Apakah Liam Delap yang bertipe penyerang murni akan menjadi solusi masalah di ujung tombak Chelsea atau hanya sebatas pemain yang menguntungkan dari sisi investasi?
30 Mei 2025 07:20 WIB · Olahraga
Kabar baik terus mendatangi Chelsea selama sepekan terakhir. Setelah masuk lima besar Liga Inggris dan juara Liga Konferensi Eropa, mereka langsung menatap musim depan. ”Si Biru” sudah bersepakat dengan Ipswich Town untuk mendatangkan penyerang 22 tahun, Liam Delap.
Delap telah menjadi incaran banyak klub dalam beberapa pekan terakhir, antara lain Manchester United dan Newcastle United. Selain memang berbakat, dia juga diburu karena punya klausa pelepasan sebesar 30 juta pound sterling (Rp 695 miliar) dalam kontrak jika Ipswich terdegradasi.
Ipswich dipastikan turun kasta musim depan. Klausa itu pun aktif. Delap seolah dijual dengan harga diskon. Dari sekian banyak klub, Chelsea berhasil memenangi pertarungan. Sang pemain memprioritaskan ”Si Biru” karena salah satunya faktor berkompetisi di Liga Champions musim depan.
Menurut The Athletic, Jumat (30/5/2025) WIB, Delap tinggal merampungkan kontrak personal dengan Chelsea. Jendela transfer musim panas akan dibuka lebih cepat kali ini, yaitu mulai 1 Juni, untuk memfasilitas kebutuhan Piala Dunia Antarklub. Chelsea turut serta dalam turnamen itu.
Delap, yang mengemas 12 gol, merupakan satu-satunya pemain di bawah 23 tahun yang berhasil mencetak dua digit gol di Liga Inggris pada musim 2024-2025. ”Dalam hal angka, dia melakukan hal fantastis. Selain itu, dia juga memiliki gaya bermain khas dan daya juang,” kata Manajer Chelsea Enzo Maresca.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/31/3cecd35aebc0e3d037ece297f366a743-AFP_36RT9AY.jpg)
Ipswich mendatangkan Delap dari Manchester City pada musim panas lalu dengan harga 15 juta pound. Walaupun Ipswich finis di peringkat ke-19, Delap berkontribusi besar mengangkat performa tim dengan 32 penampilan starter. Jumlah golnya bahkan mencapai sepertiga total gol tim.
Pertanyaannya, apakah pemain bertipe penyerang murni atau ”nomor 9” itu akan menjadi solusi untuk Chelsea atau sebatas investasi? Delap memang potensial, tetapi ”Si Biru” membutuhkan striker tajam yang sudah siap bersinar di panggung tertinggi. Mereka bermasalah di posisi tersebut.
Penyerang utama Chelsea saat ini adalah Nicolas Jackson. Jika dibandingkan dengan penyerang tim-tim papan atas, seperti Alexander Isak (Newcastle) dan Erling Haaland (Manchester City), produktivitas Jackson masih jauh tertinggal. Dia baru menghasilkan 10 gol dari 30 penampilan di liga pada musim ini.
Efisiensi Jackson di depan gawang sering dipertanyakan. Seperti musim ini, menurut data The Analyst, dia mendapatkan peluang sebesar 12,34 xG (expected goals). Artinya, Jackson mencatat defisit -2,34 xG jika dibandingkan dengan capaian gol atau berada di peringkat ke-12 terburuk.
Catatan gol Delap memang tidak berbeda jauh dibandingkan dengan Jackson. Namun, perlu dicatat, dia berada di tim dengan gol paling sedikit ketiga. Menariknya lagi, Delap memperlihatkan efisiensi tinggi dengan catatan 12 gol hanya dari 9,34 xG. Dia jauh lebih baik dalam memanfaatkan peluang.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/11/b333fe4e4a1c1446c6fac8c1357f7a75-FBL_ENG_PR_NEWCASTLE_CHELSEA_129661923.jpg)
Dalam skema serangan balik ala Ipswich, Delap menunjukkan kelebihannya. Pemain tim nasional U-21 Inggris itu punya daya dobrak bagai lokomotif saat berlari dengan atau tanpa bola. Pemain yang bertubuh kekar itu sangat sulit dihentikan, terutama ketika berada dalam kecepatan penuh.
Karakter Delap akan cocok dengan gelandang kreatif Cole Palmer yang membutuhkan sosok sprinter di garis terakhir pertahanan lawan. Jika Delap bisa mencetak dua digit gol dengan dukungan minim, dia seharusnya mampu lebih subur saat disokong oleh Palmer dan rekan-rekan.
Masalahnya, musuh dari mayoritas pemain muda adalah konsistensi. Masalah itu diperlihatkan Delap dalam musim debut di Liga Inggris. Dia mencetak enam gol untuk Ipswich hanya dari 11 laga awal sebelum keran gol tersendat. Dia belum mencetak gol lagi dalam tujuh laga terakhir.
Manajer Ipswich Kieran McKenna berkata, pemain muda butuh dukungan dan penampilan sebanyak mungkin. ”Soal kemampuan, dia sudah sama baik seperti pemain (top) lain. Dia mengasah kemampuan dengan baik, tinggal bagaimana (tren) itu bisa terus dilanjutkan,” ucapnya.
Pertanyaan selanjutnya tertuju kepada Chelsea. Jika Delap tidak mencetak gol dalam lima laga beruntun, apakah dia tetap akan diturunkan? Apalagi, jika dilihat dari ambisi Chelsea selama beberapa musim terakhir, Delap kemungkinan bukan penyerang satu-satunya yang akan bergabung.
Performa, menit bermain, dan kepercayaan diri merupakan hal-hal yang saling berhubungan. Penyerang berbakat Chelsea, Christopher Nkunku, sudah merasakan seluruh masalah tersebut pada musim ini. Mantan pemain timnas Perancis itu kalah bersaing di dalam tim asuhan Maresca.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/29/8d395c4304f408f75c9c090f26de3289-Poland_Soccer_Europa_Conference_League_Final.jpeg)
Maresca tetap bersikap realistis walaupun punya harapan sangat tinggi kepada Delap. ”Untuk membandingkan Liam dengan Harry Kane ataupun Haaland, itu masih terlalu cepat. Namun, dari gaya bermain, mereka semua sama-sama ’nomor 9’ murni,” katanya.
Sebagai penyerang muda berbakat dan keturunan Inggris, label harga Delap terbilang murah. Dari sisi investasi, Chelsea sudah ”menang banyak” dengan mendatangkannya. Namun, berbicara solusi untuk permasalahan utama ”Si Biru”, Delap agaknya masih jauh dari hal tersebut. (AP/REUTERS)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .