Amerika Serikat akhirnya menyerang Iran dengan puluhan rudal dan bom. Serangan telah disiapkan jauh-jauh hari. Bahkan, serangan dimulai kala Iran setuju kembali berunding.
Serangan pada Jumat (22/6/2025) hari merupakan hasil dari rangkaian rapat antara AS-Israel. Selama berminggu-minggu, sembari mengajak Iran terus berunding, AS-Israel mengoordinasikan rencana serangan. Berikut lini masa menuju serangan itu. (AP/AFP/REUTERS)
9 Juni 2025
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu rapat dengan para petinggi pertahanan dan keamanan Israel. Rapat memutuskan, Israel akan menyerang Iran
Selesai rapat, Netanyahu menelepon Presiden AS Donald Trump untuk memberi tahu rencana serangan ke Iran.
10 Juni 2025
AS mengirimkan 300 rudal hellfire ke Israel
12 Juni 2025
Media AS, Axios, melaporkan Israel mendesak AS ikut menyerang Iran
Militer Israel, Tzahal, menyiapkan setidaknya 200 jet untuk menyerang Israel. Bom dan rudal buatan AS serta Israel telah dipasang ke jet tempur F-35, F-16, dan F-15
Setelah jet tempur siap, Netanyahu dan mengumpulkan seluruh menteri Israel pada Kamis malam waktu Tel Aviv. Rapat bulat memutuskan Israel menyerang Iran
Netanyahu memberitahu Trump dan pejabat AS soal rencana serangan
13 Juni 2025
Selepas tengah malah, agen intelijen Israel di Iran menerima perintah menyerang artileri pertahanan udara Iran. Mereka juga menyerang empat penyimpanan dan peluncuran rudal Iran
Jumat pukul 03.00 waktu Teheran, rudal dan bom yang dijatuhkan Israel meledak di sejumlah lokasi di Iran
Jumat sore, Iran menerbangkan 100 pesawat nirawak ke Iran
Jet tempur AS-Jordania, kapal perang AS membantu menjatuhkan rudal dan pesawat nirawak Iran yang mengarah ke Israel
14 Juni 2025
Israel terus menyerang Iran. Serangan itu dibalas dengan ratusan rudal balistik yang menyasar markas besar Tzahal di Tel Aviv
Israel kembali mendesak AS menyerang Iran
15 Juni 2025
Kapal induk USS Nimitz diperintahkan bergerak ke Laut Arab. Gugus tempur laut (Guspurla) Nimitz bergabung dengan Guspurla USS Carl Vinson yang sudah tujuh bulan beroperasi di Timur Tengah
16 Juni 2025
Anggota G7 rapat di Kanada. Hasilnya, mereka mengecam Iran dan membela Israel.
Trump meninggalkan Kanada lebih cepat untuk rapat di Washington DC. Rapat membahas opsi-opsi serangan ke Iran
17 Juni 2025
Trump menyetujui rencana serangan ke Iran. Akan tetapi, ia belum memberikan perintah serangan
18 Juni 2025
AS mengirimkan puluhan jet tempur F-35, F-22, dan F-16 ke pangkalan di Arab Saudi
19 Juni 2025
Gedung Putih mengumumkan, Trump akan menunda keputusan serangan ke Iran sampai dua pekan mendatang
Menteri Luar Negeri Inggris David Lamy menemui Menlu AS Marco Rubio di Washington DC. Dari sana, Lammy menuju Geneva, Swiss. Selepas bertemu Rubio, Lammy mengumumkan keputusan Trump memberi peluang mencari solusi diplomatik atas serangan Israel ke Iran.
AS mengosongkan pangkalan laut di Bahrain dari kapal-kapal perang AS
AS mengosongkan Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar. Pesawat dipindahkan antara lain ke Pangkalan Pangeran Sultan, Arab Saudi
20 Juni 2025
AS menyiapkan enam pesawat pengebom B-2 dari pangkalan di Negara Bagian Missouri. Setiap pesawat memuat dua bom GBU-57
Menlu Iran Abbas Aragchi bertemu Lammy yang datang bersama Menlu Perancis, Menlu Jerman, dan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa di Geneva
Saat pertemuan Iran-Eropa dimulai, pesawat pengebom AS meninggalkan pangkalan dan menuju Iran. Pesawat terbang 37 jam untuk mencapai sasaran di Iran
Guspurla USS Gerald Ford diperintahkan bergerak ke Laut Tengah, mendekati Israel
21 Juni 2025
AS mengevakuasi pegawai dan keluarga pegawai Kedutaan Besar AS untuk Israel
Satelit merekam truk-truk bermuatan pasir atau tanah hilir mudik di pintu-pintu terowongan menuju ruang bawah tanah reaktor nuklir Iran
Trump menggelar rapat bersama petinggi bidang keamanan dan luar negeri
Netanyahu memulai rapat keamanan pada pukul 22.00 waktu Israel
22 Juni 2025
Selepas tengah malam, jet tempur Israel menyerang sejumlah lokasi di Iran
Pukul 03.00 waktu Teheran, pesawat B-2 AS mengebom reaktor nuklir Natanz dan Fordo. Kapal selam AS menembakkan 30 rudal ke Natanz dan Isfahan
Pukul 03.30 Trump mengumumkan AS menyerang Iran
Amerika Serikat akhirnya menyerang Iran dengan puluhan rudal dan bom. Serangan telah disiapkan jauh-jauh hari. Bahkan, serangan dimulai kala Iran setuju kembali berunding.
Serangan pada Jumat (22/6/2025) hari merupakan hasil dari rangkaian rapat antara AS-Israel. Selama berminggu-minggu, sembari mengajak Iran terus berunding, AS-Israel mengoordinasikan rencana serangan. Berikut lini masa menuju serangan itu. (AP/AFP/REUTERS)
9 Juni 2025
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu rapat dengan para petinggi pertahanan dan keamanan Israel. Rapat memutuskan, Israel akan menyerang Iran
Selesai rapat, Netanyahu menelepon Presiden AS Donald Trump untuk memberi tahu rencana serangan ke Iran.
Serial Artikel
AS Kerahkan 607 Pesawat dan Kapal untuk Pasok 50.000 Ton Senjata ke Israel
Sebanyak 500 pesawat dan 107 kapal AS memasok 50.000 ton senjata ke Israel. Ini masih ditambah tiga kapal induk.
Media AS, Axios, melaporkan Israel mendesak AS ikut menyerang Iran
Militer Israel, Tzahal, menyiapkan setidaknya 200 jet untuk menyerang Israel. Bom dan rudal buatan AS serta Israel telah dipasang ke jet tempur F-35, F-16, dan F-15
Setelah jet tempur siap, Netanyahu dan mengumpulkan seluruh menteri Israel pada Kamis malam waktu Tel Aviv. Rapat bulat memutuskan Israel menyerang Iran
Netanyahu memberitahu Trump dan pejabat AS soal rencana serangan
13 Juni 2025
Selepas tengah malah, agen intelijen Israel di Iran menerima perintah menyerang artileri pertahanan udara Iran. Mereka juga menyerang empat penyimpanan dan peluncuran rudal Iran
Jumat pukul 03.00 waktu Teheran, rudal dan bom yang dijatuhkan Israel meledak di sejumlah lokasi di Iran
Jumat sore, Iran menerbangkan 100 pesawat nirawak ke Iran
Jet tempur AS-Jordania, kapal perang AS membantu menjatuhkan rudal dan pesawat nirawak Iran yang mengarah ke Israel
14 Juni 2025
Israel terus menyerang Iran. Serangan itu dibalas dengan ratusan rudal balistik yang menyasar markas besar Tzahal di Tel Aviv
Israel kembali mendesak AS menyerang Iran
15 Juni 2025
Kapal induk USS Nimitz diperintahkan bergerak ke Laut Arab. Gugus tempur laut (Guspurla) Nimitz bergabung dengan Guspurla USS Carl Vinson yang sudah tujuh bulan beroperasi di Timur Tengah
16 Juni 2025
Anggota G7 rapat di Kanada. Hasilnya, mereka mengecam Iran dan membela Israel.
Trump meninggalkan Kanada lebih cepat untuk rapat di Washington DC. Rapat membahas opsi-opsi serangan ke Iran
17 Juni 2025
Trump menyetujui rencana serangan ke Iran. Akan tetapi, ia belum memberikan perintah serangan
18 Juni 2025
AS mengirimkan puluhan jet tempur F-35, F-22, dan F-16 ke pangkalan di Arab Saudi
19 Juni 2025
Gedung Putih mengumumkan, Trump akan menunda keputusan serangan ke Iran sampai dua pekan mendatang
Menteri Luar Negeri Inggris David Lamy menemui Menlu AS Marco Rubio di Washington DC. Dari sana, Lammy menuju Geneva, Swiss. Selepas bertemu Rubio, Lammy mengumumkan keputusan Trump memberi peluang mencari solusi diplomatik atas serangan Israel ke Iran.
AS mengosongkan pangkalan laut di Bahrain dari kapal-kapal perang AS
AS mengosongkan Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar. Pesawat dipindahkan antara lain ke Pangkalan Pangeran Sultan, Arab Saudi
20 Juni 2025
AS menyiapkan enam pesawat pengebom B-2 dari pangkalan di Negara Bagian Missouri. Setiap pesawat memuat dua bom GBU-57
Menlu Iran Abbas Aragchi bertemu Lammy yang datang bersama Menlu Perancis, Menlu Jerman, dan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa di Geneva
Saat pertemuan Iran-Eropa dimulai, pesawat pengebom AS meninggalkan pangkalan dan menuju Iran. Pesawat terbang 37 jam untuk mencapai sasaran di Iran
Guspurla USS Gerald Ford diperintahkan bergerak ke Laut Tengah, mendekati Israel
21 Juni 2025
AS mengevakuasi pegawai dan keluarga pegawai Kedutaan Besar AS untuk Israel
Satelit merekam truk-truk bermuatan pasir atau tanah hilir mudik di pintu-pintu terowongan menuju ruang bawah tanah reaktor nuklir Iran
Trump menggelar rapat bersama petinggi bidang keamanan dan luar negeri
Netanyahu memulai rapat keamanan pada pukul 22.00 waktu Israel
22 Juni 2025
Selepas tengah malam, jet tempur Israel menyerang sejumlah lokasi di Iran
Pukul 03.00 waktu Teheran, pesawat B-2 AS mengebom reaktor nuklir Natanz dan Fordo. Kapal selam AS menembakkan 30 rudal ke Natanz dan Isfahan