Aksi demonstrasi yang diwarnai kericuhan juga terjadi di Surabaya, Jawa Timur. Sedikitnya 21 sepeda motor dibakar dalam peristiwa itu.
29 Agt 2025 20:16 WIB · Metropolitan
SURABAYA, KOMPAS — Demonstrasi sebagai bentuk solidaritas atas tewasnya Affan Kurniawan, pengemudi ojek daring yang dilindas kendaraan polisi di Jakarta, juga digelar di Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (29/8/2025). Aksi itu pun diwarnai kericuhan. Bahkan, 21 sepeda motor dibakar dalam peristiwa itu.
Hingga Jumat pukul 20.00 WIB, demonstrasi bertajuk Aksi Solidaritas Darurat Kekerasan Aparat itu masih berlangsung. Massa aksi masih bertahan di sisi utara Jalan Panglima Sudirman, Surabaya.
Mereka tidak gentar meskipun polisi berkali-kali berusaha membubarkan aksi dengan menembakkan gas air mata. Massa membakar blokade dari plastik, tiang bambu, kayu, dan kain. Mereka juga membalas tembakan gas air mata dengan petasan, batu, dan material.
Awalnya, massa menggelar aksi di Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya. Namun, sekitar pukul 16.00 WIB, terjadi kericuhan. Sejumlah orang bahkan menerobos masuk ke Gedung Negara Grahadi. Deretan sepeda motor yang diparkir di halaman dalam gedung itu pun dibakar.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/29/ed73cac147ab1ecd816354263c93c2b6-IMG_20250829_190044.jpg)
Anggota Satuan Polisi Pamong Praja Jatim yang bertugas di Gedung Negara Grahadi mencatat, 21 sepeda motor ludes dibakar di halaman itu. Sepeda motor itu milik aparatur Pemerintah Provinsi Jatim, tamu, atau petugas.
Setelah kericuhan pecah, anggota Brimob melepaskan tembakan gas air mata serta meriam air sehingga membuat demonstran mundur dari depan Gedung Negara Grahadi. Massa lalu bergerak ke utara, ke Jalan Yos Sudarso, atau arah Kantor DPRD Kota Surabaya dan Balai Kota Surabaya.
Sebagian massa aksi juga bergerak ke timur, ke Jalan Pemuda, arah Surabaya Plaza dan Monumen Kapal Selam. Ada juga yang menuju ke selatan, ke Jalan Panglima Sudirman, arah Monumen Bambu Runcing.
Situasi masih ricuh sehingga lalu lintas dialihkan. Kendaraan bermotor tidak dapat melalui Jalan Gubernur Suryo dari arah Jalan Basuki Rahmat dan Jalan Tunjungan.
Dari Jalan Basuki Rahmat ke utara, lalu lintas harus melalui Jalan Tegalsari, Jalan Kedung Asri, dan Jalan Kedung Doro. Dari utara ke selatan, lalu lintas dialihkan ke Jalan Genteng Kali, Jalan Ngemplak, Jalan Ambengan, dan Jalan Raya Gubeng.
Unjuk rasa di Surabaya ini dipicu kejahatan oleh anggota Brimob yang melindas pengemudi ojek online (ojol) di Jakarta, Kamis (28/8/2025). Korban bernama Affan Kurniawan (21).
Mereka bersimpati terhadap keluarga Affan. Massa menyatakan diri gabungan elemen mahasiswa, warga, dan pengemudi ojol.
Secara bergelombang, massa awalnya berkumpul di Taman Apsari di seberang Gedung Negara Grahadi. Mereka memulai demonstrasi sekitar pukul 14.00 WIB. Baru dua jam aksi berjalan, anggota Polri sudah melepaskan tembakan gas air mata.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/29/0d080da88404d3067c44e856708b30e2-20250829BAH28.jpg)
”Bagi kami, tindakan aparat itu mencerminkan mereka berniat menghabisi rakyatnya sendiri,” kata salah seorang peserta aksi, Solichin (19). Solichin datang bersama lebih dari sepuluh temannya sesama mahasiswa kampus swasta di Surabaya.
Sampai dengan pukul 20.00 WIB, belum ada pernyataan resmi dari pimpinan Pemerintah Kota Surabaya, Pemprov Jatim, Polrestabes Surabaya, atau Polda Jatim. Belum ada informasi sebesar apa kerusakan sarana-prasarana sebagai dampak demonstrasi ini.
Di dekat Monumen Bambu Runcing ada tiga ambulans yang bersiap untuk mengevakuasi korban demonstrasi. Lebih dari sepuluh orang memerlukan perawatan karena terkena tembakan gas air mata.
Penulis:
Ambrosius HartoEditor:
Haris FirdausPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti