KAI Commuter dan Transjakarta mengalihkan rute dan menyesuaikan layanan karena alasan keamanan seiring demonstrasi di sekitar Gedung DPR/MPR di Senayan, Jakarta.
25 Agt 2025 17:48 WIB · Metropolitan
JAKARTA, KOMPAS — Demonstrasi yang berlangsung di sekitar Gedung DPR/MPR, Senin (25/8/2025), berdampak pada layanan kereta rel listrik atau KRL rute Tanah Abang-Rangkasbitung dan sejumlah rute bus Transjakarta. Layanan KRL terhambat di sekitar Stasiun Palmerah, sementara bus Transjakarta mengalami pengalihan dan pemendekan rute akibat penutupan jalan serta kerumunan massa.
Pada Senin sekitar pukul 16.00 WIB, PT Kereta Commuter Indonesia atau KAI Commuter melaporkan bahwa perjalanan KRL lintas Rangkasbitung/Parung Panjang/Serpong-Tanah Abang hanya dapat melayani hingga Stasiun Kebayoran. Perjalanan kembali diarahkan ke arah Serpong, Parung Panjang, dan Rangkasbitung. Hal ini disebabkan oleh kerumunan massa yang di pelintasan kereta api sebagai imbas aksi demonstrasi di kawasan Gedung DPR/MPR.
Selain itu, perjalanan commuter line lintas Tanah Abang-Rangkasbitung pergi-pulang (PP) juga sempat tertahan. Pihak operator masih menunggu kondisi aman agar perjalanan dapat dilanjutkan. KAI Commuter mengimbau para pengguna untuk mengikuti arahan petugas dan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan ini.
Dampak aksi demonstrasi juga dirasakan oleh pengguna layanan bus Transjakarta, terutama rute yang melintasi kawasan Senayan, Petamburan, dan DPR/MPR. Layanan rute 3F (Senayan Bank DKI- Kalideres), misalnya, dialihkan karena ada penutupan jalan di sekitar Gedung DPR/MPR. Untuk arah Kalideres, bus tidak melayani Halte Gerbang Pemuda hingga Tanjung Duren. Bus hanya melayani dari Halte Senayan Bank DKI sampai Monas.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/25/870799fcf1c2818345651ef7ae720dce-20250825AGS_2.jpg)
Sementara rute 10H (Tanjung Priok-Bundaran Senayan), sebagaimana unggahan PT Transportasi Jakarta di media sosial X, mengalami pemendekan rute menjadi Tanjung Priok-Kemanggisan dan Tanjung Priok-Pecenongan. Bus tidak melayani Halte Petamburan, Halte Petojo, hingga Bundaran Senayan.
Sementara layanan Mikrotrans JAK 54 (Grogol-Benhil), rutenya diperpendek menjadi Grogol-RS Bhakti Mulia akibat penutupan di sekitar Slipi Petamburan. Mikrotrans ini untuk sementara tidak melayani bus stop Slipi Petamburan 1 hingga Benhil Gang 4.
Pihak PT Transjakarta dan KAI Commuter meminta maaf atas gangguan layanan ini dan terus memantau situasi demi keselamatan dan kenyamanan penumpang.
Masyarakat yang akan melakukan perjalanan melalui jalur terdampak diimbau untuk memeriksa pembaruan informasi melalui kanal resmi Transjakarta dan KAI Commuter serta mempertimbangkan rute alternatif.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/22/20f93db91db189eac6674813545b1f9c-20250822_H6_Joni_dan_Poni_9_tunjangan_DPR_WEB.jpg)
Penutupan jalan dan padatnya lalu lintas membuat banyak pengguna moda transportasi umum mencari alternatif lain atau terpaksa menunda perjalanan. Gambar dari lokasi demonstrasi, sebagaimana laporan Kompas TV, menunjukkan, aparat keamanan berjaga dan barikade dipasang untuk membatasi akses ke area aksi.
Demonstrasi berlangsung di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, sejak Senin (25/8/2025) pagi. Seiring bertambahnya jumlah massa menjelang siang, aparat kepolisian menutup arus lalu lintas di Jalan Gatot Subroto arah Grogol pada Senin siang. Kendaraan dialihkan menuju Jalan Gerbang Pemuda dan Bendungan Hilir agar situasi tetap terkendali.
Suasana sempat memanas ketika massa berusaha mendekati kendaraan pengurai. Polisi yang berjaga menanggapi dengan menyemprotkan water cannon sehingga kerumunan terdorong menjauh ke arah Slipi dan Jalan Gerbang Pemuda. Personel gabungan Polri dan TNI terlihat di sekitar Kompleks Parlemen.
Para demonstran membawa sejumlah tuntutan. Mereka antara lain menuntut transparansi gaji anggota DPR. Tuntutan lain yang disuarakan para pendemo adalah pembatalan tunjangan rumah dan rencana kenaikan gaji anggota DPR yang dinilai tidak pantas di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang berat.
Mereka menyerukan transparansi, penghentian kebijakan yang dianggap merugikan rakyat, serta dorongan perubahan politik yang drastis menjadi pesan utama aksi. Meski situasi sempat ricuh, aparat keamanan masih berupaya mengendalikan keadaan hingga Senin petang.
Penulis:
Mukhamad KurniawanEditor:
Siwi Yunita CahyaningrumPenyelaras Bahasa:
Didik Durianto