Konsumsi Paket MBG, 342 Siswa SMP di Kota Bandung Keracunan

Sebanyak 342 siswa SMP Negeri 35 Kota Bandung diduga keracunan setelah mengonsumsi paket makanan bergizi gratis.

01 Mei 2025 12:59 WIB · Nusantara

Oleh Fabio Maria Lopes Costa

BANDUNG, KOMPAS — Baru seminggu lalu peristiwa keracunan, yang diduga paket Makan Bergizi Gratis, dialami 165 siswa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Kasus serupa kembali terjadi di Kota Bandung dengan korban 342 siswa, Selasa (29/4/2025) sore.

Para siswa mengonsumsi paket Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa sekitar pukul 11.00 WIB di SMP Negeri 35 di Dago Pojok, Kecamatan Coblong. Saat itu, makanan sudah berbau tidak enak. Sore harinya, 342 siswa mengalami diare, mual, hingga muntah, yang merupakan gejala keracunan.

”Gejala yang dialami para korban ialah diare, nyeri perut, muntah, pusing, demam. Gejala yang muncul rata-rata 7 jam setelah makan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Anhar Hadian, Kamis (1/5/2025).

Ia menuturkan, Dinkes Kota Bandung terus memantau kondisi para korban keracunan. Rata-rata korban menjalani rawat jalan di puskesmas setempat.

Dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang selama ini mendistribusikan paket MBG ke SMP Negeri 35 dan tiga sekolah lain untuk sementara berhenti beraktivitas. Tiga sekolah lainnya ialah SD Negeri 24, SD Negeri 189, dan SMA Negeri 19.

Tampak suasana di SMP Negeri 35 Bandung yang terjadi peristiwa 342 siswa mengalami keracunan diduga setelah mengonsumsi paket Makan Bergizi Gratis di Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (1/5/2025
Quote

Gejala yang dialami para korban ialah diare, nyeri perut, muntah, pusing, demam.

Dari penelusuran Dinkes Kota Bandung, tidak ditemukan kasus keracunan di tiga sekolah lainnya. Hal itu terjadi karena siswa di dua SD tersebut mengonsumsi makanannya lebih pagi, sedangkan siswa SMA Negeri 19 yang mendapatkan MBG pukul 13.30 WIB tidak memakannya karena sudah berbau.

”Kami sudah mengirimkan sampel makanan ke Laboratorium Kesehatan Daerah Jawa Barat untuk diteliti pemicu siswa mengalami keracunan. Hasilnya baru diketahui satu hingga dua pekan,” ujar Anhar.

Ia menambahkan, aktivitas dapur SPPG yang mendistribusikan paket MBG ke empat sekolah ini dihentikan sementara menunggu hasil penelitian sampel makanan di Labkesda Jabar.

Kondisi korban

Kepala Sekolah SMP Negeri 35 Bandung Dewi Sartika Nurnasari mengatakan, kondisi siswa yang mengalami gejala keracunan mulai membaik. Bahkan, ada korban yang telah bersekolah pada Rabu kemarin.

Pihak sekolah masih menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan sebelum program MBG kembali dilaksanakan di SMP Negeri 35. ”Kami juga mengimbau para korban agar tetap beristirahat di rumah jika masih menjalani perawatan karena gejala keracunan,” ucap Dewi.

Para siswa yang sedang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di SMP Negeri 35 Bandung, Jawa Barat, Kamis (1/5/2025). Mereka termasuk 342 siswa mengalami keracunan diduga setelah mengonsumsi paket Makan Bergizi Gratis pada Selasa (29/4/2025).

Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono menyesalkan terjadinya peristiwa siswa keracunan yang diduga mengonsumsi paket MBG di Kota Bandung setelah beberapa waktu lalu terjadi di Kabupaten Cianjur.

Ia pun meminta Presiden Prabowo Subianto dan Badan Gizi Nasional melakukan evaluasi total pelaksanaan MBG. Sebab, banyak masalah yang terjadi, seperti keracunan yang dialami para siswa di Jabar.

”Kasus siswa yang mengalami keracunan di Cianjur dan Kota Bandung menjadi salah satu masalah yang terus terjadi dalam pelaksanaan MBG. Harus ada evaluasi terhadap program ini,” kata Ono.


Kerabat Kerja

Penulis:

Fabio Maria Lopes Costa
 | 

Editor:

Irma Tambunan
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji