Dokumen Epstein, Tudingan Kelam Musk pada Trump

Epstein diduga menyimpan video tidak senonoh para pesohor dan pejabat. Trump mengaku pernah dekat dengan Epstein.

08 Jun 2025 17:00 WIB · Internasional

Oleh Iwan Santosa

Dalam politik Amerika Serikat, salah satu noda terkelam disebut ada dalam Dokumen Epstein. Orang terkaya di dunia, Elon Musk, menuding salah seorang paling berkuasa di dunia, Donald Trump, ada dalam dokumen itu.

Trump marah besar dengan tudingan itu. Dalam wawancara dengan NBC pada Sabtu (7/6/2025) waktu New York atau Minggu dini hari WIB, Presiden Amerika Serikat itu menyebut hubungannya dengan Musk sudah selesai.

Bahkan, ia mengancam Musk kalau bos Tesla itu sampai mendukung politisi Demokrat pada pemilu 2026. ”Saya tidak berniat berbicara dengan dia,” kata Trump.

Jeffrey Edward Epstein dan kenalannya menjadi salah satu topik kontroversial di AS. Epstein dikenal sebagai orang penting dan berkuasa yang memiliki lingkungan pergaulan dengan kalangan superkaya dan berkuasa.

Tudingan relasi Trump-Epstein dilontarkan Musk pada Kamis (5/6/2025) lewat media sosial. Menurut dia, Trump ada di Dokumen Epstein. Pada Sabtu, unggahan itu telah dihapus. Walakin, unggahan itu terlanjur memicu perdebatan selama berpuluh tahun.

Quote

Saya mendesak Departemen Kehakiman menyiarkan seluruh Dokumen Epstein.

Dalam sejumlah kesempatan, Trump tidak menyangkal pernah dekat dan sering berinteraksi dengan Epstein. Di sisi lain, ia menekankan pula telah lama tidak berbicara dengan Epstein.

Trump juga mengaku Epstein kerap menginap di beberapa hotel dan kasinonya. Meski demikian, ia menyebut hubungan mereka tidak akrab. ”Sempat dekat, tetapi kemudian renggang dan tidak pernah berkontak sama sekali,” katanya pada 2019.

FILE PHOTO:    U.S. financier Jeffrey Epstein appears in a photograph taken for the New York State Division of Criminal Justice Services' sex offender registry March 28, 2017 and obtained by Reuters July 10, 2019.  New York State Division of Criminal Justice Services/Handout via REUTERS. THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY.        NO RESALES. NO ARCHIVES.

Pada hari Musk melontarkan tudingan kepada Trump, sejumlah anggota DPR AS menyurati Jaksa Agung AS Pamela Bondi. Robert Garcia dan Stephen F Lynch, anggota DPR AS dari Partai Demokrat, meminta dokumen Epstein diungkap sepenuhnya kepada publik.

Dilaporkan majalah Time pada Sabtu (7/6/2025), mereka juga mengedarkan siaran pers berjudul ”Apakah Trump Memberangus Dokumen Epstein?”.

Gedung Putih menanggapi tudingan itu dengan pernyataan: tudingan lain yang tidak berdasar fakta. Pada Februari 2025, beberapa hari setelah Trump dilantik, Bondi telah menyiarkan sebagian dari Dokumen Epstein.

Sebagian lain disiarkan pada 2019. Hanya, dokumen itu tidak mengungkap bukti yang memberatkan para pesohor dan pejabat sejumlah negara.

”Saya meminta penyiaran seluruh Dokumen Epstein sebulan lalu karena saya curiga (Jaksa Agung Bondi) menutupi dokumen itu demi melindungi Donald Trump,” kata anggota DPR AS, Dan Goldman.

Selepas unggahah Musk, ia mengklaim kecurigaannya terbukti. Kolega Goldman di DPR AS, Ted Lieu, juga menyatakan semakin yakin nama Trump bertebaran dalam Dokumen Epstein.

”Saya mendesak Departemen Kehakiman menyiarkan seluruh Dokumen Epstein. Apa yang disembunyikan pemerintahan Trump,” kata Lieu.

Mantan pengurus Partai Republik, Tim Miller, juga meminta hal serupa. ”Rakyat Amerika berhak tahu apakah presiden kita paedofil atau bukan,” ujarnya.

Siapa Epstein?

Epstein tidak pernah lulus kuliah. Ia belajar matematika di beberapa perguruan tinggi sebelum akhirnya berhenti tanpa dapat ijazah pada 1974. Meski demikian, pria kelahiran Brooklyn, New York, pada 1953 dari keluarga Yahudi itu pernah jadi guru di Manhattan, New York. Ia diberhentikan karena dugaan pencabulan pada sejumlah siswi.

Setelah itu, ia masuk bank investasi Bear Stearns dan kariernya terus menanjak hanya dalam empat tahun. Ia diberhentikan dari bank itu karena melanggar aturan otoritas jasa keuangan dan bursa AS.

Namanya kembali disebut dalam kasus industri keuangan pada 1993. Waktu itu ada kasus penipuan ponzi yang dikenal sebagai kasus Towers Financial Corp. Epstein tidak pernah didakwa dalam kasus yang merugikan nasabah senilai 450 juta dollar AS itu.

Waktu kasus itu meledak, Epstein telah jadi bagian pergaulan atas. Setahun sebelum kasus itu meledak, ia terekam disambut Trump di salah satu satu propertinya. Waktu itu, Trump dikenal sebagai raja properti AS dan salah satu orang terkaya AS.

Kekayaan dan akses Epstein, antara lain, bersumber dari Intercontinental Assets Group Inc (IAG) yang didirikan pada 1981. Lembaga konsultansi itu fokus menyediakan pendampingan pengusaha yang ditipu pengacara dan pialang.

Klien dan koneksinya antara lain sosialita Spanyol, Ana Obregón, dan pedagang senjata Arab Saudi, Adnan Khashoggi. Relasi dengan Khashoggi menjadi salah satu petunjuk koneksi Epstein dengan pelaku industri pertahanan dan intelijen.

Dalam berkas kasus di AS pada 2008 terungkap, Epstein punya paspor beberapa negara. Fotonya sama, hanya namanya berbeda. Paspor-paspor itu jadi bahan dugaan ia agen intelijen.

Ada laporan ia bekerja untuk Mossad, badan intelijen Israel, dengan tugas berhubungan dan memengaruhi para tokoh dunia lewat berbagai cara. Termasuk dengan pemerasan lewat video-video tidak senonoh.

(FILES) This undated trial evidence image obtained December 8, 2021, from the US District Court for the Southern District of New York shows British socialite Ghislaine Maxwell and US financier Jeffrey Epstein. A New York judge began to unseal January 3, the identities of people linked in court documents to Jeffrey Epstein, the US financier who killed himself in 2019 as he awaited trial for sex crimes. The initial tranche includes 40 previously undisclosed documents with almost 1,000 pages of depositions and statements, with the final library of documents expected to name prominent individuals. (Photo by Handout / US District Court for the Southern District of New York / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT "AFP PHOTO / US District Court for the Southern District of New York" - NO MARKETING - NO ADVERTISING CAMPAIGNS - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS

Selain IAG, Epstein mendirikan sejumlah perusahaan lain yang mengklaim punya klien beraset miliaran dollar AS. Nyaris tidak ada bukti kuat untuk mendukung klaim itu.

Pada 2008, Epstein lagi-lagi tersangkut kasus kejahatan keuangan. Lagi-lagi, ia bebas. Ada dugaan, ia bisa bebas karena punya rekaman perilaku tidak senonoh para pejabat dan pesohor.

Dalam salah satu kasus kenalannya, Pangeran Andrew dari Inggris, terungkap Epstein selalu memasang kamera tersembunyi di properti dan kendaraannya. Dari kamar rumah sampai kabin pesawat. Di sana pula, para pejabat dan pesohor berbuat tidak senonoh, seperti berhubungan badan dengan anak di bawah umur atau mengonsumsi narkoba.

Rekaman itu, berikut buku tamu dan aneka catatan Epstein, diduga dipakai untuk memeras pejabat dan pesohor dari banyak negara. Bondi tidak secara langsung menyebut rekaman video para pejabat dan pesohor. ”Ada puluhan ribu video,” kata Bondi soal sitaan dari Epstein.

Pada masa jabatan pertama Trump, Epstein ditangkap atas dugaan keterlibatan dalam perdagangan manusia dan kejahatan seksual. Pada 10 Agustus 2019, ia ditemukan tewas di dalam selnya. Keterangan resminya, ia bunuh diri. Banyak yang tidak percaya…. (AP/AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Iwan Santosa
 | 

Editor:

Kris Mada
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti