Di ”Laut Lepas” SEA Games, Flairene Candrea Bertahan

Di SEA Games Thailand 2025, Flairene menemukan versi terbaiknya. Walaupun belum mendapatkan emas, dia berhasil bangkit dari keterpurukan di tengah persaingan sengit.

14 Des 2025 18:30 WIB · Olahraga

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN

Oleh kelvin hianusa dari Bangkok, Thailand

Di SEA Games Vietnam 2021, Flairene Candrea menangis setelah rekannya, Masniari Wolf, berhasil naik podium tertinggi. Bukan karena ikut terharu, perenang putri andalan Indonesia itu kecewa karena dirinya belum bisa menyumbang emas. Jiwa kompetitif Flairene meluap, mengingat Masniari merupakan pesaing utamanya di tim.

Tiga tahun setelah debutnya, Flairene kembali menangis setelah tidak berhasil naik podium 50 meter punggung putri di Thailand. Namun, makna tangisan itu berbeda. Dia tidak terpengaruh raihan emas Masniari. ”Jujur aku nangis, sedih karena seharusnya bisa dapat perunggu. Tapi, ya, sudah, apa yang terjadi, terjadilah,” ujarnya.

Flai, sapaannya, jauh lebih dewasa di SEA Games Thailand 2025. Meskipun sempat menangis, dia langsung kembali ceria setelah lomba. Dia bisa tersenyum dan membalas dengan hangat ketika disapa. Tak ada muka cemberut di sepanjang hari seperti yang sudah-sudah. Dia melihat kekalahan dari sisi positif.

Quote

Jadi, ya, aku belajar agar dua tahun ke depan aku bisa berjuang lagi, menang (emas) seperti di Vietnam.

Perenang Indoneisa Flairene Candrea (kanan) berswafoto bersama peraih medali emas Kayla Noella Sanchez  dari Filipina dan peraih medali perak Mia Millar dari Thailand di nomor 100 meter gaya punggung SEA Games 2025 di Stadion SAT, Bangkok, Thailand, Jumat (13/12/2025). Perenang Indonesia Joe Aditya Wijaya Kurniawan meraih medali perak di nomor 100 meter gaya kupu-kupu dengan waktu 53,14. Sementara itu di nomor 100 meter gaya punggung, perenang Indonesia, Flairene Candrea mendapatkan perunggu dengan torehan waktu 1:02.60.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
13-12-2025

Hal serupa tampak di lomba 100 meter punggung putri, dua hari setelahnya, Sabtu (13/12/2025), di Stadion SAT, Bangkok, Thailand. Flai semringah dengan mengalungi perunggu. Di atas podium, dia bahkan berinisiatif mengambil foto wefie bersama para pesaingnya, yaitu Kayla Sanchez (Filipina) dan Mia Millar (Thailand).

”Yang pasti senang banget, bersyukur banget. Walaupun sebenernya agak greget juga, ada detail yang kurang dari penampilan aku. Jadi, ya, aku belajar agar dua tahun ke depan aku bisa berjuang lagi, menang (emas) seperti di Vietnam. Secara keseluruhan senang banget karena bisa dapat medali lagi di nomor andalan aku,” tutur Flai.

Perenang 20 tahun itu telah melalui tiga edisi SEA Games. Menariknya, Flai selalu datang dengan kondisi kebatinan yang berbeda. Di Vietnam, dia datang sebagai debutan tanpa beban ekspektasi dari pengurus cabang, tetapi sangat berapi-api karena ambisi pribadi. Baginya, itu adalah kesempatan terbaik unjuk gigi.

Di Kamboja 2023, Flai terpuruk. Dia dibebani target emas, mengulang kejayaan di edisi lalu, tetapi berujung antiklimaks. Jangankan emas, dia bahkan harus pulang tanpa medali. Padahal, jarak antara dua edisi ajang tersebut hanya setahun. Adapun SEA Games Vietnam digelar terlambat setahun, di 2022, karena pandemi Covid-19.

Flai berkata, edisi Kamboja memberikan pelajaran paling berharga. ”Mungkin karena kesombongan dan kelalaian aku. Itu dikasih pelajaran sama Tuhan. Itu memalukan karena peringkat aku pun jauh. Padahal, aku bisa menang medali dengan mudah. Cuma karena aku star syndrome dan belum sadar, jadi ya pas dikasih gagal,” tuturnya.

Perenang Indoneisa Flairene Candrea tampil di nomor 100 meter gaya punggung SEA Games 2025 di Stadion SAT, Bangkok, Thailand, Jumat (13/12/2025). Perenang Indonesia Joe Aditya Wijaya Kurniawan meraih medali perak di nomor 100 meter gaya kupu-kupu dengan waktu 53,14. Sementara itu di nomor 100 meter gaya punggung, perenang Indonesia, Flairene Candrea mendapatkan perunggu dengan torehan waktu 1:02.60.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
13-12-2025

Dari dua pengalaman itu, Flai berubah menjadi versi lebih seimbang di Thailand. Dia datang dengan kerendahan hati sekaligus tanpa ambisi berlebihan. Dia hanya ingin memberikan yang terbaik saat turun ke kolam, tanpa berpikir macam-macam. Mantan perenang artistik itu sudah selesai dengan peperangan di dalam dirinya.

”Laut lepas”

Saat sudah tak ada masalah dari dalam, Flai terusik dari luar. Persaingan di 100 meter punggung mencapai puncaknya dalam edisi kali ini. Dia seperti berada di laut lepas yang berisi berbagai jenis predator. Pesaing Flai tidak main-main. Salah satunya sang debutan Kayla Sanchez (24), peraih perak Olimpiade yang baru mewakili Filipina sejak 2023.

Sanchez mengambil alih lomba dengan catatan waktu 1 menit 2,35 detik. Di urutan kedua, finis 1 menit 2,52 detik, terdapat perenang 17 tahun dari Thailand, Mia Millar, yang sedang naik daun. Flai terpaut tipis di belakang kedua perenang itu dengan catatan 1 menit 2,6 detik.

”Jujur jadi susah banget,” ucap Flai tentang persaingan di gaya punggung. ”Aku enggak bohong, ini tuh SEA Games tersusah yang aku pernah alami. Karena dilihat dari hasilnya tuh, peringkat 1-5 100 meter semua di kisaran 1 menit 2 detik. Di Vietnam, aku berenang 1 menit 3 detik masih dapat emas,” lanjutnya.

Positifnya, Flai sebenarnya mampu memenangi persaingan itu. Hanya saja, dia melakukan sedikit kesalahan di kolam. Arah berenangnya miring sehingga berpindah dari sisi garis pembatas satu ke yang lain. Hal itu berpengaruh signifikan terhadap catatan waktu atlet asal DKI Jakarta tersebut. 

Menurut pelatih tim renang Indonesia, Albert C Sutanto, Flai sangat bisa mengalahkan Sanchez jika berenang lurus dari start sampai finis. ”Tetapi, memang ada miss di detail-nya. Padahal, kalau lurus pasti waktunya jauh lebih baik dari itu. Dan, catatan waktu terbaik dari Flai kan memang lebih baik,” ujarnya.

Perenang Indoneisa Flairene Candrea tampil di nomor 100 meter gaya punggung SEA Games 2025 di Stadion SAT, Bangkok, Thailand, Jumat (13/12/2025). Perenang Indonesia Joe Aditya Wijaya Kurniawan meraih medali perak di nomor 100 meter gaya kupu-kupu dengan waktu 53,14. Sementara itu di nomor 100 meter gaya punggung, perenang Indonesia, Flairene Candrea mendapatkan perunggu dengan torehan waktu 1:02.60.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
13-12-2025

Flai merupakan pemegang rekor nasional 100 meter punggung putri dengan catatan 1 menit 2,25 detik. Jika bisa mengulang itu, dia bisa meraih emas di Thailand. Namun, hal tersebut tidak terjadi. Kata Albert, kesalahan itu terjadi karena minim jam terbang. Tim renang kesulitan berkompetisi di luar negeri karena persoalan efisiensi anggaran.

Terlepas dari itu, Flai juga terus meningkat dari tahun ke tahun. Ketika meraih emas di Vietnam, dia memecahkan rekornas dengan catatan 1 menit 3,36 detik. Catatan itu kemudian dipecahkan oleh dirinya sendiri pada pertengahan tahun ini, 1 menit 2,25 detik. Waktu tersebut sudah menembus Limit B Kejuaraan Dunia Akuatik. 

Dengan potensi belum tergali sepenuhnya, usia masih sangat muda, dan sikap lebih dewasa, Flai sebenarnya tidak perlu takut dengan persaingan di Asia Tenggara. Para pesaingnya yang perlu berhati-hati. ”Persaingan ini akan mendorong aku. Aku akan lebih giat, harus bener-bener fokus di nomor ini. Seru, tapi challenging,” tuturnya. 

Sampaikan dukungan Anda untuk atlet Indonesia

Pembaca yang budiman, Harian Kompas membuka rubrik Surat untuk Atlet, yang berisi pendapat, penyemangat, atau komentar terkait penampilan atlet Indonesia di SEA Games Thailand 2025. Kirimkan komentar singkat Anda, minimal dua kalimat dan maksimal enam kalimat, dengan mengisi kolom di bawah ini. Komentar yang terpilih akan kami muat di Harian Kompas saat pelaksanaan SEA Games 2025.


Kerabat Kerja

Penulis:

kelvin hianusa dari Bangkok, Thailand
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra