Di tengah gejolak dan kesulitan akibat perang di Timur Tengah, Irak memperlihatkan ”taring singa”. Mereka meraih tiket ke Piala Dunia seusai menanti empat dekade.
01 Apr 2026 16:10 WIB · Olahraga
AP
MONTERREY, RABU — Setelah 40 tahun menanti, Irak akhirnya akan tampil di kejuaraan sepak bola paling ternama, Piala Dunia FIFA. Menariknya, prestasi itu dicapai di tengah berbagai kesulitan dan bayang-bayang perang di Timur Tengah.
Irak menjadi tim ke-48 alias terakhir yang memastikan tiket ke babak utama Piala Dunia 2026 Amerika seusai mengalahkan Bolivia, 2-1, dalam laga final playoff interkontinental babak kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Monterrey, Guadalupe, Meksiko, Rabu (1/4/2026) waktu Indonesia. Kemenangan Irak ditentukan oleh striker andalannya, Aymen Hussein, lewat golnya pada menit ke-53.
Capaian itu pun menjadi klimaks perjalanan berliku mereka dalam kualifikasi Piala Dunia 2026. Mereka telah menjalani total 19 laga sepanjang kualifikasi zona Asia sebelum akhirnya bertemu Bolivia, wakil Amerika Selatan, dalam playoff interkontinental.
Sempat menjadi pemuncak grup di putaran kedua, Irak tertatih-tatih di putaran selanjutnya. Mereka gagal lolos langsung ke babak utama Piala Dunia 2026 karena hanya finis ketiga di bawah Korea Selatan dan Jordania pada putaran ketiga.
Pada putaran keempat, tergabung bersama Indonesia di Grup B, Irak hanya mampu finis sebagai runner-up di bawah tuan rumah Arab Saudi yang lantas merebut tiket ke Amerika. Mereka pun harus menempuh jalan tambahan, yaitu putaran kelima, untuk menjalani playoff kandang-tandang melawan Uni Emirat Arab.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/01/9c4c9e8e52accf15ffb15c0c97f78383-APTOPIX_Iraq_Bolivia_WCup_Soccer.jpg)
Tak heran, setelah mengalahkan Bolivia pada laga ke-20 Irak sepanjang kualifikasi Piala Dunia 2026 itu, para pemain dan staf tim berjuluk ”Singa Mesopotamia” itu begitu girang. Mereka mengukir sejarah. Untuk kali pertama dalam empat dekade dan setelah melewati setidaknya dua generasi, mereka kembali ke panggung akbar. Terakhir kali dan satu-satunya mereka tampil di Piala Dunia adalah pada 1986 di Meksiko.
”Kami tampil tanpa beban, mencoba mengejutkan dunia dengan hasil dan penampilan gila. Luar biasa rasanya kami bisa lolos,” ujar Pelatih Irak Graham Arnold seusai laga yang disaksikan 49.286 penonton di stadion itu.
Arnold mengapresiasi daya juang para pemainnya di laga itu. Para pemain Irak, tim yang tiga kali mengalahkan Indonesia di kualifikasi Piala Dunia 2026, tidak panik dan tampil pantang menyerah saat Bolivia menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-38 melalui gol Moises Paniagua. Sebelumnya, Irak sempat unggul cepat melalui gol Ali al-Hamadi pada menit ke-10.
Terima kasih Tuhan, kami lolos (Piala Dunia). Sudah 24 tahun kami menanti ini. Beberapa dari kami bahkan belum lahir saat kali terakhir kami lolos. Sebagian lagi terlalu muda untuk mengingatnya. - Kerem Akturkoglu (Turki)
Seusai jeda turun minum, Hussein menyambar bola dari umpan silang Marko Farji. Bola dari tembakan jarak dekatnya pun menggetarkan gawang Bolivia dan melambungkan Irak dalam sukacita.
”Saya mengapresiasi para pemain yang tampil dengan mental Irak, berani berjuang dan terus mempertaruhkan segalanya. Itulah yang membuat kami menang. Saya sangat senang kami membuat 46 juta warga (Irak) berbahagia, apalagi mengingat situasi (perang) di Timur Tengah saat ini,” ujar Arnold kemudian.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/01/e48ab2de0c400351d4ffe0e21fa3b5aa-Iraq_Bolivia_WCup_Soccer_2_.jpg)
Keteguhan Irak itu memang tecermin sepanjang perjalanan mereka menuju Amerika. Selain menempuh jalan panjang dan berliku, mereka juga sempat dihadang ketidakpastian. Irak sempat terancam tidak bisa berpartisipasi dalam playoff interkontinental yang digelar di Meksiko, salah satu negara tuan rumah Piala Dunia 2026.
Alasannya adalah situasi di Timur Tengah yang tengah bergejolak akibat serangan Israel dan Amerika Serikat ke Iran. Perang yang telah berlangsung sebulan terakhir itu membuat situasi di Timur Tengah, termasuk Irak, mencekam. Mobilitas warga dan transportasi di wilayah itu terganggu. Iran bahkan beberapa kali menyerang sejumlah tempat yang menjadi pangkalan AS di Irak.
Tim Irak pun tidak bisa menggunakan pesawat komersial untuk terbang ke Meksiko karena jalur udara masih dibatasi menyusul maraknya serangan Iran dengan drone ke negara-negara tetangga. Mereka bahkan sempat meminta FIFA untuk menunda laga playoff.
Alasan penundaan itu menguat karena masalah visa para pemain. Meksiko tidak punya kedutaan ataupun perwakilan di Irak sehingga penerbitan visa ke negara itu menjadi masalah tersendiri. Namun, masalah itu akhirnya teratasi setelah Kementerian Luar Negeri Meksiko memfasilitasi pembuatan visa melalui kedutaan di wilayah tetangga Irak.
”Situasi yang terjadi di Timur Tengah mempersulit kami. Namun, hal utama, seperti yang saya katakan, adalah mentalitas. Saya bekerja keras untuk itu. Saya bahkan melarang para pemain membuka media sosial selama di sini (Meksiko). Saya tak mau mereka terganggu dengan apa yang terjadi di Timur Tengah dan fokus dengan pekerjaan mereka,” ucap Arnold kemudian.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/01/9f6891e318f385fb35acb4509a2372f4-Iraq_Bolivia_WCup_Soccer_3_.jpg)
Setelah susah payah di kualifikasi, perjalanan Irak di babak utama Piala Dunia 2026 yang akan digelar pada 11 Juni-19 Juli di AS, Kanada, dan Meksiko, tak akan lebih mudah. Irak sudah dinanti dua penyerang terbaik dunia, Kylian Mbappe dan Erling Haaland, pada babak penyisihan Grup I. Mereka tergabung bersama Perancis, Norwegia, dan Senegal di grup itu.
Selain Irak, tim lainnya asal Eropa, Turki, juga mengakhiri penantian panjang untuk kembali ke Piala Dunia. Turki lolos ke babak utama Piala Dunia untuk kali pertama dalam 24 tahun seusai mengalahkan Kosovo, 1-0, pada laga playoff kualifikasi zona Eropa, Rabu (1/4/2026) dini hari WIB. Gol kemenangan Turki dicetak Kerem Akturkoglu pada menit ke-53.
Capaian itu menegaskan kebangkitan Turki bersama generasi emas baru mereka yang, antara lain, diperkuat Kenan Yildiz (klub Juventus), Arda Gueler (Real Madrid), dan Hakan Çalhanoglu (Inter Milan). Kali terakhir mereka bermain di Piala Dunia adalah pada 2002 di Jepang-Korea Selatan. Saat itu, Turki yang diperkuat Hakan Sukur dan Okan Buruk melaju hingga ke semifinal. Mereka dikalahkan Brasil yang akhirnya menjadi juara pada saat itu.
”Terima kasih Tuhan, kami lolos (Piala Dunia). Sudah 24 tahun kami menanti ini. Beberapa dari kami bahkan belum lahir saat kali terakhir kami lolos. Sebagian lagi terlalu muda untuk mengingatnya. Kami selalu memimpikan momen ini,” ujar Akturkoglu. (Reuters/AP)
Penulis:
Yulvianus HarjonoEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Retma Wati