Demokrasi Indonesia dalam Dominasi KIM Plus

Koalisi Indonesia Maju plus, yang merupakan koalisi partai pendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, menguasai panggung politik di pusat dan daerah.

20 Feb 2025 05:30 WIB · Riset

Oleh M Toto Suryaningtyas

Di tingkat pusat, Koalisi Indonesia Maju (KIM) plus memiliki 470 kursi dari total 580 kursi DPR atau sebesar 81,0 persen. Di luar koalisi besar itu hanya ada satu partai, yakni PDI Perjuangan, yang merupakan pemenang Pemilu Legislatif 2024 dan menguasai 110 kursi atau 19,0 persen kursi DPR.

Sebelum pemungutan suara Pemilu 2024, KIM hanya terdiri atas enam parpol, yaitu Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrat, Partai Bulan Bintang (PBB), dan Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia.

Namun, setelah Pemilu 2024, KIM punya tambahan anggota dari partai-partai yang sebelumnya mendukung calon presiden berbeda, seperti Partai Nasdem, PKS, PKB, PPP, dan Partai Perindo. Sejumlah partai nonparlemen, seperti Partai Garuda dan Partai Prima, juga bergabung. Ini membuat koalisi lalu bernama KIM plus.

Dalam pidatonya pada 28 Agustus 2024, Prabowo menyatakan tujuan koalisi adalah untuk persatuan nasional, berada di poros tengah dan berpolitik dengan santun. ”Bangsa kita besar, sama dengan Eropa 28 negara kita satu negara. Kalau elite Indonesia saling kerja sama, Indonesia sangat sulit dibendung. Kita harus kerja sama, collaborate. Tidak (perlu) oposisi, gontok-gontokan, sudahlah...,” kata Prabowo.

Kekuatan politik KIM plus yang dominan itu kini semakin berpotensi menjadi pengkristalan politik melalui gagasan Presiden Prabowo agar koalisi parpol menjadi permanen. Saat bersilaturahmi dengan pimpinan partai KIM plus, Jumat (14/2/2025), Presiden Prabowo yang juga Ketua Umum Partai Gerindra mengusulkan pembentukan koalisi permanen ini.

Usulan itu secara umum mendapatkan respons positif dari para elite partai anggota KIM plus. Sebelumnya dalam kongres luar biasa yang digelar di Hambalang, Bogor, Kamis (13/2/2025), Presiden Prabowo dideklarasikan untuk kembali maju di Pilpres 2029.

Partai Golkar di Bali bergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) bersama sejumlah partai politik, yang pernah mengusung Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka di Pemilu Presiden 2024, dalam menghadapi Pilkada Serentak 2024. Pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Bali bersama Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali I Nyoman Sugawa Korry (tengah) dalam momen seusai acara di DPD Partai Golkar Provinsi Bali, Kota Denpasar, Jumat (31/5/2024).

 

Peta pemenang pilkada

Tak hanya memenangi kursi legislatif di pusat, KIM plus juga memenangi kontestasi pilkada pada 27 November 2024. Dari total 37 provinsi yang menyelenggarakan pilkada, calon-calon kepala daerah dari KIM plus menang di 25 provinsi (67,6 persen). Jika hanya memperhitungkan parpol dalam KIM saja, penguasaan ada di 20 provinsi atau 54,1 persen.

Jumlah penguasaan KIM plus itu semakin bertambah jika memasukkan daerah yang dimenangi KIM plus bersama PDI-P. Ada 29 provinsi yang dimenangi KIM plus, baik sendiri maupun bersama PDI-P, yang berarti merupakan jumlah terbesar.

Sementara provinsi yang benar-benar dimenangi oleh PDI-P hanya 1 provinsi saja, yaitu Bali. Namun, jika dihitung provinsi yang dimenangi PDI-P dan KIM serta parpol lainnya, ada 15 daerah lainnya yang dimenangi calon yang didukung atau turut didukung oleh partai banteng moncong putih ini.

Dari peta pemenang pilkada di tingkat provinsi itu, terlihat bahwa pimpinan provinsi di Indonesia saat ini dikuasai oleh koalisi parpol pendukung Presiden Prabowo. Ini semakin menegaskan besarnya kapital politik pemerintah. Provinsi Jawa Tengah dan Sulawesi Utara yang sebelumnya dikenal sebagai ”basis/kandang banteng” berhasil direbut oleh kandidat yang diusung oleh KIM plus.

Namun, di sisi lain, kekuatan PDI-P rupanya masih cukup kuat di sejumlah daerah. Provinsi Bali, Kalimantan Barat, dan mayoritas provinsi di Papua berhasil dimenangi kandidat PDI-P atau PDI-P dan koalisinya. Terlebih lagi, Pilkada Daerah Khusus Jakarta ternyata justru berhasil dimenangi oleh PDI-P yang mengusung mantan Sekretaris Kabinet Pramono Anung Wibowo berpasangan dengan Rano Karno.

Infografik Pola Kemenangan Kandidat Koalisi Parpol di Pilkada 2024

Kabupaten/kota

Di tingkat kabupaten/kota, keunggulan KIM plus juga terlihat dari jumlah kemenangan pilkada oleh kandidat yang diusung. Dari total 508 pilkada tingkat kabupaten/kota, sebanyak 218 daerah dimenangi oleh KIM. Itu artinya 43,1 persen dari total wilayah yang dikuasai KIM.

Namun, berbeda dengan di tingkat provinsi, di kabupaten/kota penguasaan ternyata PDI-P lebih baik kondisinya. Hal ini karena PDI-P tampak lebih luwes menjalin koalisi untuk mengusung kepala daerah, baik dari kandidat internal maupun eksternal.

Tercatat ada 116 kabupaten/kota (22,9 persen), di mana kemenangan pilkada diraih oleh kandidat dari KIM plus dan PDI-P, dan ada 81 daerah (16 persen) yang dimenangi PDI-P bersama parpol lain non-KIM plus. Kandidat dari PDI-P yang murni diusung sendiri dan menang tercatat hanya ada di 10 daerah alias hanya 2 persen.

Alhasil, hasil Pilkada 2024 memberi kapital politik yang besar bagi KIM plus di tengah kemenangan Presiden Prabowo Subianto. Kemenangan yang besar itu sangat terasa di tingkat pusat dan cenderung menurun di tingkat lokal. PDI-P pun pada akhirnya masih menjadi rival yang cukup kuat bagi KIM plus, khususnya di wilayah basis massa.

(Litbang Kompas)


Kerabat Kerja

Penulis:

M Toto Suryaningtyas
 | 

Editor:

M Hernowo
 | 

Infografik:

Novan Nugrahadi
 | 

Penyelaras Bahasa:

Amin Iskandar