Film ini menawarkan cerita heist yang realistis dengan fokus pada hubungan kompleks antara polisi dan kriminal meski alurnya terasa padat di awal.
08 Jan 2025 10:30 WIB · Hiburan
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/08/6994ca454651b173f2941ab6f7119b77-dot2p_10935_r_crop.jpg)
Para pencuri terhebat kembali beraksi. Tidak main-main, mereka berniat untuk membobol penyimpanan permata terbesar di dunia.
Di kala film bertema heist atau pencurian menjadi marak dan membosankan, sutradara Christian Gudegast kembali membawa ”angin segar” lewat Den of Thieves 2: Pantera (2025). Dalam film ini, Gudegast menyuguhkan aksi para pencuri yang terasa nyata dan masuk akal tanpa mengurangi ketegangan yang menjadi ciri khasnya.
Den of Thieves 2: Pantera merupakan sekuel dari film terdahulu berjudul serupa yang rilis pada tahun 2018. Film ini melanjutkan aksi detektif kepolisian Big Nick (Gerard Butler) dalam menangkap Donnie Wilson (O’Shea Jackson Jr), sang pencuri terhebat dunia. Tidak ingin gagal seperti film pertama, kali ini Nick memainkan siasat baru untuk berpura-pura menjadi sekutu yang membantu Donnie dalam pembobolan bank permata terbesar di bumi.
Film besutan sutradara Gudegast ini menawarkan hal baru bagi belantika film bertema heist. Tidak seperti film heist biasa yang kaya akan aksi bombastis dan trik cerdik mengejutkan, Gudegast merancang film ini agar terlihat realistis dan praktikal di dunia nyata. Oleh karena itu, penonton akan lebih banyak melihat tokoh utama melakukan aksi penyamaran dan spionase yang ditata dengan rapi hingga puncak pencurian di babak akhir film.
Cerita bermula dari pencurian permata di Belgia oleh kelompok Pantera. Pencurian itu sangat mengejutkan dan mengundang banyak perhatian, tak terkecuali Nick dan Donnie. Nick melihat momentum pencurian ini sebagai peluang untuk lebih dekat dalam menangkap Donnie, sedangkan Donnie terpukau dengan aksi Pantera dan ingin merekrut mereka untuk beraksi dalam pencurian yang lebih akbar.
Ia terpaksa bersiasat licik untuk menjebak Donnie.
Dengan jaringannya di dunia gelap, Nick berhasil menemukan Donnie yang kini telah bergabung dengan Pantera. Konfrontasi di antara keduanya pun tidak dapat terelakkan.
Dengan berbagai upayanya, Nick tetap tidak bisa menangkap Donnie. Hal ini dikarenakan ia tidak mempunyai barang bukti yang cukup untuk membawa Donnie ke meja peradilan. Ia terpaksa bersiasat licik untuk menjebak Donnie. Nick berpura-pura menjadi sekutu Donnie dan membantunya membobol bank penyimpanan permata terbesar dunia.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/08/64a74f97f3477f84e3384d874d03dd59-Screenshot_2025_01_08_at_6.11.08_AM.png)
Nick resmi bergabung dengan Pantera setelah Donnie beserta kru lainnya memercayai siasat Nick. Hubungan Nick dan kru Pantera kian lama kian menguat. Tanpa disadari, Nick telah membangun kedekatan emosional dengan Donnie dan kru Pantera. Kedekatan ini terus terpupuk hingga puncak pencurian terjadi. Di momen puncak ini, Nick harus menentukan keberpihakannya.
Akankah Big Nick sang detektif kepolisian berpegang teguh pada prinsipnya sebagai penegak hukum? Atau akankah Nick berpaling menjadi bagian dari Pantera?
Meski bernuansa kelam dan dewasa, film ini dibuat sangat menghibur dengan berbagai celetukan ataupun tingkah konyol dari Big Nick sang tokoh utama. Nick tidak digambarkan seperti karakter polisi menawan pada umumnya. Sebagai polisi yang telah lama mengenal dunia kriminal, Nick memiliki kepribadian yang keras dan tiada takut dengan semua masalah yang menghadang. Tidak jarang, kepribadian Nick ini justru membuatnya ceroboh dan memunculkan momen-momen jenaka yang mengundang tawa penonton.
Tidak hanya Nick, Donnie sebagai rival dari tokoh utama juga memiliki kepribadian yang tidak umum bagi penjahat kelas kakap. Donnie bukanlah orang yang haus akan darah ataupun gila akan harta. Sebaliknya, Donnie adalah individu yang lembut dan menaruh perhatian lebih kepada teman-temannya. Ia pun melakukan pencurian semata-mata karena menyenangi tantangan di baliknya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/08/0b0796d67d6534f7cbac2ce875ecdfbf-dot2p_13859_13873_r_comp2.jpg)
Karakteristik yang bertolak belakang antara Nick dan Donnie menciptakan kemistri yang rumit, tapi layak disaksikan. Mereka digambarkan sebagai dua orang yang berbeda pendirian, tapi tetap menghormati pilihan satu sama lain. Mereka adalah musuh bebuyutan yang juga sepasang sahabat. Sang sutradara, Christian Gudegast, menyebut hubungan Nick dan Donnie sebagai inti dari cerita film ini.
Energi persahabatan mereka sangatlah penting. Kemistri mereka adalah segalanya bagi film ini.
”Energi persahabatan mereka sangatlah penting. Kemistri mereka adalah segalanya bagi film ini,” ujar Gudegast saat diwawancara oleh kanal YouTube JoBlo Celebrity Interview, Sabtu (4/1/2025) lalu.
Gudegast mampu membuat cerita persahabatan klise menjadi unik dan menarik. Kedua tokoh utama tidak hanya terikat pada ego dan kepentingan pribadi, tapi juga atas tanggung jawabnya masing-masing, baik sebagai polisi ataupun pencuri.
”Kemistri yang mereka bangun itu sangat ajaib,” ucap Gudegast.
Film ini tidak memiliki banyak karakter di dalamnya. Karakter lain di film ini, terutama para kru Pantera, mendapat porsi yang cukup sesuai dengan perannya masing-masing.
Untuk membuat film ini terasa realistis, sutradara Gudegast meminta pandangan dari pihak kepolisian dan gangster yang telah berpengalaman dalam pencurian permata. Ia ingin setiap unsur penceritaannya terasa riil dan autentik.
Keotentikan adalah segalanya, jadi kami melakukan riset yang sangat-sangat dalam.
”Keotentikan adalah segalanya, jadi kami melakukan riset yang sangat-sangat dalam. Kami mempunyai penasihat teknis di sepanjang pembuatan film, penasihat dari pihak penegak hukum, yaitu polisi penjaga permata, dan tentu penasihat dari pihak gangster pencuri,” ujar Gudegast
Gudegast menyebut pihak kepolisian dan gangster selalu dilibatkan dalam pembuatan cerita ataupun pengambilan gambar. Mereka pun dapat memberi saran kepada Gudegast apabila ada aspek cerita yang tidak masuk akal.
”Mereka (penasihat dari kepolisian dan gangster) memastikan setiap langkah yang diambil, setiap gambar. Mereka memastikan semuanya tepat,” ucapnya.
Gudegast tidak main-main dalam melakukan riset. Ia telah mempelajari puluhan kasus pencurian dari berbagai belahan dunia. Gudegast juga memberanikan diri berkomunikasi langsung dengan sejumlah kriminal yang terbukti melakukan pencurian permata. Gudegast sangat menyenangi proses pendalamannya ini. Terlepas dari legalitasnya, Gudegast menyebut para pencuri berlian sebagai sosok-sosok yang cerdik nan brilian.
Alhasil, setiap langkah yang diambil para tokoh di film ini terasa tepat dan sesuai dengan karakternya masing-masing. Salah satunya di sebuah adegan saat Nick menemui relasi kriminalnya. Nick tidak segan mengancam akan membunuh orang tersebut bila enggan memberi informasi yang dibutuhkan.
Dari segi laju alur, film ini berjalan sangat intens dan sat-set, tapi dalam konotasi negatif. Sebab, keseluruhan cerita yang tergolong kompleks dan panjang dirangkum dalam waktu relatif singkat. Akibatnya, banyak detail penting dari cerita yang hanya disebut sepintas melalui satu atau dua dialog.
Alur yang kacau ini amat terasa di bagian awal film. Pada bagian awal film, penonton dijejali dengan banyak sekali informasi, mulai dari kondisi Nick setelah film pertama, kemunculan kru Pantera, hingga rencana pencurian Donnie di Kota Nice, Perancis. Semua hal tersebut dipadatkan dalam 30 menit pertama film.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/08/1b68ce2d91c6f14084c43a5b99743013-dot2p_10829_r.jpg)
Penjejalan di babak awal film dimaksudkan agar bagian klimaks film, yaitu pencurian permata, memiliki durasi yang lebih panjang. Hasilnya pun berbuah cukup manis, pencurian klimaks para Pantera berhasil dieksekusi dengan piawai. Walau panjang berlarut, seluruh sequence pencurian tersebut sangat menegangkan dan mengundang decak kagum.
Jadilah unik dengan dirimu sendiri. Lakukan riset, pergi ke dunia luar, temukan peristiwa pencurian yang menjadi inspirasi, lalu buatlah pencurian itu.
Sebagai sekuel yang telah terkatung-katung enam tahun lamanya, Den of Thieves 2: Pantera berhasil memperkaya dunia yang dibangun pada film pertama. Dengan inovasi penceritaan, film ini membuktikan bahwa formula klasik polisi melawan penjahat bukanlah cerita yang hangus ditelan zaman.
Meski memiliki beberapa kekurangan, patut diakui bahwa Den of Thieves 2: Pantera adalah film yang apik untuk membuka tahun 2025. Sang sutradara mengungkapkan rahasia prosesnya dalam meramu film bertema heist ini.
”Jadilah unik dengan dirimu sendiri. Lakukan riset, pergi ke dunia luar, temukan peristiwa pencurian yang menjadi inspirasi, lalu buatlah pencurian itu,” pungkas Gudegast.
Catatan:
Tulisan ini hasil kolaborasi dengan mahasiswa magang di Kompas, yakni Ammar Rezqianto dari jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran, Bandung.
Penulis:
Mohammad Hilmi FaiqEditor:
Moh. Hilmi FaiqPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari