Di Tengah Perang Dagang, Xi Jinping Sambangi Asia Tenggara

Kamboja, Malaysia, dan Vietnam disambangi Xi Jinping di tengah perang dagang China-Amerika Serikat.  Lawatan disiapkan sejak lama.

11 Apr 2025 17:48 WIB · Internasional

Oleh Elsa Emiria Leba

BEIJING, JUMAT — Kamboja, Malaysia, dan Vietnam mengundang Presiden China Xi Jinping datang. Undangan dipenuhi Xi mulai Senin (14/4/2025) dengan lawatan ke Vietnam. Rangkaian lawatan berakhir Jumat depan di Kamboja.

Kantor berita Xinhua, Jumat (11/4/2025), melaporkan Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam To Lam mengundang Xi untuk datang. Sementara laman Viet Nam News melaporkan, Presiden Vietnam Luong Cuong juga mengundang Xi yang menyandang sejumlah jabatan di China.

Selain Sekjen Partai Komunis China, Xi sekaligus Presiden China dan Ketua Komisi Militer Pusat. Di sela lawatan, Xi dijadwalkan menyaksikan penandatangan hingga 40 kesepakatan.

Sementara lawatan ke Kamboja atas undangan Raja Norodom Sihamoni. Adapun kunjungan ke Malaysia memenuhi undangan Yang Dipertuan Agung XVII Sultan Ibrahim.

Sejak dulu, Beijing selalu menekankan bahwa Xi ke negara lain atas pimpinan negara yang disambangi. Sejak Xi jadi presiden, penekanan itu selalu disampaikan. Tidak ada kunjungan bilateral Xi yang tidak disertai penekanan bahwa lawatan atas undangan pemimpin negara yang didatangi.

Rangkaian lawatan ke Asia tenggara menjadi kunjungan luar negeri perdana Xi pada 2025. Jadi presiden sejak 2012, Xi baru 52 kali melawat ke luar negeri dengan mendatangi 71 negara. Lawatan ke-52 berlangsung pekan depan. Sisanya berlangsung pada 2012-2024.

Dengan kekayaan negaranya, Xi termasuk jarang ke luar negeri. Lawatan manca negara lebih kerap dilakukan oleh perdana menteri atau menteri luar negeri China.

Untuk lawatan kali ini, Indonesia tidak disambangi. Xi telah menyambangi Indonesia pada 2013, 2015, dan 2022. Lawatan 2013, lewat pidato di DPR RI, menjadi momentum Xi mengenalkan Inisiatif Sabuk dan Jalan (BRI) kepada dunia.

Perang dagang

Xi mendatangi Asia Tenggara selepas menyatakan akan menguatkan kerja sama dengan berbagai negara tetangga. Kerja sama itu bagian dari cara China memitigasi dampak perang tarif dengan AS.

Lawatan mancanegara perdana Xi berlangsung di tengah perang dagang global. Perang itu dipicu keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenakan tarif bea masuk impor (BMI) kepada hampir semua negara dan wilayah.

Lewat serangkaian perubahan, AS mengenakan BMI total 145 persen untuk semua impor dari China. Sebaliknya, China mengenakan BMI total 125 persen. AS lebih dulu mengenakan BMI, lalu China membalas.

Quote

Xi mendatangi Asia Tenggara selepas menyatakan akan menguatkan kerja sama dengan berbagai negara tetangga. Kerja sama itu bagian dari cara China memitigasi dampak perang tarif dengan AS.

PM Li Qiang telah menelepon Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen untuk membahas perdagangan China-Uni Eropa. Beijing-Brussels setuju mendorong reformasi sistem perdagangan yang bebas dan adil.

Sementara Menteri Perdagangan China Wang Wentao dilaporkan telah berkomunikasi dengan sejawatnya di Asia, Eropa, dan Afrika. Di Asia Tenggara, China telah berkomunikasi dengan Malaysia selepas Trump mengumumkan BMI.

(FILES) In this file photo taken on November 9, 2017, US President Donald Trump (L) shakes hand with China's President Xi Jinping at the end of a press conference at the Great Hall of the People in Beijing. - The Group of 20 summit later this month could lead to progress towards a trade deal with China but is not the venue for a "definitive agreement," US Commerce Secretary Wilbur Ross said June 11, 2019. A day after President Donald Trump threatened to hit China with a new round of tariffs "immediately" if President Xi Jinping fails to meet with him in Tokyo, Ross defended Washington's aggressive tariff strategy. (Photo by Fred DUFOUR / AFP)

Seperti China, Malaysia serta Kamboja dan Vietnam terkena BMI tinggi. Kamboja, Vietnam, dan Malaysia berturut-turut kena BMI 49 persen, 46 persen, dan 24 persen.

Sepekan setelah diumumkan, Trump memutuskan menunda mayoritas BMI sampai tiga bulan mendatang. Perunding berbagai negara sedang dan akan mendatangi AS untuk menawarkan kesepakatan penurunan BMI.

Penasihat Ekonomi dan Industri Trump, Peter Navarro, menyebut AS bergeming pada tawaran Vietnam. Ia menyampaikan itu setelah ada kabar Vietnam mau menawarkan sejumlah hal.

Vietnam dilaporkan mau menekan BMI menjadi maksimum 20 persen. Kalau bisa, lebih rendah lagi.

Beberapa jam selepas tarif BMI diumumkan Trump, Vietnam dilaporkan menggelar rapat dadakan. Sumber Reuters menyebutkan, rapat itu meminta pejabat Kementerian Perdagangan dan Bea Cukai mengetatkan pengawasan terhadap produk China. Mereka diberi waktu dua pekan untuk menyusun rencana pengetatan itu.

Pengetatan itu bagian tindak lanjut kegelisahan AS. Washington menuding Hanoi menjadi lokasi pengemasan ulang produk Beijing. Produk itu diberi label buatan Vietnam lalu diekspor ke AS.

Vietnam juga akan mengetatkan pengawasan produk sipil yang juga bisa digunakan untuk keperluan militer. Dalam rencana pengetatan disebut, Vietnam diminta negara mitra tertentu mengurangi peluang transfer teknologi ke negara lain tanpa sepengetahuan negara pemilik hak paten teknologi.

Vietnam telah lama menerapkan pendekatan ”diplomasi bambu”. Dengan demikian, Hanoi berusaha menjaga hubungan baik dengan China dan AS. Dengan AS, Vietnam khawatir tentang aksi China di Laut China Selatan, tetapi tetap memiliki hubungan ekonomi yang erat dengan China.

Perdana Menteri Vietnam Pham Minh Chinh (kanan) berpelukan dengan PM China Li QIang (kiri) saat keduanya bertemu di Hanoi, Minggu (13/10/2024). Li mendorong perluasan kerja sama dan kolaborasi dengan Vietnam dalam sejumlah bidang, termasuk pengolahan data, loka pasar hingga transportasi, khususnya pengembangan jaringan kereta api. Vietnam's Prime Minister Pham Minh Chinh (R) and China's Premier Li Qiang (L) wave as they pose for a photo during a meeting at the Government Office in Hanoi on October 13, 2024. (Photo by LUONG THAI LINH / POOL / AFP)

Sementara itu, Menteri Komunikasi Malaysia Fahmi Fadzil mengatakan, kunjungan Xi adalah bagian dari upaya pemerintah untuk melihat hubungan perdagangan yang lebih baik dengan berbagai negara, termasuk China.

”Ini merupakan kehormatan besar bagi Malaysia dan saya yakin kita memiliki banyak kesempatan untuk membahas, memperkuat, dan membangun prestasi masa lalu, serta peluang masa depan,” tutur Fadzil, dikutip dari Bernama.

Lewat sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Kamboja menyatakan, Xi akan bertemu Raja Kamboja Norodom Sihamoni beserta petinggi negara lainnya. Mereka akan membahas penguatan hubungan bilateral serta bertukar pandangan tentang isu-isu dan internasional yang menjadi kepentingan bersama.

”Ini merupakan kunjungan bersejarah yang akan semakin mempererat hubungan persahabatan tradisional yang dibangun oleh para pemimpin kedua negara,” bunyi pernyataan Kemenlu dilansir dari Khmer Times.

China dan Kamboja juga akan menandatangani sejumlah dokumen kerja sama di berbagai sektor. Di bawah Hun Sen, ayah Perdana Menteri Hun Manet, China menggelontorkan miliaran dollar AS untuk investasi infrastruktur. Sebaliknya, hubungan Kamboja dan AS memburuk.

Galang kekuatan

Kunjungan Xi ke Asia Tenggara berlangsung secara paralel dengan upaya China dan sejumlah negara di seluruh dunia dalam mempererat hubungan. Selain itu, Beijing terus mendorong negara lain mempertahankan sikap terhadap tarif AS.

Pada Jumat (11/4/2025), Xi bertemu dengan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez. Xi mendesak Uni Eropa untuk sama-sama menentang “praktik intimidasi sepihak”. Dia juga menekankan kerja sama antara kedua pihak.

”Hal ini tidak hanya akan menjaga hak dan kepentingan mereka sendiri yang sah, tetapi juga menjaga keadilan dan kewajaran internasional,” ujar Xi.

Presiden China Xi Jinping (kanan) dan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez tiba untuk menghadiri pertemuan bilateral di Diaoyutai Guest House, Beijing, China, Jumat (11/4/2025).

Sanchez menyetujui, ketegangan perdagangan seharusnya tidak menghalangi kerja sama UE dan China. Baik Spanyol maupun Eropa memiliki defisit perdagangan yang signifikan dengan China. Kondisi ini harus diperbaiki.

”Namun, kita tidak boleh membiarkan ketegangan perdagangan menghalangi potensi pertumbuhan hubungan antara China dan Spanyol serta antara China dan UE,” ujar Sanchez.

Kunjungan Sanchez ke China adalah kunjungan ketiganya dalam dua tahun terakhir. China adalah mitra dagang terbesar keempat Spanyol. Setiap tahun, Spanyol membeli barang sekitar 49,1 miliar dollar AS dari China dan menjual barang sekitar 8,4 miliar dollar AS. (AFP/Reuters)


Kerabat Kerja

Penulis:

Elsa Emiria Leba
 | 

Editor:

Kris Mada
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase