Djokovic Mencari Momentum di Madrid Masters

Novak Djokovic tampil di Madrid Masters setelah kalah pada babak awal di Monte Carlo. Dia berusaha beradaptasi dengan lapangan tanah liat sebelum Perancis Terbuka.

26 Apr 2025 12:11 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

MADRID, SABTU — Awal musim kompetisi di lapangan tanah liat bukan momen yang baik bagi Novak Djokovic. Dia pun tak memasang target tinggi dalam turnamen ATP Masters 1000 Madrid, tetapi ”hanya” mencari satu kemenangan untuk bisa membangun momentum.

Djokovic akan bertanding dalam turnamen Madrid Masters di Caja Magica, Madrid, Spanyol, 22 April-4 Mei, dan memulai pertandingan pada babak kedua setelah mendapat bye di babak pertama. Dia akan berhadapan dengan Matteo Arnaldi pada Sabtu (26/4/2025) sore waktu setempat.

Djokovic bermain di Madrid setelah kalah pada laga pertama turnamen lapangan tanah liat lainnya, Monte Carlo Masters, 6-13 April. Seperti di Madrid, sebagai salah satu petenis unggulan, Djokovic langsung tampil pada babak kedua di Monte Carlo. Dia berhadapan dengan Alejandro Tabillo dan kalah dengan skor 3-6, 4-6.

Itu menjadi kekalahan kedua pada laga awal Djokovic dalam turnamen ATP Masters 1000 pada 2025. Sebelumnya, dia juga kalah pada babak kedua di Indian Wells Masters dari Botic van de Zandschulp. Hanya di Miami Masters, mantan petenis nomor satu dunia itu bisa melangkah jauh hingga ke final. Akan tetapi, peluang untuk mendapat gelar juara ke-100 dalam kariernya digagalkan petenis Ceko berusia 19 tahun, Jakub Mensik.

Maka, ketika ditanya apa yang ingin dicapai dalam turnamen di Madrid, Djokovic memiliki jawaban sederhana. ”Saya ingin memenangi, setidaknya, satu pertandingan dan bisa membangun momentum dari itu,” kata Djokovic dalam wawancara dengan staf Asosiasi Tenis Profesional (ATP).

Novak Djokovic saat berlatih menjelang tampil di turnamen ATP Masters 1000 Madrid, Kamis (24/4/2025).

Momentum yang dimaksudnya adalah dalam hal penampilan di lapangan tanah liat, kesiapan mental, serta adaptasi dengan berbagai situasi di lapangan. Ini karena Djokovic baru tampil lagi di Madrid setelah terakhir kali bermain pada 2022. Saat itu, dia kalah di semifinal dari Carlos Alcaraz yang absen di Madrid Masters 2025 karena cedera hamstring kiri.

Petenis yang memiliki 24 gelar juara Grand Slam itu harus membangun momentum tersebut agar bisa bersaing di arena Grand Slam Perancis Terbuka, turnamen puncak di lapangan tanah liat. Selain Alcaraz sebagai juara bertahan, Perancis Terbuka akan diikuti lagi Jannik Sinner yang absen dari turnamen pada 9 Februari-4 Mei karena menjalani skors kasus doping.

Bermain di lapangan tanah liat berbeda dengan lapangan keras yang memberi hasil semifinal Australia Terbuka dan final Miami Masters bagi Djokovic. Dia harus membiasakan diri bergerak dengan cara meluncur dan memukul bola dengan pantulan tinggi dan lambat. Sebagai dampak dari karakter lapangan yang lambat itu, Djokovic pun harus mengantisipasi laga panjang karena perebutan setiap poin cenderung berlangsung lebih lama dibandingkan permainan di lapangan keras.

”Saya ingin bisa mengimbangi petenis-petenis terbaik di sini untuk mencapai performa pada level yang tinggi di Roland Garros,” kata Djokovic, juara Perancis Terbuka 2016, 2021, dan 2023.

Petenis yang akan berusia 38 tahun pada 22 Mei itu sudah sering kalah bersaing dari barisan petenis muda, terutama Alcaraz dan Sinner. Djokovic bahkan tak mendapat gelar juara Grand Slam dan ATP Masters 1000 pada 2024.

Serbia's Novak Djokovic looks on during a training session at the 2025 ATP Tour Madrid Open tennis tournament in Madrid, on April 24, 2025. (Photo by Thomas COEX / AFP)

Akan tetapi, petenis Serbia itu masih bisa menunjukkan diri sebagai yang terbaik ketika meraih medali emas Olimpiade Paris 2024. Medali yang melengkapi koleksi gelarnya dari ajang besar itu didapat di lapangan tanah liat Roland Garros, tempat berlangsungnya Perancis Terbuka.

Dari pertandingan yang berlangsung Jumat, hampir semua petenis unggulan di paruh atas undian memenangi babak kedua. Kemenangan didapat juara Madrid Masters 2018 dan 2021 yang menjadi unggulan teratas, Alexander Zverev. Petenis Jerman ini menang atas Roberto Bautista Agut, 6-2, 6-2 dan akan berhadapan dengan Alejandro Davidovich Fokina di babak ketiga.

Kemenangan didapat unggulan lainnya, seperti Taylor Fritz (3), Ben Shelton (12), dan Casper Ruud (14). Juara bertahan, Andrey Rublev (7), dan Daniil Medvedev (9) memperoleh kemenangan walkover (WO) atas Gael Monfils dan Lasio Djere yang mundur sebelum bertanding. Sementara, juara ATP 500 Barcelona, Holger Rune (8), kalah dari Flavio Cobolli.

Kebingungan Sabalenka

Unggulan sepuluh besar tunggal putri di tempat yang sama, juga, memenangi babak kedua. Aryna Sabalenka (1), Jessica Pegula (3), Jasmine Paolini (6), dan Elena Rybakina (10) mengalahkan lawan, masing-masing, dalam pertandingan dua set.

Spain Tennis Madrid Open

Sabalenka, yang menang 6-3, 6-4 atas Anna Blinkova, mengatakan, dia masih beradaptasi dengan permainan di lapangan tanah liat meski telah bersaing di WTA 500 Stuttgart, sepekan sebelumnya.

”Berbeda dengan di lapangan keras, saya memiliki waktu untuk berpikir di lapangan tanah liat karena permainannya lambat. Namun, saya tidak tahu apakah bermain di tanah liat bisa dikatakan lebih mudah atau tidak karena terkadang, saya masih bingung untuk menyesuaikan diri,” katanya dalam laman resmi WTA.

Petenis nomor satu dunia itu kalah dari Jelena Ostapenko di final Stuttgart. Dia berharap bisa menaikkan level permainannya di Madrid dalam turnamen berkategori lebih tinggi, yaitu WTA 1000. Apalagi, Sabalenka memiliki rekam jejak yang baik di Madrid dengan menjadi juara pada 2021 dan 2023, sebelum kalah dari Iga Swiatek dalam final 2024. (AFP/AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji