Dikalahkan Slowakia, Klimaks Perjuangan Nirhasrat Jerman

Jerman masih dibayangi tren buruk dengan menelan tiga kekalahan beruntun. Pelatih Julian Nagelsmann mengkritik para pemain yang bermain tanpa hasrat.

05 Sep 2025 08:02 WIB · Olahraga

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

BRATISLAVA, JUMAT — Ambisi besar tetapi tidak diiringi dengan hasrat yang sepadan. Itulah kondisi Jerman yang masih kesulitan keluar dari tren buruk. Tim arahan Julian Nagelsmann takluk 0-2 dari tuan rumah Slowakia dalam lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Tehelne Pole, Bratislava, Jumat (5/9/2025) dini hari WIB. Kekalahan ketiga beruntun Jerman tidak sesuai dengan target menjuarai Piala Dunia.

”Kami tidak menunjukkan emosi apa pun dalam pertandingan hari ini. Dari segi emosi, lawan jauh lebih unggul dari kami. Kami ingin lolos ke Piala Dunia, tetapi hari ini kami jauh dari itu,” ujar Nagelsmann.

Kalah di laga pembuka kualifikasi tentu bukan pertanda bagus untuk tim ”Panser”. Sebelumnya, Jerman menelan kekalahan dari Portugal dan Perancis pada Liga Nasional Eropa. Dilihat dari sisi mana pun, kekalahan ketiga beruntun ini menandakan ada persoalan serius di internal Jerman.

Tampil dengan formasi 4-2-3-1 andalan Nagelsmann, Jerman mendominasi penguasaan bola sebesar 70 persen. Namun, Slowakia bermain lebih cerdik. Meski tidak begitu sering menguasai bola, Slowakia yang cenderung bermain direct unggul dalam tendangan tepat sasaran. Tim besutan Pelatih Francesco Calzona itu mencatatkan lima tembakan tepat sasaran berbanding empat milik Jerman.

Slowakia mengeksploitasi habis-habisan sisi kanan pertahanan Jerman yang dikawal bek muda Nnamdi Collins. Pos bek kanan biasanya diisi oleh Joshua Kimmich yang kali ini kembali mendapat kepercayaan sebagai gelandang bertahan.

Slovakia Germany WCup Soccer

Sadar mayoritas serangan Slowakia dilancarkan dari sisi kanan, Nagelsmann merespons dengan menginstruksikan Sergei Gnabry dan Kimmich untuk overload atau aktif turun membantu Collins. Namun, para pemain Slowakia mengambil keuntungan dengan lekas mengarahkan bola ke sisi lainnya yang kosong. Cara ini berbuah gol pembuka yang dicetak David Hancko pada menit ke-42.

Tidak berdaya di babak pertama, Jerman tampak lebih agresif setelah turun minum. Namun, Slowakia justru bisa menggandakan keunggulan melalui sepakan David Strelec dari dalam kotak penalti pada menit ke-55. Gol kedua Slowakia bisa dicegah jika Antonio Ruediger mampu menutup ruang tembak, tidak membiarkan Strelec terlalu bebas menguasai bola.

Tertinggal dua gol, Jerman berusaha membalas. Namun, penyerang Nick Woltemade yang menciptakan tiga tembakan belum terlalu membahayakan gawang Slowakia. Penyerang anyar Newcastle United tersebut kesulitan mengancam lantaran penjagaan berlapis dari para pemain belakang Slowakia.

”Kami hanya memiliki sedikit sekali kendali atas permainan dan itulah mengapa kami pantas kalah hari ini. Hal itu tidak bisa dimungkiri. Permainan kami hari ini sangat lemah,” kata bek Jerman, Jonathan Tah.

Slovakia Germany WCup Soccer

Kalah semangat

Usai laga, Nagelsmann menilai timnya tidak kalah secara kualitas dari Slowakia. Hanya saja, para pemain Jerman bermain tanpa hasrat. Nagelsmann menangkap kecenderungan ini sudah terlihat sejak Piala Dunia Qatar 2022. Saat itu, Jerman gagal lolos dari fase penyisihan grup setelah hanya mampu menempati peringkat ketiga.

Jerman belum mampu tampil sebagaimana saat menjuarai Piala Dunia 2014. Selain edisi 2022, mereka juga gagal lolos dari penyisihan grup pada 2018. Kekalahan pada laga perdana kualifikasi kali ini pun mulai ditangkap sebagai pertanda serius yang harus segera mendapat perhatian.

”Jika tampil seperti hari ini, kami pasti tidak akan lolos (ke Piala Dunia). Semua orang harus tahu apa yang dipertaruhkan,” kata Kimmich.

Pada laga berikutnya, Jerman akan menjamu Irlandia Utara yang kini memuncaki Grup A dengan koleksi tiga poin usai mengalahkan Luksemburg di laga lainnya. Kesempatan tampil di markas sendiri harus dimaksimalkan Jerman untuk menghindari skenario terburuk sebagaimana dikatakan Kimmich. (AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan