Indonesia diwakili tiga ganda putra dalam turnamen bulu tangkis Australia Terbuka. Semuanya lolos ke semifinal.
21 Nov 2025 16:23 WIB · Olahraga
Humas PP PBSI
SYDNEY, JUMAT — Ganda putra Indonesia mendominasi turnamen bulu tangkis Australia Terbuka dengan lolosnya tiga pasangan ke semifinal. Salah satu di antara mereka adalah Raymond Indra/Nikolaus Joaquin yang baru kali ini tampil pada turnamen BWF World Tour Super 500 dan menyingkirkan unggulan ketiga.
Raymond/Nikolaus, ”si bungsu” dari tiga ganda putra Indonesia yang bermain di State Sports Centre, Sydney, menyingkirkan pasangan Malaysia yang menjadi unggulan ketiga, Man Wei Chong/Tee Kai Wun. Pada perempat final yang berlangsung Jumat (21/11/2025), Raymond/Nikolaus menang dengan skor 21-15, 19-21, 21-15.
Pasangan Indonesia dengan usia 21 dan 20 tahun itu mengikuti langkah senior mereka yang menyelesaikan perempat final lebih dulu. Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani mengalahkan Kakeru Kumagai/Hiroki Nishi (Jepang) 21-17, 21-13. Adapun Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menang atas pasangan India yang menjadi unggulan teratas, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty, 21-19, 21-15.
Saat mereka tampil, apalagi ketika Fajar/Fikri dan Raymond/Nikolaus bermain pada waktu yang sama, atmosfer di State Sports Centre mirip ketika turnamen bulu tangkis digelar di Istora, Jakarta. Teriakan ”Indonesia! Indonesia!” selalu terdengar untuk menyemangati kedua pasangan yang tampil di lapangan bersebelahan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/21/f521e7bcb96a759c63bba3ba254b0515-WhatsApp_Image_2025_11_21_at_13.04.45.jpeg)
”Kami mencoba bermain all out. Sudah di delapan besar melawan pasangan nomor lima dunia, jadi harusnya mereka yang punya beban. Puji Tuhan bisa menang, tidak terbayangkan sebelumnya,” komentar Raymond.
Man/Tee, ranking kelima, merupakan salah satu dari tiga ganda putra Malaysia yang menempati peringkat lima besar dunia selain Aaron Chia/Soh Wooi Yik (2) dan Goh Sze Fei/Nur Izuddin (4). Ranking tersebut menjadi posisi terbaik Man/Tee setelah tampil baik pada turnamen BWF World Tour 2025. Tahun ini, mereka menjuarai Indonesia Masters dan Malaysia Masters Super 500, menjadi semifinalis Malaysia dan Indonesia Terbuka Super 1000, serta mencapai perempat final Kejuaraan Dunia.
Sementara bagi Raymond/Nikolaus, Australia Terbuka hanyalah turnamen kedua dalam struktur kejuaraan BWF World Tour. Mereka menjalani debut di BWF World Tour saat mengikuti Korea Masters Super 300, 4-9 November, dan menembus final. Maka, kemenangan pada perempat final Australia Terbuka dan atas pemain ranking kelima dunia menjadi prestasi terbaik Raymond/Nikolaus yang berduet sejak Februari.
Pada semifinal, kemampuan Raymond/Nikolaus dalam menerapkan permainan ritme cepat seperti di perempat final akan diuji oleh Goh/Nur. Sementara itu, Fajar/Fikri dan Sabar/Reza akan berhadapan untuk ketiga kali setelah Fajar/Fikri memenangi persaingan pada babak pertama Jepang Terbuka dan babak kedua China Terbuka.
Hasil pertandingan melawan Sabar/Reza bisa menjadi penentu lolos atau tidaknya Fajar/Fikri ke Turnamen Final BWF World Tour di Hangzhou, China, 17-21 Desember. Turnamen tersebut hanya diikuti delapan wakil dengan ranking terbaik berdasarkan performa mereka sepanjang 2025. Fajar/Fikri bisa seperti Sabar/Reza, Putri Kusuma Wardani, dan Jonatan Christie yang berada di zona lolos Final BWF.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/21/a29911ad3c1f0cf904d71516ec2992fd-WhatsApp_Image_2025_11_21_at_13.04.42.jpeg)
”Cukup senang dengan kemenangan perempat final. Peluang semakin besar untuk kami bisa lolos ke World Tour Finals, tapi kami mau fokus untuk besok. Semoga hasilnya bisa sesuai harapan,” kata Fikri.
Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu juga masih mempertahankan peluang lolos ke Final BWF dengan kemenangan atas Mathias Christiansen/Alejandra Boje. Kemenangan dengan skor 17-21, 21-16, 21-13 menjadi pembalasan dari kekalahan yang dialami pada babak kedua Korea Terbuka pada September.
Di semifinal, Jafar/Felisha akan melawan Ruttanapak Oupthong/Jhenicha Sudjaipraparat, pasangan Thailand yang menjadi pesaing untuk bisa mendapat tiket ke Hangzhoug.
Selain ganda putra dan campuran, sektor tunggal putri dan ganda putri juga meloloskan wakil ke semifinal. Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari akan berhadapan dengan Ririna Hiramoto/Kokona Ishikawa (Jepang), sementara Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum akan melawan Francesca Corbett/Jennie Gai (AS). Rachel/Febi melangkah ke semifinal setelah mengalahkan senior mereka, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti, 21-10, 21-19.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/21/9c35e58caa2fa7be8884eb5263d0f110-WhatsApp_Image_2025_11_21_at_12.03.27.jpeg)
”Senang bisa ke semifinal, tapi masih belum cukup, masih ada besok yang harus dipersiapkan lagi. Lawan Gai/Corbett harus menyiapkan pertahanan karena mereka punya serangan yang cukup banyak variasinya dan harus siap capek,” ujar Febi.
Sementara itu, Putri akan berhadapan dengan Michelle Li setelah mengalahkan Chen Su Yu 21-8, 21-10. Jika memenangi semifinal, lawan Putri berikutnya adalah An Se-young atau Ratchanok Intanon.
Alwi Farhan mendapat pelajaran begitu besar dari kekalahan saat berhadapan dengan Chou Tien Chen. Tunggal putra Indonesia ini menyia-nyiakan kesempatan besar untuk lolos ke semifinal ketika mendapat enam match point pada gim kedua. Alwi akhirnya kalah 21-13, 21-23, 16-21.
Pemain berusia 20 tahun itu tinggal membutuhkan satu poin untuk membalas kekalahan dari Chou ketika unggul 20-15. Kekalahan tersebut terjadi pada perempat final Hong Kong Terbuka, September, yang juga berlangsung tiga gim. Namun, Alwi masih memiliki banyak pekerjaan rumah, terutama dalam mengatasi momen kritis, dalam hal ini ketika berada di ambang kemenangan, tetapi selisih skor dengan lawan tak berbeda jauh.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/21/abb6eae44bf1194fb8853aa052bd0c05-WhatsApp_Image_2025_11_21_at_09.50.52_2_.jpeg)
Berkali-kali, Alwi gagal dalam melakukan penyelesaian akhir, sebaliknya, Chou bisa bermain lebih tenang. Meski berusia 35 tahun, Chou masih bisa bertahan dalam adu pukulan reli. Dia, bahkan, menerapkan taktik tersebut untuk meredam permainan Alwi. Saat reli terjadi melalu adu lob, Chou mengecoh Alwi dengan dropshot yang membuat kok jatuh menukik di dekat net. Begitulah cara Chou merebut gim kedua hanya dengan satu game point, lalu memenangi gim penentuan.
”Cara Chou Tien Chen menguasai situasi di saat kritis sangat baik, saya belajar dari ini. Semoga di SEA Games nanti, saya bisa kembali dengan lebih kuat,” kata Alwi.
Alwi akan menjadi tulang punggung tunggal putra Indonesia di SEA Games Thailand 2025, 9-20 Desember. Selain Alwi, Indonesia akan diwakili pemain muda lainnya, seperti Mohammad Zaki Ubaidillah, Raymond/Nikolaus, dan Mutiara Ayu Puspitasari.
Bulu tangkis, yang akan berlangsung 7-14 Desember, akan memperebutkan tujuh medali emas, yaitu dua dari kategori beregu putra dan putri serta lima dari kategori perseorangan.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Rosdiana Sitompul