Unggul di masa lalu, disparitas Real Madrid dengan Atletico Madrid menipis. Musim ini Atletico unjuk kekuatan finansial yang turut memberi dimensi baru derbi Madrid.
26 Sep 2025 16:19 WIB · Olahraga
MADRID, JUMAT — Derbi Madrid musim ini dipenuhi berbagai macam dimensi baru. Real Madrid melawat ke markas Atletico Madrid, Stadion Metropolitano, Sabtu (27/9/2025) pukul 21.15 WIB, dengan nakhoda baru, Xabi Alonso. Sementara Atletico menatap derbi dengan pendekatan baru sebagai tim dengan total belanja pemain termahal di Liga Spanyol.
Pengeluaran jor-joran Atletico di bursa transfer tergolong jarang sekaligus unik. Akan tetapi, tidak demikian dengan Real yang punya catatan masa lalu gemar menghamburkan uang untuk membeli pemain-pemain bintang. Aktivitas masif Real di bursa transfer akan dianggap sebagai suatu hal yang wajar, bertentangan dengan Atletico.
Meski berasal dari satu kota, corak Real dan Atletico begitu berbeda. Real adalah klub yang mewakili masyarakat kelas atas, sementara Atletico merepresentasikan kelas para pekerja.
Secara finansial, Real jelas jauh lebih unggul di masa lalu. Lantaran kalah dari segi finansial, kubu Atletico punya perspektif lain terhadap derbi Madrid.
Bagi Atletico, derbi Madrid menyediakan kesempatan untuk mengalahkan rival sekota yang lebih kaya. Keunggulan finansial Real memantik motivasi para pemain Atletico untuk mengalahkan ”si kaya” di atas lapangan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/26/312f654bdd1485c441db62c6602f7148-wires_photo_2025_09_26T160315.029.jpg)
Tidak bisa dimungkiri kekuatan finansial amat berperan dalam kesuksesan Real di kancah domestik dan Eropa. Real telah memenangi Liga Spanyol sebanyak 36 kali, sementara Atletico hanya 11 kali. Di Eropa, Real merupakan tim tersukses dengan 15 gelar, jauh mengungguli Atletico yang sama sekali belum pernah menjadi juara.
”Hal pertama yang dilakukan semua pemain Atletico adalah melihat kalender untuk melihat kapan kami akan melawan mereka (Real). Bahkan ada yang lebih memilih (mengutamakan) mengalahkan Real Madrid daripada memenangi trofi,” ujar legenda Atletico, Adelardo Rodriguez, dalam wawancara bersama Diario AS.
Ketangguhan Real atas Atletico di lapangan tidak lagi sedominan dulu. Hal itu setidaknya tecermin dari final Liga Champions 2014 dan 2016, di mana Atletico menyulitkan Real sepanjang laga. Pada edisi 2014, Atletico bahkan nyaris juara andai tidak kebobolan gol telat Sergio Ramos pada akhir laga.
Derbi Madrid di Liga Champions pun tidak berjalan mulus bagi Real. Atletico selalu bisa memberikan perlawanan sengit hingga akhir.
Hal itu seperti yang terjadi pada babak 16 besar Liga Champions musim lalu yang pemenangnya harus ditentukan hingga adu penalti. Real kembali menang, tetapi diwarnai pembatalan gol penalti Atletico yang dicetak Julian Alvarez.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/05/e254bc47af3b289b03e1ef35a1ddc9f8-wires_photo_61_.jpg)
Meski masih berada dalam bayang-bayang Real, perlawanan Atletico pada Derbi Madrid di Liga Champions menunjukkan kian menipisnya disparitas kualitas kedua tim.
Musim ini Atletico mengeluarkan banyak uang untuk berinvestasi membeli banyak pemain di bursa transfer. Mereka menjadi tim dengan pengeluaran terbanyak, 176 juta euro (Rp 3,4 triliun), mengungguli Real di posisi kedua dengan 167,5 juta euro (Rp 3,2 triliun).
Atletico yang biasanya berhitung ketika membelanjakan uang untuk membeli pemain kali ini seakan mengikuti kebiasaan mahal Real.
Dengan demikian, derbi Madrid nanti juga menjadi ajang bagi kedua tim untuk unjuk kekuatan hasil belanja bursa transfer. Sejauh ini, Atletico masih harus gigit jari karena investasi besarnya terhadap pembelian pemain belum membuahkan hasil signifikan.
Dari enam laga, ”Los Rojiblancos” hanya mampu memetik dua kemenangan, tiga hasil imbang, dan sekali kalah. Kelemahan terbesar Atletico ialah terlalu sering melewatkan peluang emas.
Statistik menunjukkan, Atletico adalah tim kedua terboros dengan 15 kali menyia-nyiakan peluang emas di antara lima liga top Eropa. Mereka satu tingkat di bawah RC Lens dari Perancis yang 16 kali melewatkan peluang emas.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/26/d0463c40c8691e1a9174a17edae9581d-wires_photo_2025_09_26T160247.644.jpg)
Kecenderungan Atletico yang boros peluang menguntungkan Real yang terus melaju mulus pada musim perdana Alonso menjabat pelatih. ”Los Blancos” sejauh ini sukses meraih enam kemenangan beruntun. Performa impresif Real awal musim ini dengan kedalaman skuad menjadi ancaman tersendiri bagi Atletico yang tengah mencari bentuk permainan terbaiknya.
Adapun keberadaan Alonso di Real menambah ragam dimensi baru laga ini karena ia belum pernah terlibat sebelumnya dalam derbi Madrid. Alonso memang pernah dua kali berhadapan dengan Atletico asuhan Diego Simeone, tetapi itu terjadi saat menangani Bayer Leverkusen.
Dalam dua laga tersebut, Alonso hanya mampu meraih satu kali hasil imbang dan sekali kalah. Menjelang debutnya di derbi Madrid, Alonso mengaku sangat antusias dan akan menyiapkan tim sebaik mungkin.
”Kami sedang dalam performa yang bagus. Kami senang dan kami harus mempertahankannya. Sekarang kami akan memikirkan derbi,” kata Alonso seusai laga melawan Levante pertengahan pekan ini.
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Nur Adji