LIGA SPANYOL

Ditahan Imbang Girona, Inikah Akhir Pengejaran Trofi Real Madrid?

Real Madrid merugi seiring hasil imbang 1-1 kontra Girona. Barcelona berpeluang memperlebar jarak jadi sembilan poin jika memenangi Derbi Catalan.

11 Apr 2026 09:15 WIB · Olahraga

AP Photo/Manu Fernandez

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

MADRID, SABTU — Di saat waktu yang tersisa kian menipis, secara teori Real Madrid semestinya pantang membuang peluang mengejar Barcelona di puncak klasemen. Salah satu peluang merapatkan diri dengan Barca itu sirna menyusul hasil imbang 1-1 saat menjamu Girona, Sabtu (11/4/2026) dini hari WIB. Tidak heran, banyak yang mengaitkan hasil ini sebagai sinyal akhir pengejaran trofi Real.

Real memang bisa memangkas jarak dengan Barca dari tujuh menjadi enam poin. Hanya, perlu diingat, Barca masih belum memainkan laga Derbi Catalan melawan Espanyol. Selisih poin kedua tim bisa melebar jadi sembilan poin jika Barca memenangi derbi.

Melampaui selisih sembilan poin Barca di saat liga hanya menyisakan tujuh pekan terasa begitu berat bagi Real. Dalam waktu setipis itu, Real hanya bisa mengupayakan tampil konsisten sembari berharap Barca terus tergelincir. Harapan yang agaknya sulit terwujud mengingat performa positif Barca di Liga Spanyol yang sudah meraih enam kemenangan beruntun.

Apabila mampu tampil konsisten, Barca diperkirakan bisa mengunci gelar Liga Spanyol empat pekan kemudian atau pekan ke-35. Pada saat itu, Barca akan menjamu Real di Stadion Camp Nou. Mengambil analogi pengadilan, hasil imbang kontra Girona bisa diibaratkan tuntutan terhadap akhir pengejaran trofi Real. Dengan demikian, jika kalah di Camp Nou, itu adalah vonis yang mengikat.

Isu seputar akhir pengejaran trofi Real menjadi salah satu yang mengemuka pada konferensi pers pascalaga di Stadion Bernabeu, Madrid. Saat disinggung mengenai peluang Real melampaui perolehan poin Barca, Pelatih Real Alvaro Arbeloa menyampaikan, musim belum sepenuhnya berakhir untuk timnya.

Pemain Real Madrid Federico Valverde merayakan golnya ke gawang Girona pada laga Liga Spanyol di Madrid, Sabtu (11/4/2026) dini hari WIB. Laga berakhir imbang 1-1.

”Tidak. Saya akan merasakannya pada hari kami benar-benar kalah. Sampai kami kalah, kami akan terus berjuang. Jika kami kalah suatu hari nanti, satu-satunya hal yang tersisa bagi kami adalah tampil di setiap pertandingan untuk membela lambang kami dan memberikan citra terbaik. Ini adalah Real Madrid, dan sampai hari terakhir, kami harus berjuang,” kata Arbeloa.

Dalam konferensi pers itu pula Arbeloa mengungkapkan sedikit kekecewaannya terhadap keputusan wasit Javier Alberola yang tidak memberikan hadiah penalti kepada Real saat Kylian Mbappe terkena sikutan Vitor Reis pada pelipisnya. Insiden itu menyebabkan Mbappe terluka hingga mengalami perdarahan yang cukup serius.

Arbeloa menilai tindakan Reis itu sebagai pelanggaran berat. Dia turut merasa Real terus dirugikan dengan keputusan wasit, termasuk saat kalah 1-2 dari Real Mallorca pekan lalu.

”Bagi saya, itu penalti. Bahkan, di bulan pun itu penalti. Itu hanya satu lagi, satu minggu lagi. Itulah yang kami miliki dan itulah situasinya. Saya tidak mengerti, dan saya rasa tidak ada yang mengerti ketika VAR turun tangan. Saya membayangkan itu berguna kadang-kadang, dan ketika tidak, ya tidak. Insiden-insiden ini hanya memperkuat pendapat saya,” ujarnya.

Terlepas dari buruknya kepemimpinan wasit, Real tampil di bawah performa terbaiknya. Duet Vinicius Junior dan Kylian Mbappe di lini depan kembali diragukan setelah gagal mencetak gol di laga ini. Gol Real dilesakkan Federico Valverde melalui sepakan keras dari luar kotak penalti pada menit ke-51.

Pemain Real Madrid Kylian Mbappe (kanan) berbenturan dengan pemain Girona Vitor Reis pada laga Liga Spanyol di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Sabtu (11/4/2026) dini hari WIB. Laga berakhir imbang 1-1.

Kegembiraan Real hanya bertahan 11 menit. Thomas Lemar, pemain pinjaman Girona dari Atletico Madrid, menyamakan kedudukan juga dengan tendangan keras. Ia menembakkan bola ke sudut kiri bawah dari tepi kotak penalti Real yang sulit dihentikan kiper Andriy Lunin.

Meski lebih dominan sepanjang laga, Real harus menunggu lama untuk gol pembuka. Itu saja sudah merupakan bukti betapa duet Vinicius dan Mbappe tidak terkoneksi satu sama lain. Pergerakan serta sentuhan mereka tidak saling membuat nyaman.

Sepanjang laga, Real melepaskan hingga sembilan tembakan tepat sasaran, unggul jauh atas Girona (dua kali tembakan). Nilai harapan gol (xG) Real pun mencapai 2,22, yang berarti mereka setidaknya mampu mencetak dua gol.

”Saya tidak bisa khawatir tentang dua pemain (Mbappe dan Vinicius) yang memiliki statistik seperti itu. Mereka pasti dua dari empat atau lima pemain terbaik di dunia. Saya tidak bisa khawatir, sama sekali tidak. Kami perlu meningkatkan performa secara kolektif di banyak area, terutama melawan tim yang bermain bertahan, menyisakan sedikit ruang, dan tidak banyak menekan kami,” tutur Arbeloa.

Hasil ini merupakan hasil imbang pertama Arbeloa sebagai pelatih setelah mencatatkan 19 kemenangan dan enam kekalahan sejak mengambil alih tim pada Januari menyusul pemecatan Xabi Alonso. Kemenangan terakhir Real diraih pada 22 Maret dalam Derbi Madrid melawan Atletico, ketika Vinicius mencetak gol penentu kemenangan.

Hanya bisa bermain imbang melawan tim papan tengah seperti Girona di markas sendiri tentu bukan pertanda bagus bagi Real yang akan menantang Bayern Muenchen dalam lanjutan perempat final Liga Champions Eropa pekan depan. Namun, perlu diingat, Real adalah sosok berbeda setiap kali tampil di kompetisi antarklub Eropa paling bergengsi tersebut. (REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti