Derbi Merseyside, Wahana Bermain Favorit Liverpool

Sejarah dan tren terbaru jauh memihak Liverpool di atas Everton. Namun, Everton bisa memanfaatkan kebiasaan Liverpool yang selalu bertumpu dengan gol lambat.

19 Sep 2025 17:36 WIB · Olahraga

Oleh Kelvin Hianusa

LIVERPOOL, JUMAT — Liverpool seolah sedang memainkan wahana ekstrem sejak awal musim ini. Mereka selalu terjebak dalam situasi penuh tekanan yang memancing adrenalin, tetapi mampu keluar dengan senyuman. Sungguh sial nasib Everton yang akan menantang Liverpool di laga derbi pada Liga Inggris.

Jika lapangan adalah taman bermain, derbi Merseyside merupakan wahana favorit Liverpool. Sejak 2014, ”Si Merah” hanya sekali kehilangan poin dari Everton di kandang. Satu-satunya hasil positif tim rival diraih pada 2021, yaitu menang 2-0, saat laga berlangsung tanpa penonton di Stadion Anfield.

Sejarah membuktikan, betapa besar pengaruh pendukung dan status kandang dalam duel tim kota pelabuhan tersebut. Pengaruh itu terutama saat Liverpool menjadi tuan rumah. Lewat keberpihakan sejarah, Liverpool jauh diunggulkan menjelang menjamu Everton di Anfield, Sabtu (20/9/2025) pukul 18.30 WIB.

Tidak hanya sejarah, tren positif nan absurd semakin meninggikan Liverpool. Tim asuhan Arne Slot itu sedang berapi-api. Mereka memulai musim dengan kemenangan beruntun di semua kompetisi. Uniknya, semua hasil itu diraih dramatis dengan gol kemenangan di pengujung laga.

Terbaru, Kamis lalu, Liverpool menang 3-2 atas Atletico Madrid berkat gol dramatis bek Virgil van Dijk pada menit ke-90+2. Padahal, momentum pertandingan tidak berpihak kepada Mohamed Salah dan rekan-rekan. Mereka sempat kehilangan posisi unggul dua gol atas Atletico.

Sulit menjelaskan fenomena yang terjadi di kubu Liverpool. Sekali atau dua kali mungkin hanya beruntung, tetapi tidak sama halnya jika lima kali berturut-turut. Kemenangan mereka selalu hadir di atas menit ke-80. Tiga kali kemenangan di antaranya tercipta saat memasuki injury time.

Ekspresi bek Liverpool, Virgil van Dijk, seusai berakhirnya laga versus Atletico Madrid dalam ajang Liga Champions Eropa di Stadion Anfield, Kamis (18/9/2025) dini hari WIB. Liverpool menang, 3-2.

Slot mengatakan, mentalitas pemenang para pemain sangat berpengaruh. ”Tetapi, bukan hanya tentang mentalitas, itu juga memperlihatkan seberapa bugar kami, betapa baik persiapan kami dalam beberapa pekan terakhir. Itu yang membuat mereka mampu memaksa (keadaan) hingga akhir laga,” ujarnya.

Variasi senjata Si Merah turut berpengaruh besar terhadap kebangkitan di pengujung laga. Gol-gol lambat mereka dihasilkan dari permainan terbuka, tendangan bebas, penalti, sampai tendangan sudut. Aktor kemenangan diperankan mulai dari remaja 17 tahun, Rio Ngumoha, hingga Van Dijk.

Senjata Liverpool akan semakin matang dalam derbi nanti. Penyerang baru, Alexander Isak, sudah menjalani debut dalam laga Liga Champions, tengah pekan lalu. Dia kemungkinan besar kembali menjadi pemain mula. Pemegang rekor transfer Liga Inggris itu tampak mulai menyatu dengan permainan tim.

Kemenangan dramastis memang terasa lebih indah. Namun, bergantung pada gol kemenangan di pengujung laga tentu bukan hal yang baik untuk jangka panjang. Jika terus berulang, sangat mungkin Liverpool terpeleset saat sedang kurang beruntung. Mereka seperti hanya menyulitkan diri sendiri.

”Kami harus kembali meraih kemenangan dengan cara yang lebih sederhana. Tentu, luar biasa ketika berhasil berjuang hingga akhir. Akan tetapi, ketika Anda unggul 2-0 dan bermain sangat baik pada paruh pertama, seharusnya malam tersebut bisa terasa lebih nyaman,” kata bek Liverpool, Andy Robertson.

Masalah pertahanan

Berbanding terbalik dengan serangan, pertahanan Liverpool yang dipimpin Van Dijk menghadirkan tanda tanya besar. Mereka sudah kemasukan enam gol dari lima laga terakhir. Dalam tiga laga di antaranya, mereka bahkan kecolongan setelah unggul dua gol lebih dulu.

Everton's Jack Grealish celebrates with the fans after the English Premier League soccer match between Wolverhampton Wanderers and Everton at Molineux Stadium, Wolverhampton, England, Saturday, Aug. 30, 2025. (Nick Potts/PA via AP)

Titik lemah itu menjadi kesempatan Everton. Di dunia tinju, ada istilah lucky blow yang berarti pukulan keberuntungan. Everton tidak diunggulkan, tetapi bisa menghukum dengan satu pukulan beruntung. Tim asuhan David Moyes itu siap memanfaatkan kelengahan Liverpool.

Everton datang bersama pemain sayap pinjaman dari Manchester City, Jack Grealish. Kehadiran mantan bintang tim nasional Inggris itu sukses mengangkat level tim. Dia menghasilkan empat asis hanya dari tiga penampilan starter di liga. Everton tidak terkalahkan dalam empat laga terakhir.

Moyes tidak pernah sekali pun menang di Anfield dalam karier kepelatihannya, baik bersama Everton, West Ham United, maupun Manchester United. Meskipun begitu, dia percaya diri karena pertahanan Everton sedang solid. Mereka mencatat tiga kali nirbobol dalam empat laga terakhir.

”Tim yang lebih baik di lapangan cenderung lebih melelahkan untuk dilawan. Konsentrasi para pemain berubah (di akhir laga). Intinya, kami telah menunjukkan ketangguhan di lini pertahanan. Jadi, kami akan berusaha untuk mempertahankan itu,” ujar Moyes. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

FX Sukoto