Pratikno mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo atas mandat dan kepercayaan yang sudah diberikan untuk menjabat sebagai Menko PMK.
01 Okt 2026 20:48 WIB · Politik & Hukum
KOMPAS/WISNU WIDIANTORO
JAKARTA, KOMPAS — Pratikno mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto meski setelah perombakan (reshuffle) kabinet kali ini, ia tak lagi menjabat sebagai menteri. Meski demikian, ia tak menutup kemungkinan ada penugasan baru baginya dari Prabowo.
Pada perombakan kabinet yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026), posisi Pratikno sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) digantikan oleh Sugiono yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Luar Negeri (Menlu).
Meskipun harus menanggalkan jabatannya, Pratikno tetap terlihat hadir dalam pelantikan di Istana. Kehadiran ini terbilang tidak biasa karena lazimnya menteri yang diganti tidak hadir dalam pelantikan. Yang tampak hadir dan menyaksikan biasanya hanya menteri-menteri terkait.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/10/01/36677495-0c36-4fd6-b11a-72c3baab8bcf.jpg)
Ditemui seusai acara, Pratikno menyatakan bahwa dirinya masih terus bekerja dan meminta publik menunggu perkembangan terkait kemungkinan penugasan atau posisi baru. Saat disinggung mengenai kabar dirinya akan dilantik menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), ia tidak membantah secara tegas dan menyerahkannya pada pengumuman berikutnya.
”Ya, nanti kita tunggulah sampai besok, ya,” ujarnya.
Ia juga mengaku telah menyampaikan ucapan terima kasih secara langsung kepada Prabowo atas mandat dan kepercayaan yang diberikan untuk mengelola bidang pembangunan manusia. Menurut dia, penugasan tersebut sangat selaras dengan latar belakangnya sebagai pendidik, akademisi, serta dosen.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/18/3d74c4deb7c10bc82334ba4c273f195b-20250818ron15.jpg)
Selain itu, Pratikno mengaku telah berkoordinasi dan berkomunikasi dengan penggantinya, Sugiono, untuk memastikan kelanjutan sejumlah agenda strategis kementerian.
Beberapa pekerjaan rumah utama yang dititipkan meliputi koordinasi rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di sejumlah wilayah, program pendidikan gratis, serta berbagai inovasi pendidikan, seperti Sekolah Unggul Garuda dan Sekolah Nasional Terintegrasi, hingga sektor kesehatan.
Secara terpisah, Sugiono menyatakan kesiapannya untuk mendalami sederet pekerjaan rumah tersebut. ”Setelah ini saya akan berkoordinasi dengan Pak Pratik untuk mendalami apa yang menjadi pekerjaan rumah di Kementerian Koordinator PMK,” ujarnya.
Sekjen Partai Gerindra ini pun pasrah dengan keputusan Prabowo menggeser jabatannya dari semula Menlu menjadi Menko PMK. ”Ini tugas kok. Enggak bisa nolak, kan,” tegasnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/10/01/b63a0a87-3601-4f1d-8628-4cd1e015f2d2.jpg)
Pratikno merupakan menteri yang menjabat sebagai Menteri Sekretaris Negara selama dua periode di era Presiden ketujuh Joko Widodo. Kedekatan Pratikno dengan Jokowi bahkan dimulai sejak menjadi anggota Tim Tiga atau tim transisi yang bertugas memfinalisasi arsitektur kabinet dan lembaga kepresidenan setelah Jokowi menang dalam Pilpres 2014. Meskipun masa pemerintahan Jokowi berakhir, Prabowo tetap memilih Pratikno sebagai Menko PMK.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/07/29/5c4f41be-9e4d-4be0-902e-8757d9fe3859_jpg.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2021/11/24/59570911-f6d5-4c25-a774-0ec07482c3f4.jpg)
Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro menilai, meski Pratikno dikenal dekat dengan Jokowi, Prabowo diyakini tetap akan memberikan jabatan kepada Pratikno. Sebab, Prabowo dikenal selalu merangkul semua poros politik dan tidak pernah meninggalkan satu poros pun. Bahkan, lawan politik yang tidak berada di gerbong pemerintahan pernah diberikan amnesti dan abolisi.
Dalam perombakan kabinet kali ini, Presiden Prabowo melantik total 18 pejabat. Sejumlah pejabat itu meliputi lima menteri, lima wakil menteri, empat pejabat tinggi lembaga negara/badan, kepala Kepolisian Negara RI (Kapolri), wakil kepala Polri, serta dua unsur pimpinan Ombudsman.
Presiden juga membentuk Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi yang dijabat oleh Bahlil Lahadalia. Bahlil, yang merupakan Ketua Umum Partai Golkar, kini juga masih menjabat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/10/01/270d5b16-4116-4230-aa56-6d3ef51794a3.jpg)
Selain membentuk kementerian baru, ada pula jabatan baru yang diadakan, yaitu Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Jabatan ini diisi oleh Dradjad Hari Wibowo, politisi senior Partai Amanat Nasional (PAN).
Dengan kementerian baru tersebut, saat ini, Kabinet Merah Putih terdiri dari 49 kementerian atau bertambah satu kementerian dari pertama kali kabinet dibentuk pada 20 Oktober 2024. Kementerian-kementerian itu dipimpin 49 menteri dan 57 wakil menteri. Jumlah total wakil menteri itu juga bertambah dari 55 wakil menteri ketika kabinet pertama kali diumumkan.
Penulis:
Iqbal Basyari, Kurnia Yunita Rahayu, Nino Citra AnugrahantoEditor:
A. Ponco AnggoroPenyelaras Bahasa:
Rosdiana Sitompul