Kapal perang Iran, IRIS Dena, meledak dan tenggelam oleh tembakan tornado kapal selam Amerika.
05 Mar 2026 12:21 WIB · Internasional
AP
Sebuah video berdurasi pendek, hanya belasan detik, yang memperlihatkan rekaman dari periskop kapal selam Angkatan Laut Amerika Serikat yang dirilis pada Rabu (4/3/2026) menggemparkan dunia. Dalam rekaman video hitam putih itu tampak kapal perang Iran, IRIS Dena, terbakar di bagian anjungan sebelum meledak dan tenggelam.
Api terlihat membubung dari anjungan bagian belakang. Selang beberapa detik kemudian, terjadi ledakan disertai kehancuran di bagian buritan kapal. Bagian belakang kapal terangkat di atas garis laut, disertai semburan air dan percikan benda-benda yang hancur.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/03/05/077d7823-ce76-4a3f-92be-54cdac356b89.jpg)
Video ditutup dengan visual kapal perang Iran yang tenggelam, dimulai dari buritan, dan terakhir haluan kapal yang terangkat 180 derajat. Menteri Pertahanan Pete Hegseth membenarkan bahwa kapal selam Amerika telah menenggelamkan kapal perang Iran dengan torpedo.
”Sebuah kapal selam Amerika menenggelamkan kapal perang Iran yang mengira dirinya aman di perairan internasional,” kata Hegseth dalam konferensi pers Pentagon. ”Namun, kapal itu justru ditenggelamkan oleh torpedo.”
Kejadian ini berada di lepas pantai Sri Lanka. Angkatan laut Sri Lanka yang menerima sinyal bahaya dari IRIS Dena segera mengirimkan kapal dan pesawat untuk misi penyelamatan.
Namun, ketika Angkatan Laut Sri Lanka tiba di lokasi, tidak ada tanda-tanda kapal tersebut. Juru bicara Angkatan Laut Sri Lanka, Komandan Buddhika Sampath, mengatakan, mereka hanya menemukan beberapa tumpahan minyak dan rakit penyelamat. ”Kami menemukan orang-orang terapung di air,” tambahnya.
Tak berapa lama beredar foto-foto personel Angkatan Laut Sri Lanka yang membawa kantong berisi jenazah ke Rumah Sakit Karapitiya di Galle, sebuah kota di pantai selatan Sri Lanka. Selain kantong jenazah, beberapa personel Angkatan Laut Iran yang terluka dibawa dengan tandu beroda, dan beberapa yang lain berjalan kaki.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/03/05/e6ef9c4b-a592-40aa-8c2d-2b19288a139f.jpg)
Kapal perang IRIS Dena adalah salah satu kapal perang terbaru Iran. Kapal ini merupakan kapal patroli perairan dalam dan dipersenjatai dengan meriam berat, rudal ke udara, rudal antikapal, dan torpedo. Saat kejadian, kapal ini membawa satu helikopter.
Kapal tersebut telah dikenai sanksi oleh Departemen Keuangan AS pada Februari 2023 bersama dengan delapan eksekutif dari produsen pesawat tak berawak Iran yang memasok senjata ke Rusia. Mereka diberi sanksi karena mengirim persenjataan yang digunakan melawan target sipil di Ukraina.
Setidaknya 17 kapal Angkatan Laut Iran telah tenggelam selama perang yang sedang berlangsung, kata Laksamana AS Brad Cooper, yang memimpin Komando Pusat Militer Amerika.
Memasuki hari keenam perang Iran melawan Amerika, Israel dan sekutunya, beberapa negara, mulai mengerahkan pesawat untuk mengevakuasi warganya menjauh dari Timur Tengah. Pemerintah Selandia Baru bersiap mengerahkan dua pesawat militer untuk mengevakuasi sekitar 3.000 warganya yang tinggal di Timur Tengah.
Amerika juga mulai mengoperasikan penerbangan carter untuk mengevakuasi warga negaranya yang terjebak di Timur Tengah sejak perang dimulai. Sementara Kementerian Dalam Negeri Qatar mengevakuasi warga yang tinggal di dekat Kedutaan Besar Amerika Serikat di Doha untuk pencegahan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/03/03/9efbe796-e38c-4895-a7fe-1b39382c6e96.jpg)
Saat membuka pidatonya dalam acara di Gedung Putih, Trump memberi nilai 15 dari skala 1-10 untuk perang melawan Iran. Menjawab pertanyaan wartawan yang memintanya untuk menilai seberapa baik kinerja AS dalam skala 10, Trump menjawab, ”Sekitar 15.” (AP/AFP)
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Yuniadhi AgungPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti