Dirut Bursa Efek Indonesia menyampaikan pengunduran dirinya seusai kejatuhan pasar saham beberapa hari terakhir.
30 Jan 2026 10:06 WIB · Ekonomi & Bisnis
KOMPAS/PRIYOMBODO
JAKARTA, KOMPAS — Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Iman Rachman mengumumkan mundur dari jabatannya pada konferensi pers di Jakarta, Jumat (30/1/2026). Untuk sementara akan ditunjuk pelaksana tugas (PLT) sampai direktur utama yang baru diangkat secara definitif.
”Saya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi dua hari kemarin menyatakan mengundurkan diri. Ini tidak ada tanya jawab. Saya berharap ini yang terbaik buat pasar modal,” tutur Iman, didampingi sejumlah direksi.
Saya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia dan sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi dua hari kemarin menyatakan mengundurkan diri.
Pernyataan itu disampaikan di Press Room BEI, di Gedung Bursa Efek Jakarta, sekitar pukul 09.10 WIB, beberapa menit setelah perdagangan saham dimulai. Iman hadir bersama sejumlah anggota direksi.
Di antaranya adalah Direktur Pengembangan Jeffrey Hendrik, Direktur Penilaian Perusahaan I Gede Nyoman Yetna, serta Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia Risa Effennita Rustam. Ada pula tim hubungan masyarakat BEI.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/30/6c85de55454214cc03577107d0c6d02c-1000449680.jpg)
Pada Kamis (29/1/2026) malam, Unit Relasi Media Sekretaris Perusahaan BEI mengirimkan undangan kepada wartawan. Agenda sebagaimana disebutkan dalam undangan adalah pertemuan terbatas untuk berkumpul dan berdiskusi bersama Direktur Utama BEI, Jumat pukul 08.30 WIB di Press Room BEI.
Namun, apa yang terjadi ternyata kemudian di luar dugaan wartawan, Iman mengundurkan diri dari jabatannya.
Untuk sementara akan ditunjuk pelaksana tugas (PLT) sampai direktur utama yang baru diangkat definitif.
Seusai menyampaikan hal tersebut, Iman juga menegaskan bahwa dokumentasi administrasi proses pengunduran diri akan diatur sesuai dengan anggaran dasar BEI. Untuk sementara akan ditunjuk pelaksana tugas (PLT) sampai direktur utama yang baru diangkat definitif.
”Mudah-mudahan indeks kita yang pagi ini dibuka membaik akan terus membaik di hari-hari berikutnya,” kata Iman.
Setelah menyampaikan pernyataan tersebut, Iman bersalaman dan berfoto bersama para wartawan. Tim dari humas yang mendampingi terlihat terkejut. Mereka mengaku baru mendengar langkah pengunduran diri itu pada saat konferensi pers.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/19/ecc7864f2f5c8146b8599b1c85ee33a5-20250819nut006.jpg)
Iman Rachman resmi ditetapkan sebagai Direktur Utama BEI periode 2022–2026 melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada 29 Juni 2022, menggantikan pendahulunya, Inarno Djajadi, yang kini menjabat di Otoritas Jasa Keuangan.
Jika sesuai jadwal, Iman Rachman bisa diganti ketika masa Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) BEI tahun ini pada Juni, sesuai tanggal pengangkatannya. Mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 58/POJK.04/2016, yang berisi masa jabatan Direksi dan Dewan Komisaris BEI, masa jabatan direktur utama BEI adalah 4 tahun sejak tanggal pengangkatan dan dapat diangkat kembali untuk periode berikutnya sesuai ketentuan.
Sebelumnya, Iman memiliki pengalaman panjang di berbagai posisi senior, termasuk sebagai Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha PT Pertamina (Persero). Ia juga pernah menjabat Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset (2019–2020), Direktur Keuangan PT Pelabuhan Indonesia II (2016–2018), dan Direktur Investment Banking di PT Mandiri Sekuritas (2003–2016).
Ia menamatkan pendidikan sarjana di Universitas Padjadjaran Bandung dan Master of Business Administration dari Leeds University Business School di Inggris.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/29/1c2a4e4d2d26e88f1341dc614eacee10-20260129_130217.jpg)
Pengumuman pengunduran diri itu terjadi dalam konteks longsornya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sedemikian dalam dalam dua hari terakhir. Penyebab utama kepanikan investor di pasar modal dipicu oleh pengumuman dari Morgan Stanley Capital International (MSCI), salah satu penyedia indeks pasar global terkemuka.
MSCI menyatakan kekhawatiran terhadap transparansi data kepemilikan saham dan mekanisme perdagangan efek di BEI. Jika BEI tidak segera membenahi catatan-catatan ini sebelum Mei 2026, pasar modal Indonesia berisiko turun status, dari emerging market menjadi frontier market.
Dalam sepekan hingga Kamis (29/1/2026), arus keluar bersih dana investor asing di pasar saham RI mencapai Rp 11,05 triliun.
Peringatan itu memicu aksi jual besar-besaran. IHSG jatuh hingga belasan persen dalam dua hari, sebelum mencatat pemulihan parsial. Dalam sepekan hingga Kamis (29/1/2026), arus keluar bersih dana investor asing di pasar saham RI mencapai Rp 11,05 triliun.
Kekhawatiran MSCI juga berkaitan dengan pembekuan penambahan konstituen indeks dan perlunya perbaikan metodologi free float saham untuk meningkatkan transparansi pasar. Dampak langsungnya, pasar modal Indonesia mengalami tekanan modal asing keluar dan penurunan kepercayaan investor dalam jangka pendek.
Penulis:
Erika KurniaEditor:
FX Laksana Agung SaputraPenyelaras Bahasa:
FX Sukoto