menjadi patokan karena kemenangan didapat dalam tiga gim. Chen/Toh juga tampil cukup konsisten dengan empat kali mencapai perempat final atau lebih dari enam turnamen sejak Olimpiade Paris 2024.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/11/68fc38dbe6dc450ea3237f6cc8669510-Jonatan_Latihan2_WTF2024_PBSI_20241210.jpg)
Pada pertandingan tunggal putri di Grup B, pemain nomor satu dunia, An Se-young, tak mendapat banyak kesulitan untuk mengalahkan Supanida Katethong dengan skor 21-16, 21-14. An bersaing pada Final BWF sebagai favorit juara setelah meraih lima gelar juara, termasuk mendapat emas Olimpiade.
Wakil Indonesia pada tunggal putri, yaitu Gregoria Mariska Tunjung, mengawali penampilan pada persaingan Grup A dengan melawan Aya Ohori. Selain itu, ada Jonatan Christie yang akan berhadapan dengan andalan tuan rumah, Shi Yu Qi.
Pada ganda putra, dua wakil Indonesia akan berhadapan, yaitu Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan Sabar Karyaman Gutama/Reza Pahlevi Isfahani. Adapun ganda putri, Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi menantang pasangan ranking kedua dunia, Lee So-hee/Baek Ha-na.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .