Djokovic Membungkam Penonton di Flushing Meadows

Djokovic menunjukkan diri masih bisa bersaing di level elite tenis profesional. Dia mencapai semifinal Amerika Serikat Terbuka, semifinal keempat Grand Slam 2025.

03 Sep 2025 13:36 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

NEW YORK, SENIN — Novak Djokovic bertanding di turnamen tenis Amerika Serikat Terbuka 2025 dalam usia 38 tahun dan (hanya) sebagai unggulan ketujuh. Namun, angka-angka tersebut tak bisa dianggap remeh karena Djokovic lolos ke semifinal.

Pada perempat final di Stadion Arthur Ashe, New York, Selasa (2/9/2025) waktu setempat atau Rabu (3/9/2025) pagi waktu Indonesia, dia bisa bertahan dalam pertandingan intensitas tinggi selama 3 jam 27 menit. Djokovic mengalahkan Taylor Fritz dengan skor 6-3, 7-5, 3-6, 6-4.

Kemenangan tersebut memupus harapan publik tuan rumah yang ingin melihat tunggal putra AS juara setelah Andy Roddick pada 2003. Setelah Djokovic memenangi dua set, suasana di Stadion Arthur Ashe lebih meriah ketika set ketiga berlangsung.

Untuk pertama kalinya, Fritz unggul lebih dari satu angka, yaitu 3-1, setelah mematahkan servis Djokovic pada gim keempat. Keunggulannya bertambah menjadi 4-1 saat mempertahankan servis pada gim berikutnya.

Sebagian besar penonton di stadion sama gembiranya dengan tim Fritz yang dipimpin pelatih senior, Paul Annacone, dan Michael Russell. Apalagi, pertandingan set keempat berjalan ketat hingga kedua petenis memiliki peluang sama untuk merebutnya.

Novak Djokovic (kiri) bersalaman dengan Taylor Fritz usai bertanding pada perempat final AS Terbuka di Flushing Meadow, New York City, Rabu (3/9/2025) pagi waktu Indonesia.

Antusiasme pendukung Fritz membuat wasit berulang kali menenangkan penonton yang masih bersuara ketika Djokovic akan melakukan servis. Apalagi, set keempat diwarnai drama pada gim kesepuluh ketika Fritz memegang servis.

Djokovic mendapat dua match point saat unggul 40-15. Pada posisi ini, kedua petenis bermain sangat hati-hati. Mereka ”sekadar” menahan reli selama mungkin, menanti lawan membuat kesalahan. Fritz, yang selalu gagal pada servis pertama, melakukan servis kedua dengan begitu pelan, seolah hanya ingin membuat bola asal masuk.

Fritz, yang memanfaatkan dukungan penonton sebagai sumber energi, merebut tiga poin beruntun dengan taktik tersebut. Dia tinggal membutuhkan satu poin untuk membuat skor menjadi 5-5.

Petenis ranking keempat dunia ini mendapat kesempatan besar saat Djokovic tak bisa mengejar bola yang dipukul melambung ke arah baseline oleh Fritz. Djokovic mati langkah karena dia dalam posisi di dekat net setelah mengembalikan dropshot. Namun, Fritz dan pendukungnya tertegun karena bola jatuh sedikit di luar garis belakang. Momen ini membuat deuce, 40-40, untuk kedua kalinya pada gim tersebut.

Dua kali unforced error dari Fritz membuat gim tersebut menjadi gim terakhir. Momen yang lebih menyakitkan adalah saat Fritz membuat double fault yang menentukan kemenangan lawan. Itu menjadi satu-satunya double fault Fritz pada set keempat.

US Open Tennis

Penonton terenyak, Fritz berjalan lesu untuk bersalaman dengan Djokovic, lalu melempar handuk di kursinya untuk melampiaskan kekesalahan. Di lapangan, Djokovic merayakan kemenangan dengan menari.

”Itu tarian untuk anak saya yang berulang tahun hari ini. Saya berusaha menirukan tarian dari film K-Pop Demon Hunters, yang diceritakan Tara beberapa bulan lalu. Semoga, saat dia bangun besok pagi dan melihat tarian tadi, dia tersenyum,” kata Djokovic.

Anak keduanya, Tara, berulang tahun kedelapan pada 2 September. Tak seperti pada momen Grand Slam lain, kedua anak Djokovic dan istrinya, Jelena, tak hadir di New York.

Selain kemenangan atas Fritz, yang merupakan kemenangan pada perempat final ke-64 di arena Grand Slam, Djokovic memberi Tara hadiah berupa tanda hati dengan kedua tangannya. Saat diwawancara setelah mengalahkan Jan-Lennard Struff pada babak keempat, Djokovic bercerita bahwa dia telah menyiapkan hadiah dan kejutan untuk pesta ulang tahun Tara meski dia tak berada di samping putrinya itu.

Semifinal keempat

Kemenangan pada perempat final AS Terbuka 2025 membuat Djokovic tak terkalahkan pada 11 pertemuan dengan Fritz. Itu menjadi kemenangan tak terkalahkan terbanyak keempat petenis Serbia tersebut setelah unggul 20-0 atas Gael Monfils dan 14-0 atas Jeremy Chardy.

Petenis lain yang kalah lebih banyak dari Fritz saat melawan Djokovic adalah Milos Raonic dan Andreas Seppi. Mereka, masing-masing, kalah 12 kali.

Novak Djokovic melakukan pukulan saat menghadapi Taylor Fritz pada perempat final AS Terbuka di Flushing Meadow, New York City, Rabu (3/9/2025) pagi waktu Indonesia.

Statistik tersebut dinilai Djokovic bisa memunculkan pemikiran bercabang. Dia bisa sangat percaya diri saat melawan petenis-petenis itu, tetapi pada saat yang sama harus sangat waspada.

Ketika melawan Fritz, Djokovic menyalakan alarm waspada itu, apalagi ketika persaingan set keempat berjalan ketat. Dia mengantisipasi tumbuhnya kepercayaan diri Fritz setelah memenangi set ketiga.

”Saya hanya berusaha bertahan. Gim terakhir pada pertandingan tadi bisa menjadi milik siapa saja, sangat menegangkan. Saya bangga bisa bertahan,” kata Djokovic.

Sementara, Fritz berpendapat bahwa ada satu hal yang membedakan petenis besar seperti Djokovic dengan petenis lain, yaitu kemampuan mendapat poin pada momen kritis. Djokovic bisa bertahan pada momen tersebut, seperti yang diperlihatkan gim terakhir.

Selain itu, meski kesulitan mengantisipasi servis Fritz pada set ketiga, Djokovic tampil dengan permainan yang lebih variatif. Dia mengecoh lawan atau mendapat poin dari servis, pengembalian servis, groundstroke dari baseline, dan dropshot yang mengubah ritme permainan.

Taylor Fritz berusaha mengembalikan bola saat menghadapi Novak Djokovic pada perempat final AS Terbuka di Flushing Meadow, New York City, Rabu (3/9/2025) pagi waktu Indonesia.

Adapun di seberang net, permainan Fritz cenderung monoton. Sebelum mendapat momentum yang lebih baik pada set ketiga, Fritz hanya mengandalkan pukulan keras dari baseline.

Kemampuan teknis, ketangguhan mental, dan sikap yang selalu menikmati kompetisi membuat Djokovic unggul atas petenis yang hampir semua lebih muda darinya. Motivasinya berlipat saat tampil di persaingan Grand Slam.

Pada tahun ini, Djokovic selalu lolos ke semifinal Grand Slam walaupun tak termasuk unggulan empat besar. Petenis yang selalu bersamanya pada fase tersebut hanyalah Jannik Sinner.

Di antara petenis peringkat sepuluh besar dunia lainnya, petenis nomor satu dunia itu menjadi satu-satunya yang unggul dalam statistik pertemuan dengan Djokovic, yaitu 6-4. Dia mengalahkan Djokovic dalam lima pertemuan terakhir sejak semifinal Piala Davis 2023. Tahun ini, Djokovic kalah dari petenis Italia berusia 24 tahun tersebut di semifinal Grand Slam Perancis Terbuka dan Wimbledon.

Sinner, yang akan melawan Lorenzo Musetti pada perempat final, menjadi salah satu dari dua petenis yang menyulitkan Djokovic dalam tiga tahun terakhir. Petenis lainnya adalah Carlos Alcaraz yang akan menjadi lawan di semifinal. Pada perempat final, Alcaraz mengalahkan Jiri Lehecka 6-2, 6-2, 6-4.

Carlos Alcaraz melakukan pukulan saat menghadapi Jiri Lehecka pada perempat final AS Terbuka di Flushing Meadow, New York City, Selasa (2/9/2025) pagi waktu Indonesia.

Djokovic unggul 5-3 atas Alcaraz, termasuk menang dalam dua pertemuan terakhir, di final Olimpiade Paris 2024 dan perempat final Australia Terbuka 2025. Namun, Alcaraz berada dalam kondisi lebih bugar dalam persaingan di Flushing Meadows. Dia lolos ke semifinal tanpa kehilangan satu set pun.

Petenis Spanyol ini menilai bahwa dia bermain hampir sempurna saat berhadapan dengan Lehecka. Rangkaian kemenangan dalam lima babak meningkatkan rasa antusiasnya untuk menjalani semifinal, Jumat waktu setempat.

Lehecka tiga kali berhadapan dengan Alcaraz sebelum bertemu di Flushing Meadows, salah satunya menghasilkan kemenangan pada perempat final ATP 500 Doha. ”Di pertandingan tadi, Carlos bermain dengan versi berbeda, versi Grand Slam. Dia membuktikan diri sebagai salah satu favorit juara,” kata Lehecka yang gagal mencapai semifinal pertamanya di Grand Slam.

Alcaraz unggul dalam hal teknis, seperti melakukan groundstroke keras, akurasi dan arah pukulan yang sulit dikembalikan, hingga mendapat winner dari pukulan ”ajaib” berupa passing shot. Dia empat kali mendapat poin dari sembilan break point, sedangkah Lehecka tak sekalipun mendapat kesempatan mematahkan servis lawan.

Kemampuan tersebut diiringi dengan sikap mental yang bisa membuat lawan terintimidasi. Pada setiap pertandingan, Alcaraz membawa pola pikir bahwa selelah apa pun, dia tak boleh menunjukkan itu pada lawan.

APTOPIX US Open Tennis

”Jika Anda memperlihatkan dalam kondisi bugar, bisa bermain dua, tiga jam, atau lebih, bisa menahan reli panjang, itu akan membuat lawan berpikir bahwa dia akan menghadapi tantangan sulit. Ketika berjalan di antara poin pun, saya memperlihatkan diri bahwa saya fit,” tutur petenis ranking kedua dunia tersebut.

Semifinal ”gratis” Sabalenka

Pada persaingan tunggal putri, laga ideal akan terjadi pada salah satu semifinal, yaitu antara unggulan teratas, Aryna Sabalenka, dan Jessica Pegula (4). Mereka adalah petenis dengan posisi dua unggulan teratas pada paruh atas undian.

Adapun dua tiket semifinal di paruh bawah undian akan diperebutkan pada perempat final Rabu waktu setempat. Unggulan kedua, Iga Swiatek, akan berhadapan dengan Amanda Anisimova, sementara Karolina Muchova melawan dua kali juara AS Terbuka, Naomi Osaka.

Sabalenka mendapat tiket semifinal dengan ”gratis” setelah lawannya, Marketa Vondrousova, batal bertanding. Juara Wimbledon 2023 itu kesulitan mengatasi rasa sakit di lutut, yang memang dalam kondisi cedera, saat menjalani pemanasan sebelum pertandingan.

Video dari ESPN memperlihatkan Vondrousova yang kesakitan dan meninggalkan lapangan latihan sambil menangis. ”Saya berusaha keras untuk bertanding pada hari ini, tetapi rasa sakit di lutut terasa lagi saat pemanasan. Setelah berdiskusi dengan dokter turnamen, kami memutuskan untuk tidak mengambil risiko yang bisa memperparah cedera. Saya berterima kasih atas semua dukungan dan meminta maaf kepada fans,” tutur Vondrousova.

APTOPIX US Open Tennis

Sementara, Sabalenka menyesali kondisi yang terjadi pada Vondrousova. ’Rasanya sulit melihat kondisi petenis yang seharusnya bertanding seperti itu. Saya menyesal atas kondisi Marketa dan tahu bahwa ini sangat menyakitkan baginya,” kata tulis Sabalenka dalam Instagram.

Sabalenka akan menjalani semifinal untuk kelima kali beruntun di AS Terbuka dengan melawan Jessica Pegula yang menang atas Barbora Krejcikova 6-3, 6-3. Semifinal yang akan berlangsung Kamis menjadi ulangan final AS Terbuka 2024 yang dimenangi Sabalenka 7-5, 7-5.

Jika menang, Sabalenka mempertahankan peluang mendapat gelar pertama dari Grand Slam pada tahun ini setelah kalah di final Australia Terbuka (dari Madison Keys) dan Perancis Terbuka (Cori Gauff). Adapun Pegula membuka kembali kesempatan menjuarai Grand Slam untuk pertama kalinya setelah AS Terbuka 2024.

Tiket semifinal lain pada tunggal putri akan diperebutkan melalui perempat final antara Iga Swiatek dan Amanda Anisimova serta Naomi Osaka melawan Karolina Muchova. (AP/REUTERS)

Pertemuan Djokovic dan Petenis Ranking 10 Besar

Melawan Jannik Sinner (ranking pertama): 4-6

Melawan Carlos Alcaraz (2): 5-3

Melawan Alexander Zverev (3): 9-5

Melawan Taylor Fritz (4): 11-0

Melawna Jack Draper (5): 1-0

Melawann Ben Shelton (6): 1-0

Melawan Alex de Minaur (8): 3-1

Melawan Karen Khachanov (9): 9-1

Melawan Lorenzo Musetti (10): 8-1


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan