BerandaOlahragaDoa Ibu, Jurus Rahasia Ed...

Doa Ibu, Jurus Rahasia Edgar Xavier Marvelo Raih Perak ”Changquan”

Doa ibu menjadi rahasia di balik kesuksesan Edgar Xavier Marvelo meraih perak wushu dari nomor ”changquan” di Asian Games 2022. Edgar pun tercatat sebagai penyumbang perak pertama Indonesia di Asian Games ke-19 itu.

25 Sep 2023 05:00 WIB · Olahraga

Oleh ADRIAN FAJRIANSYAH

Atlet wushu Edgar Xavier Marvelo, yang turun di nomor <i>changquan</i> putra Asian Games Hangzhou 2022, menyapa penonton di Xiaoshan Guali Sports Centre di Kota Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China, Minggu (24/9/2023). Edgar meraih perak.

Doa ibu adalah rahasia di balik kesuksesan atlet wushu Edgar Xavier Marvelo meraih medali perak nomor perlombaan changquan alias jurus tangan kosong aliran utara Asian Games Hangzhou, China 2022. Berkat restu dan dukungan itu, Edgar bangkit dari rasa pesimistis untuk menjadi penyumbang perak pertama kontingen Indonesia dalam pesta olahraga Asia edisi ke-19 tersebut.

”Sebulan lalu, saya mengalami cedera saraf terjepit sehingga harus menjalani operasi di Jakarta. Bisa dibilang, persiapan saya untuk ke Asian Games sangat singkat. Saya baru bisa berlatih kembali dua minggu lalu dan mulai maksimal hanya empat hari terakhir. Sisanya, sumber kekuatan saya hanya doa dari mama, pacar, dan orang terdekat lainnya,” ujar Edgar seusai perlombaan yang berlangsung di Xiaoshan Guali Sports Hangzhou, Minggu (24/7/2023).

Skor 9,786 poin terpampang di layar besar yang berada di dua sisi arena Xiaoshan Guali Sports Hangzhou, Minggu pagi, setelah Edgar menampilkan jurus-jurus andalannya selama kurang lebih 1 menit 30 detik. Seketika, Edgar menggeramkan wajahnya, berteriak, dan mengepalkan kedua tangan ke arah langit.

Tak lama, Edgar bersimpuh dan menangis di pinggir arena pertandingan sebelum bersalaman dan memeluk Zhang Yue Ning, pelatih asal China yang telah melatih pelatnas wushu Indonesia sejak 2011. Bukan sekadar karena berhasil memastikan diri meraih perak, Edgar tak kuasa menahan haru karena sukses memenangi sejumlah pertarungan hidup yang dialaminya beberapa tahun terakhir.

Edgar sempat mengalami pasang-surut karier. Ada dua momen yang cukup berat untuk dihadapinya. Yang pertama adalah saat dia gagal meraih medali dalam SEA Games Vietnam 2021. Padahal, dirinya berstatus peraih perak changquan Asian Games Jakarta-Palembang 2018, serta peraih emas doashu (jurus pedang aliran utara) plus gunshu (jurus toya aliran utara) dan emas duilian (jurus yang dimainkan dua-tiga orang dengan koreografi duel) SEA Games Filipina 2019.

”Saat itu, persiapan saya untuk SEA Games 2021 memang sangat singkat dan juga terkena Covid-19. Di situ, saya mulai mempertanyakan diri sendiri. Kegagalan itu benar-benar menampar diri saya, buat apa sih saya seperti ini? Saya jadi tidak percaya diri, tetapi ada mama (Maria Cecilia Nureka), pacar (Michelle Elizabeth), dan keluarga besar yang terus menguatkan,” katanya.

Peraih medali emas dari China Sun Peiyuan (tengah), peraih medali perak dari Indonesia Edgar Xavier Marvelo (kiri), dan peraih medali perunggu dari Makau Song Chi-kuan (kanan) berpose di podium seusai lomba wushu pada nomor<i> changquan</i> putra pada Asian Games Hangzhou 2022, Minggu (24/9/2023) di Hangzhou.

Setelah yakin bahwa kegagalan itu bukan berarti kegagalan untuk selamanya, Edgar coba melupakan pengalaman pahit itu dan memulai lembaran baru dalam kariernya. Motivasi atlet kelahiran Jakarta, 16 Desember 1998, itu perlahan tumbuh seperti sedia kala.

Baca juga: Jurus Menahan Sakit Mengantarkan Edgar Xavier Marvelo Raih Perak Nomor ”Changquan”

”Itu yang membuat saya bangkit, bisa kembali seperti saya yang dahulu. Puji Tuhan, berkat itu saya bisa meraih emas (changquan) dan perak (daoshu + gunshu) di SEA Games Kamboja 2023, serta merebut dua perak (dari chanqguan dan daoshu) di Universiade (Chengdu, China 2021, pada Juli lalu),” ungkap Edgar.

Selepas momen manis itu, karier Edgar tidak berjalan mulus-mulus saja. Dia mengalami cedera pinggang belakang parah seusai Universiade. Itu adalah cedera kambuhan yang mulai dirasakannya sejak 2017. Sebelumnya, dia selalu berusaha untuk menahan rasa sakit tersebut.

Namun, kali ini, Edgar mengaku tidak sanggup lagi untuk menahan sakit. Karena itu, mau tidak mau dia harus melakukan tindakan medis berupa operasi. ”Waktu itu, saya tidak bisa apa-apa. Berdirinya cuma bisa bungkuk. Kalau mau berdiri tegak, rasanya sakit sekali. Sakitnya tidak bisa ditahan lagi,” tuturnya.

Ketika akan dilakukan tindakan bedah, dokter yang memeriksa mendapati ternyata cedera itu bukan hanya karena saraf terjepit. Cedera itu turut disebabkan oleh pertumbuhan tulang yang tidak ideal karena tulang di bagian itu pernah patah, dibiarkan, dan akhirnya tumbuh serta menyatu sendiri. ”Ternyata, semua itu berdampak dan kompensasinya untuk diri saya sangat luar biasa,” ujar Edgar.

Quote

Ketika akan dilakukan tindakan bedah, dokter yang memeriksa mendapati ternyata cedera itu bukan hanya karena saraf terjepit.

Untuk melakukan operasi itu, Edgar harus meninggalkan pemusatan latihan pelatnas wushu di Tianjin, China, yang telah dimulai sejak tiga bulan lalu. Edgar melakukan operasi di Jakarta agar ada keluarga yang merawatnya.

Keputusan operasi menimbulkan dilema besar untuk Edgar. Hal itu membuat dirinya mesti istirahat sejenak dan baru bisa kembali berlatih sekitar dua minggu lalu. Latihannya pun cenderung tidak optimal karena efek pascaoperasi masih sesekali menimbulkan rasa nyeri.

Salah satu imbasnya, Edgar tidak sempat lagi untuk mematangkan gerakan lompatan balik badan yang adalah salah satu jurus yang akan ditampilkannya dalam Asian Games 2022. Dengan tingkat kesulitan yang tinggi, lompatan balik badan bisa memberikan skor besar untuk membuka asa merebut medali di level Asia. ”Saya terakhir kali mencoba lompatan balik badan dua bulan lalu di Universiade,” ucapnya.

Atlet Wushu Indonesia Marvelo Edgar Xavier tampil pada nomor <i>taolu </i>putra pada Asian Games Hangzhou 2022, Minggu (24/9/2023), di Hangzhou. Edgar meraih medali perak pada nomor tersebut

Di sini, Edgar kembali mempertanyakan kapasitas dirinya. Dia terus dihantui keraguan dalam menatap Asian Games 2022. Beruntung, orang-orang terdekat selalu setia memberikan dukungan, terutama dari ibu. Bahkan, salah satu pesan dari ibunya berefek instan untuk mengangkat motivasinya dalam sekejap.

”Sampai 11 September kemarin, saya masih ragu dengan diri saya, bisa tidak saya memberikan yang terbaik dengan persiapan yang tidak optimal ini. Tapi, mama berpesan bahwa saya pasti bisa. Itu selalu terngiang dalam pikiran saya. Bagi saya, kalau orangtua sudah mengatakan pasti bisa, hal itu pasti bisa terjadi,” kenang Edgar dengan mata berkaca-kaca dan suara bergetar karena menahan haru.

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Wushu Indonesia Ngatino Mento Salim menyampaikan, Edgar adalah atlet yang punya tekad kuat. Terbukti, dalam kondisi fisik yang tidak sepenuhnya bugar, Edgar tetap berusaha keras untuk memberikan yang terbaik bagi Indonesia.

Tekad Edgar diharapkan menjadi teladan yang menular kepada 11 atlet wushu Indonesia lainnya. Prestasi Edgar diharapkan bisa menjadi pembuka jalan emas untuk tim wushu ”Merah Putih” yang sedikitnya ingin mencuri satu emas dari ”Negeri Tirai Bambu”, tempat kelahiran olahraga bela diri tersebut.


Kerabat Kerja

Penulis:

ADRIAN FAJRIANSYAH
 | 

Editor:

PRASETYO EKO PRIHANANTO