Diva Renatta Jayadi, "Diva" Loncat Galah dengan Rekornas Baru

Setelah meraih emas dan menajamkan rekornas, peloncat galah Indonesia, Diva Renatta Jayadi, bertekad terus meloncat lebih tinggi demi mencapai Olimpiade.

03 Apr 2025 19:28 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah

Peloncat galah Indonesia, Diva Renatta Jayadi, menandai dua ajang internasional perdananya tahun ini dengan raihan medali emas dan rekor nasional. Prestasi ini menguatkan tekad Diva untuk terus meloncat lebih tinggi demi menggapai panggung Olimpiade.

Pada ajang 2025 Taiwan International Indoor Pole Vault Meet di Caotun Vocational High School Gym, Nantou, 26 Maret 2025, Diva berhasil mencatatkan lompatan 4,00 meter. Capaian ini menyamai rekor nasional (rekornas) loncat galah dalam ruangan milik Desi Margawati yang dibuat pada tahun 2009.

Empat hari berselang, Diva kembali mencatatkan rekornas setelah meloncat setinggi 4,30 meter pada 2025 Nantou International Pole Vault Invitational Meet, di Sun Moon Lake. Atlet berusia 23 tahun ini menajamkan rekornas atas namanya sendiri yang ditorehkan pada PON Aceh-Sumut 2024 dengan catatan 4,20 meter.

Berkat keberhasilan mencapai 4,30 meter, Diva pun menyabet medali emas pada ajang tersebut. ”Saya sebenarnya tidak menyangka bisa meloncat segitu meskipun di latihan bisa. Tapi, di latihan dan perlombaan, kan, berbeda. Jadi, ada sedikit keraguan bisa mencapai tinggi segitu,” ucap Diva, Kamis (3/4/2025).

Atlet Lompat Galah putri Diva Renatta Jayadi mengikuti latihan di pelatnas atletik Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (15/10/2019). Diva merupakan satu-satunya atlet nomor lompat galah putri yang menjadi wakil dalam SEA Games 2019. Dalam ASEAN School Games (ASG) 2019 , atlet putri berusia 17 tahun ini berhasil memecahkan rekor kejuaraan ini dengan hasil lompatan dengan ketinggian 3,83 meter, melampaui rekor ASG 2014 yang dicetak oleh Jelita Nara Idea dengan ketinggian 3,60 meter.Kompas/Rony Ariyanto Nugroho (RON)15-10-2019

Kendati sempat ragu, Diva tetap mencoba mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Apalagi, atlet kelahiran 24 Januari 2002 ini memiliki target untuk menajamkan rekornya sendiri. Selain itu, dia juga melihat lawan tetap menampilkan aksi terbaik meski dalam kondisi perlombaan yang dingin, berkabut, dan angin kencang.

Menurut Diva, kondisi perlombaan nyaris sama dengan situasi di pemusatan latihan nasional atletik di Pangalengan, Jawa Barat. Alhasil, Diva tidak perlu banyak adaptasi. Hal itu pula yang menambah keyakinan Diva untuk mencoba meloncat lebih tinggi.

”Kalau saat latihan, kadang suka enggak enak, enggak masuk tekniknya. Kemarin berpikir untuk coba saja, nekat saja, toh aku yakin aku terbiasa dengan cuaca dingin dan berkabut, harusnya bisa jadi keunggulan aku,” tutur Diva.

Diva mengatakan, pencapaian di Taiwan merupakan hasil latihan intensf di pemusatan latihan nasional atletik sejak November atau selepas PON Aceh-Sumut 2024. Anak dari mantan pelari gawang nasional, Dedeh Erawati, dan peloncat galah nasional, Nunung Jayadi, ini, menjalani persiapan jangka panjang menatap SEA Games Thailand 2025 dan Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Quote

Aku ingin jadi atlet atletik putri pertama yang lolos Olimpiade lewat jalur kualifikasi.

Siluet pelompat DKI Jakarta Diva Renata saat gagal melewati tiang di cabang olahraga atletik nomor lompat tinggi galah putri di PON Aceh-Sumut 2024 di Stadion Madya Atletik Sumut Sport Center, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Rabu (18/9/2024). Pelompat DKI Jakarta Diva Renatta memecahkan rekor nasional dan PON dengan catatan lompatan 4.20 meter. KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK) 18-09-2024

Setelah debut di Asian Games Jakarta-Palembang 2018, Diva berharap bisa tampil kembali pada ajang multicabang terbesar se-Asia itu. Keinginan tersebut menjaga semangat dan motivasi Diva untuk terus menajamkan catatan loncatannya.

Diva ingin meloncat lebih tinggi, mempertajam rekornya sendiri, untuk menembus limit Asian Games dan pada akhirnya menembus limit Olimpiade. Pada Olimpiade Paris 2024, limit atau batas yang ditentukan bagi peloncat galah putri adalah 4,73 meter.

”Aku ingin jadi atlet atletik putri pertama yang lolos Olimpiade lewat jalur kualifikasi,” ujar atlet yang pernah tampil di Olimpiade Remaja Buenos Aires 2018 ini. Saat itu, dia lolos setelah meraih medali emas di kualifikasi Olimpiade Remaja zona Asia di Bangkok, Thailand, dengan catatan loncatan 3,60 meter.

Beberapa atlet putri yang tampil di Olimpiade, termasuk ibunda Diva, Dedeh Erawati, Alvin Tehupeiory, dan Maria Londa lolos via jalur wildcard. Tiket ini menggunakan kuota Universality Places, yakni jalur yang dikembangkan oleh Komite Olimpiade Internasional untuk membantu memastikan partisipasi para atlet Olimpiade dari negara-negara yang, melalui jalur kualifikasi normal, memiliki sedikit atau tidak ada perwakilan di Olimpiade tersebut.

Pelari putra Indonesia Lalu Muhammad Zohri (kiri) memacu kecepatan di lintasan pada round I nomor 100 meter putra Olimpiade Paris 2024 di Stade de France, Paris, Prancis, Sabtu (3/8/2024). Zohri gagal ke babak selanjutnya usai finis dengan catatan waktu 10,26 detik. ANTARA FOTO/NOC/Naif Muhammad Al as/wpa/aww.

Pada Olimpiade Paris 2024, satu-satunya wakil atletik Indonesia, Lalu Muhammad Zohri, juga tampil setelah mendapatkan kuota wildcard. Sprinter asal Lombok, Nusa Tenggara Timur, ini, tidak berhasil menembus limit yang ditentukan untuk lolos via jalur kualifikasi. Ini berbeda dengan Olimpiade Tokyo 2020 ketika Zohri lolos setelah menembus limit lari 100 meter.

Rekor-rekor lainnya

Di Taiwan, selain Diva, peloncat galah putra Idan Fauzan Richsan juga sukses menajamkan rekornas. Dengan lompatan 5,22 meter pada 2025 Taiwan International Indoor Pole Vault Meet, Idan memecahkan rekor atas namanya sendiri dengan 5,20 meter yang diukir pada 2024.

Pada 2025 Nantou International Pole Vault Invitational Meet, Idan belum berhasil membawa pulang medali seperti Diva. Idan harus puas dengan catatan loncatan 5,15 meter.

Sebelumnya, rekor juga diukur atlet atletik Indonesia lainnya pada disiplin jalan cepat pada ajang Kejuaraan Jalan Cepat Asia 20 kilometer 2025 di Nomi, Ishikawa, Jepang, 16 Maret lalu. Atlet jalan cepat Indonesia, Hendro Yap, menajamkan rekornas dengan catatan waktu 2 jam 49 menit 37 detik saat turun di nomor jalan cepat 35 km.

Atlet jalan cepat Indonesia, Hendro Yap mengitari kawasan Smart New World Qiantang River Green Belt dalam nomor 20 kilometer Asian Games Hangzhou 2022 di Provinsi Zhejiang, China, Jumat (29/9/2023). Hendro berada di urutan ke-9 dengan catatan waktu 1 jam 36 menit 17 detik, sementara emas diraih pejalan cepat tuan rumah, Zhang Jun dengan catatan waktu 1 jam 23 menit. KOMPAS/AGUS SUSANTO (AGS) 29-9-2023

Atlet jalan cepat terbaik Indonesia sekaligus Asia Tenggara ini melampaui rekornas sebelumnya 2 jam 53 menit 39 detik yang dia torehkan di Asian Games Hangzhou 2022 pada 2023. Tiga atlet lain yang berlomba pada nomor jalan cepat 20 km juga berhasil mencatatkan rekor pribadi terbaik atau personal best.

Halida Ulfah mencatat waktu 1 jam 50 menit 23 detik, menajamkan catatan sebelumnya 1 jam 51 menit 44 detik. Adapun Bayu Prasetyo finis dengan waktu 1 jam 30 menit 6 detik, meningkat dari 1 jam 36 menit 23 detik. Sementara itu, Angga Septiyan Prasetyo juga lebih cepat tujuh menit dengan catatan waktu 1 jam 30 menit 4 detik, lebih cepat dari rekor pribadi sebelumnya 1 jam 37 detik 47 menit.

”Pencapaian ini menunjukkan progres yang sangat positif bagi tim jalan cepat Indonesia di level internasional. Semoga, hasil ini menjadi pemacu semangat para atlet menuju SEA Games 2025 Thailand,” ujar Sekretaris Umum Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) Tigor Tanjung.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata