perang iran

Detik-detik Kapal Iran Tenggelam Dihantam Torpedo Amerika

Kapal perang Iran, IRIS Dena, meledak dan tenggelam oleh tembakan tornado kapal selam Amerika.

05 Mar 2026 12:21 WIB · Internasional

AP

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Sebuah video berdurasi pendek, hanya belasan detik, yang memperlihatkan rekaman dari periskop kapal selam Angkatan Laut Amerika Serikat yang dirilis pada Rabu (4/3/2026) menggemparkan dunia. Dalam rekaman video hitam putih itu tampak kapal perang Iran, IRIS Dena, terbakar di bagian anjungan sebelum meledak dan tenggelam.

Api terlihat membubung dari anjungan bagian belakang. Selang beberapa detik kemudian, terjadi ledakan disertai kehancuran di bagian buritan kapal. Bagian belakang kapal terangkat di atas garis laut, disertai semburan air dan percikan benda-benda yang hancur. 

Rekaman periskop dari kapal selam Angkatan Laut AS saat menembak dan menenggelamkan kapal perang Iran di Samudra Hindia. Hampir 150 orang hilang dan beberapa orang tewas setelah fregat IRIS Dena tenggelam pada hari Rabu di Sri Lanka. AFP/DEPARTEMEN PERTAHANAN AS

Video ditutup dengan visual kapal perang Iran yang tenggelam, dimulai dari buritan, dan terakhir haluan kapal yang terangkat 180 derajat. Menteri Pertahanan Pete Hegseth membenarkan bahwa kapal selam Amerika telah menenggelamkan kapal perang Iran dengan torpedo.

”Sebuah kapal selam Amerika menenggelamkan kapal perang Iran yang mengira dirinya aman di perairan internasional,” kata Hegseth dalam konferensi pers Pentagon. ”Namun, kapal itu justru ditenggelamkan oleh torpedo.”

Kejadian ini  berada di lepas pantai Sri Lanka. Angkatan laut Sri Lanka yang menerima sinyal bahaya dari IRIS Dena segera mengirimkan kapal dan pesawat untuk misi penyelamatan.

Petugas kesehatan membawa jenazah pelaut Iran yang tewas dari kapal perang IRIS Dena yang tenggelam di luar perairan teritorial Sri Lanka, di Galle, Sri Lanka, Rabu (4/3/2026).
Petugas kesehatan bersiap menurunkan kantong berisi jenazah pelaut Iran yang tewas ketika kapal perang IRIS Dena tenggelam di luar perairan teritorial Sri Lanka, di Galle, Sri Lanka, Rabu (4/3/2026).
Petugas kesehatan membawa jenazah pelaut Iran yang tewas dalam serangan torpedo AS terhadap kapal IRIS Dena di lepas pantai selatan Sri Lanka, di kamar jenazah Rumah Sakit Karapitiya di Galle, Rabu (4/3/2026).
Seorang pelaut Iran yang terluka menerima perawatan di Rumah Sakit Karapitiya di Galle, Rabu (4/3/2026), setelah kapal IRIS Dena tenggelam di lepas pantai Sri Lanka.
Seorang pelaut Iran yang terluka menerima perawatan di Rumah Sakit Karapitiya di Galle, Rabu (4/3/2026), setelah kapal fregatnya, IRIS Dena, tenggelam di lepas pantai Sri Lanka. Sri Lanka menyelamatkan 32 pelaut yang terluka parah di atas kapal perang Iran yang tenggelam pada 4 Maret.
Pasukan komando Satuan Tugas Khusus Sri Lanka dan personel polisi berjaga saat pelaut yang terluka di atas fregat Iran, IRIS Dena, menerima perawatan di Rumah Sakit Karapitiya di Galle, 4 Maret 2026.
Sebuah ambulans memasuki markas angkatan laut selatan Sri Lanka di Galle pada Rabu (4/3/2026) untuk menjemput pelaut Iran yang diselamatkan dari fregat Iran, IRIS Dena, yang tenggelam di perairan Sri Lanka.

Namun, ketika Angkatan Laut Sri Lanka tiba di lokasi, tidak ada tanda-tanda kapal tersebut. Juru bicara Angkatan Laut Sri Lanka, Komandan Buddhika Sampath, mengatakan, mereka hanya menemukan beberapa tumpahan minyak dan rakit penyelamat. ”Kami menemukan orang-orang terapung di air,” tambahnya.

Tak berapa lama beredar foto-foto personel Angkatan Laut Sri Lanka yang membawa kantong berisi jenazah ke Rumah Sakit Karapitiya di Galle, sebuah kota di pantai selatan Sri Lanka. Selain kantong jenazah, beberapa personel Angkatan Laut Iran yang terluka dibawa dengan tandu beroda, dan beberapa yang lain berjalan kaki.

Seorang pelaut Iran yang terluka tiba di rumah sakit Karapitiya di Galle pada Rabu (4/4/2026) setelah kapal IRIS Dena tenggelam di lepas pantai Sri Lanka. Kapal Iran meledak terkena torpedo Amerika  tepat di luar perairan teritorial pulau itu Sri Lanka, kata Menteri Luar Negeri Vijitha Herath. AFP/S. KODIKARA

Kapal perang IRIS Dena adalah salah satu kapal perang terbaru Iran. Kapal ini merupakan kapal patroli  perairan dalam dan dipersenjatai dengan meriam berat, rudal ke udara, rudal antikapal, dan torpedo. Saat kejadian, kapal ini membawa satu helikopter.

Kapal tersebut telah dikenai sanksi oleh Departemen Keuangan AS pada Februari 2023 bersama dengan delapan eksekutif dari produsen pesawat tak berawak Iran yang memasok senjata ke Rusia. Mereka diberi sanksi karena mengirim persenjataan yang digunakan melawan target sipil di Ukraina.

Setidaknya 17 kapal Angkatan Laut Iran telah tenggelam selama perang yang sedang berlangsung, kata Laksamana AS Brad Cooper, yang memimpin Komando Pusat Militer Amerika.

Menteri Luar Negeri Austria Beate Meinl-Reisinger membantu penumpang untuk turun setelah kedatangan pesawat sewaan yang membawa warga negara Austria yang dievakuasi dari Muscat di Bandara Internasional Wina, Rabu (4/3/2026).
Orang-orang tiba di bandara setelah dievakuasi dari Timur Tengah dengan penerbangan pemerintah, di Praha, Ceko, Selasa (3/3/2026).
Orang-orang turun dari pesawat militer saat tiba di Slowakia setelah dievakuasi dari Timur Tengah, Selasa (3/3/2026).
Seorang pria bergembira saat tiba di Bandara Internasional Frankfurt, Jerman, setelah dievakuasi dari Dubai dengan penerbangan komersial, Selasa (3/3/2026).
Orang-orang berjalan dengan barang bawaan mereka setelah tiba di Bandara Internasional Henri Coanda setelah dievakuasi dari Israel melalui Mesir dengan penerbangan komersial, di Otopeni, Romania, Selasa (3/3/2026).

Nilai 15 dari skala 1-10 untuk perang di Iran

Memasuki hari keenam perang Iran melawan Amerika, Israel dan sekutunya, beberapa negara, mulai mengerahkan pesawat untuk mengevakuasi warganya menjauh dari Timur Tengah. Pemerintah Selandia Baru bersiap mengerahkan dua pesawat militer untuk mengevakuasi sekitar 3.000 warganya yang tinggal di Timur Tengah.

Amerika juga mulai mengoperasikan penerbangan carter untuk mengevakuasi warga negaranya yang terjebak di Timur Tengah sejak perang dimulai. Sementara Kementerian Dalam Negeri Qatar mengevakuasi warga yang tinggal di dekat Kedutaan Besar Amerika Serikat di Doha untuk pencegahan.

Presiden Donald Trump berbicara di Ruang Timur Gedung Putih, Senin (2/3/2026)  di Washington.

Saat membuka pidatonya dalam acara di Gedung Putih, Trump memberi nilai 15 dari skala 1-10 untuk perang melawan Iran. Menjawab pertanyaan wartawan yang memintanya untuk menilai seberapa baik kinerja AS dalam skala 10, Trump menjawab, ”Sekitar 15.” (AP/AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Yuniadhi Agung
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti