Sebanyak 52 siswa Madrasah Aliyah Negeri 1 Cianjur mengalami keracunan, Senin kemarin. Diduga mereka mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis.
22 Apr 2025 10:08 WIB · Nusantara
BANDUNG, KOMPAS — Sebanyak 52 siswa Madrasah Aliyah Negeri 1 Cianjur di Jawa Barat dilaporkan mengalami keracunan diduga setelah mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis pada Senin (21/4/2025) kemarin. Sebagian besar siswa saat ini masih menjalani perawatan di dua rumah sakit setempat.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Jawa Barat Rochady Hendra Setia Wibawa di Bandung pada Selasa (22/4/2025) membenarkan informasi tersebut. Ia memaparkan, korban terus bertambah hingga 52 siswa berdasarkan data terakhir.
Adapun 52 korban yang mengalami keracunan menjalani perawatan di dua rumah sakit, yakni Rumah Sakit Umum Daerah Sayang Cianjur dan Rumah Sakit Bhayangkara. Mereka mengalami gejala muntah, pusing, hingga diare.
MAN 1 Cianjur termasuk sekolah yang mendapatkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Cianjur. Terdapat 12 SPPG (satuan pendidikan penggerak gizi) yang telah melaksanakan MBG bagi 36.423 siswa di Cianjur.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/03/20/70e3555f-e0c8-4a08-987b-d149ccc82560_jpg.jpg)
”Data dari Dinkes Kabupaten Cianjur, tujuh siswa yang menjalani perawatan di RSUD Sayang Cianjur telah kembali ke rumahnya. Sebab, kondisi mereka telah membaik,” kata Rochady.
Rochady menuturkan, pihaknya masih menyelidiki penyebab puluhan siswa mengalami keracunan. Sampel makanan MBG dan sampel muntahan dari korban telah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah Jabar di Bandung.
”Dinkes Cianjur telah mengirimkan sampel makanan dan muntahan ke Labkesda Jabar untuk diteliti. Saat ini program MBG di sekolah tersebut dihentikan sementara,” tuturnya.
Data dari Dinkes Kabupaten Cianjur, tujuh siswa yang menjalani perawatan di RSUD Sayang Cianjur telah kembali ke rumahnya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Cianjur Frida Laila Yahya menambahkan, mayoritas para siswa MAN 1 Cianjur mengalami gelaja keracunan, seperti pusing, mual, muntah, hingga diare sekitar pukul 17.00 WIB.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/22/9b51c6580310e094315518f8f3258906-IMG_20250422_WA0011.jpg)
”Saat mengalami gelaja keracunan, mereka langsung dibawa ke puskesmas dan dirujuk ke dua rumah sakit oleh kerabatnya,” kata Frida.
Bupati Cianjur Wahyu Ferdian secara langsung menjenguk para korban yang menjalani perawatan di ruang Instalasi Gawat Darurat RSUD Sayang pada Senin malam. Ia pun menyampaikan rasa prihatin atas peristiwa yang dialami para korban.
Wahyu pun segera menginstruksikan fasilitas kesehatan terkait untuk berkoordinasi dengan pihak sekolah. Upaya ini untuk mengantisipasi jumlah korban yang mengalami keracunan bertambah.
”Saya telah meminta pihak sekolah untuk melakukan pendataan jumlah siswa yang terdampak. Saya sedih dan kaget anak-anak harus mendapat musibah ini,” kata Wahyu.
Penulis:
Fabio Maria Lopes CostaEditor:
Siwi Yunita CahyaningrumPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .