Di Kejuaraan Asia, Rizki Juniansyah Tak Sempat Berpamitan dengan Kelas 73 Kg

Kelas 73 kilogram adalah kategori berat badan yang mengantarkan Rizki Juniansyah meraih medali emas Olimpiade Paris 2024. Per Juni 2025, tidak ada lagi kelas 73 kg.

09 Mei 2025 19:29 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah

Kejuaraan Angkat Besi Asia 2025 jadi ajang terakhir yang akan diikuti Rizki Juniansyah dan para lifter Indonesia lain dengan kelas perlombaan yang lama. Rizki tak akan sempat tampil untuk terakhir kalinya di kelas 73 kilogram yang mengantarnya meraih medali emas Olimpiade Paris 2024. Dia akan turun di kelas 81 kg dan selanjutnya akan disiapkan untuk tampil pada kelas 79 kg.

Rizki dan sembilan lifter Indonesia berpartisipasi dalam Kejuaraan Angkat Besi Asia 2025 di Jiangshan, China, 9-15 Mei. Rizki ditemani tiga lifter putra lain serta enam lifter putri.

Ajang ini melombakan masing-masing 10 kategori berat badan untuk sektor putra dan putri. Rizki akan tampil pada kelas 81 kg, lebih berat dibandingkan saat dia tampil di Olimpiade Paris 2024 dengan kelas 73 kg.

Dalam perjalanannya, Rizki memang kerap bergantian tampil di kelas 81 kg dan 73 kg dengan Rahmat Erwin Abdullah. Dua lifter putra andalan Indonesia itu sama-sama berprestasi pada dua kategori berat tersebut.

Lifter Indonesia, Rahmat Erwin Abdullah (kanan) dan Rizki Juniansyah, berpose setelah berhasil memborong enam medali untuk Indonesia di Kejuaraan Angkat Besi Asia 2024 di Tashkent, Uzbekistan, Selasa (6/2/2024), Rahmat dan Rizki bersaing untuk meraih satu tiket ke Olimpiade Paris 2024.

Pada Kejuaraan Angkat Besi Dunia 2024, di Manama, Bahrain, Desember lalu, Rizki turun di kelas 73 kg, sedangkan Rahmat di kelas 81 kg. Pada Kejuaraan Asia Angkat Besi 2025, Rizki bertukar kelas kembali dengan Rahmat yang akan turun di kelas 73 kg.

Dengan demikian, Rizki tak sempat mengucap perpisahan dengan kelas 73 kg yang mengantarnya meraih medali di Olimpiade. Aksi Rizki di Kejuaraan Dunia jadi penampilan terakhirnya di kelas 73 kg.

Mulai Juni 2025, Federasi Angkat Besi Internasional (IWF) menerapkan kategori berat badan baru. Pada sektor putra, kategori berat badan yang baru itu terdiri atas delapan kelas, meliputi 60 kg, 65 kg, 71 kg, 79 kg, 88 kg, 98 kg, 110 kg, dan +110 kg.

Jumlah ini lebih sedikit dari kategori sebelumnya yang terdiri atas 10 kelas. Kelas lama meliputi 55 kg, 61 kg, 67 kg, 73 kg, 81 kg, 89 kg, 96 kg, 102 kg, 109, dan +109 kg.

Sementara itu, pada sektor putri, kategori baru dimulai dari 48kg, 53kg, 58 kg, 63 kg, 69 kg, 77 kg, 86 kg, dan +86 kg. Sebelumnya, 10 kelas untuk lifter putri terdiri dari 46 kg, 49 kg, 55 kg, 59 kg, 64 kg, 71 kg, 76 kg, 81 kg, 87 kg, dan +87 kg.

Lifter peraih emas angkat besi kelas 73 kilogram Olimpiade Paris 2024 asal Provinsi Banten Rizki Juniansyah memberikan salam takzim kepada juri dan penonton usai menuntaskan angkatan clean and jerk berbobot 190 kg dalam kesempatan kedua pada cabang angkat besi kelas 89 kg PON Aceh Sumut 2024 di Banda Aceh, Sabtu (7/9/2024).

Rizki mengatakan, berlomba di kelas 81 kg tidak jauh berbeda dengan kelas 73 kg. Sebab, jaraknya tidak terlalu jauh dan lifter berusia 21 tahun ini terbiasa berganti kelas pada dua kategori tersebut.

”Tantangannya paling ketika menaikkan berat badan bagaimana agar angkatan juga harus ikutan naik. Jangan sampai ketika berat badan naik, angkatan tetap sama,” ucapnya.

Walakin, Rizki tak memasang target muluk-muluk dalam Kejuaraan Asia ini. Apalagi, persaingan di Asia sama kuatnya dengan dunia. Bahkan, setengah dari semua rekor dunia pada kategori putra dimiliki oleh atlet angkat besi Asia.

”Tidak ada target seperti sebelumnya di Olimpiade, lebih santai meski tetap intensif latihan. Inginnya mengejar progres angkatan,” ujar Rizki.

”Kalau angkatan saya bagus, kondisi pulih, semuanya sehat, kami akan lihat lawan seperti apa. Mungkin tetap nyolong-nyolong untuk cari medali,” tambahnya.

Rizki akan berlomba pada kelas 81 kg Grup A, Senin (12/5/2025) siang WIB. Persaingan pada kelas ini cenderung lebih baru karena para atlet langganannya memilih bersaing di kategori berat badan yang lain. Pemilik rekor dunia dan Asia untuk kelas 81 kg, Li Dayin (China), misalnya, memilih turun di kelas 89 kg.

Lifter Indonesia, Rizki Juniansyah, tampil di kelas 73 kilogram Grup B Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2024 di Manama, Bahrain,Senin (9/12/2024)

Peraih tiga medali emas kelas 81 kg di Kejuaraan Dunia 2024, Ri Chong-song (Korea Utara), juga tidak ikut serta pada Kejuaraan Asia. Rizki kemungkinan besar akan bersaing ketat untuk memperoleh medali dengan atlet Korea Selatan, Son Hyeon-ho, dan lifter tuan rumah, Lou Chongyang.

Pelatih pelatnas angkat besi yang menangani Rizki, Triyatno, mengatakan, tidak ada target khusus yang dia berikan kepada anak asuhannya. Triyatno hanya mengharapkan Rizki berhasil menyelesaikan minimal lima percobaan angkatan dengan beban yang diangkat mendekati angkatan saat Olimpiade.

Di Paris, Rizki mencatatkan angkatan snatch terbaik seberat 155 kg dan clean and jerk seberat 199 kg. Selain meraih medali emas, Rizki juga memecahkan rekor Olimpiade dengan angkatan clean and jerk.

”Tidak ada target spesifik karena memang ini kelas terakhir, ya, sebelum berubah Juni nanti. Kemungkinan Rizki nanti main di kelas 79 kg, bukan 73 kg lagi. Dengan berat badannya di kisaran 77 kg dan 78 kg, paling memungkinkan bagi Rizki mengisi kelas 79 kg,” tutur Triyatno.

Memulihkan kondisi

Seperti Rizki, lifter veteran Eko Yuli Irawan juga tidak memasang target muluk-muluk di Kejuaraan Asia. Eko akan turun pada kelas 67 kg, lebih berat saat tampil di Olimpiade Paris 2024.

Menurut Eko, Kejuaraan Asia jadi ajang pertamanya untuk melihat progres angkatan setelah dia mengalami cedera. Secara fisik, kata Eko, dia mulai pulih. Namun, angkatannya belum mencapai jumlah beban yang diinginkan.

Lifter Indonesia, Eko Yuli Irawan, berlatih di pemusatan latihan nasional angkat besi Indonesia di Mess Kwini, Jakarta, Jumat (25/4/2025).

”Sudah mulai pulih sebenarnya, tetapi angkatannya belum. Jadi, pelan-pelan saya coba pulihkan. Harapannya, puncaknya ada di SEA Games nanti,” ujar Eko yang masih berambisi untuk tampil di ajang tersebut.

Selain Rizki, Rahmat, dan Eko, tim angkat besi Indonesia juga mengirimkan Ardaraya yang akan tampil di kelas 73 kg. Artinya, Indonesia akan punya dua lifter yang bersaing pada kelas yang sama.

Sementara itu, sektor putri diperkuat oleh Juliana Klarisa dan Basilia Bamerop Ninggan di kelas 55 kg, Natasya Beteyob (59 kg), Tsabitha Alfiah Ramadani dan Nadita Aprilia (64 kg), serta Indah Afriza (72 kg).

Juliana Klarisa mengatakan, Kejuaraan Asia adalah ajang terakhir untuk berprestasi pada kelas 55 kg. Klarisa bersemangat karena ingin membuktikan kemampuannya di tengah persaingan dengan Basilia Bamerop yang baru masuk pelatnas. Sepulang dari turnamen itu, Klarisa kemungkinan akan fokus mengisi kelas 53 kg.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti