Jakarta Lavani Livin’ Transmedia dan Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia menang telak pada hari kedua empat besar Proliga seri Surabaya.
04 Apr 2026 06:56 WIB · Olahraga
Kompas/Bahana Patria Gupta
SURABAYA, KOMPAS — Tim putra Jakarta Lavani Livin’ Transmedia dan tim putri Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia mendominasi hari kedua empat besar atau final four kompetisi bola voli Proliga di Jawa Pos Arena, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (3/4/2026).
Lavani menang telak atas Jakarta Garuda Jaya dengan skor 3-0 (25-17, 25-20, dan 25-17). Hasil serupa didapat Phonska saat mengempaskan Jakarta Popsivo Polwan dengan skor 3-0 (25-23, 25-12, dan 25-23).
Dominasi itu menjadi modal penting bagi Lavani dan Phonska untuk menjalani pertandingan berikutnya di seri Surabaya pada Minggu (5/4/2026). Pada hari itu, Lavani akan menantang tuan rumah Surabaya Samator yang sebelumnya kalah 0-3 dari juara bertahan Jakarta Bhayangkara Presisi. Adapun Phonska akan menantang Jakarta Electric PLN Mobile yang sebelumnya menang dramatis 3-2 atas juara bertahan Jakarta Pertamina Enduro.
Bagi Garuda dan Popsivo, kekalahan itu menuntut evaluasi mendalam, khususnya bagi Popsivo yang pernah menjadi kampiun Proliga 2012, 2013, dan 2019. Garuda adalah tim bentukan Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) dengan tujuan lebih pada pembinaan pevoli putra U-21.
Kemenangan telak atas Garuda menegaskan dominasi Lavani. Keunggulan itu terlihat dari set ke set. Pada set pertama, perlawanan Garuda terhenti sampai skor 10-11. Selanjutnya, Lavani tak terbendung sehingga menutup set pertama dengan margin 8 angka.
Pada set kedua, perlawanan Garuda meningkat, tetapi cuma sampai skor 16-17. Ketertinggalan itu ditutup dengan margin 5 angka. Sayangnya, di set ketiga, Lavani enggan memberikan angin kepada Garuda. Setelah skor 2-2, Lavani melambung lebih tinggi sehingga kembali menutup set dengan margin 8 angka.
Keunggulan Lavani, tim yang didirikan oleh Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono ini, merupakan perpaduan setter Dio Zulfikri dengan penyerang Boy Arnes, Dimas Saputra, dan legiun asing Taylor Sander. Lavani juga memiliki duet pengeblok tebal Hendra Kurniawan dan Muhammad Malizi yang sulit ditembus serangan Kristo Sina dan kawan-kawan.
Perubahan taktik Pelatih Garuda Nur Widayanto gagal mengganggu ketenangan Lavani yang merupakan kampiun Proliga 2022 dan 2023. Dari dominasi itu, Lavani yang ditangani David Lee tampaknya hanya akan bersaing dengan Bhayangkara dalam perebutan gelar juara.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/03/6ae09f23f081bdebc94ccf0c12f9aaed-20260403BAH10.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/03/892fee043a18b36a4be3d1553404206e-20260403BAH7.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/03/41818a825679927962fc8d9398626576-20260403BAH4.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/03/efc89ce71ca31d445af98895cb3e9962-20260403BAH9.jpg)
Sementara itu, duel sengit tersaji di kelompok putri. Pada set pertama, Phonska dan Popsivo berbagi angka sampai posisi 21-21. Dalam situasi ini, Phonska berani mengambil risiko dengan permainan cerdik sehingga menjaga keunggulan menjadi 23-21.
Melihat lawan ingin menyegel kemenangan, Pelatih Popsivo Darko Dobriskov meminta time out. Popsivo kemudian memberi tekanan dan memaksakan situasi kritis 23-24. Namun, pukulan penyerang luar Annie Mitchem tak bisa dibendung untuk keunggulan Phonska.
Pada set kedua, Popsivo mencoba bangkit dan memimpin pada awal laga. Namun, konsistensi Arnetta Putri dalam mengatur serangan membuat Phonska mampu menyamakan kedudukan, 5-5, dan berbalik unggul 11-7. Selanjutnya, dominasi Phonska tidak terbendung. Taktik rotasi Popsivo tak mempan, bahkan tertinggal kian jauh dengan selisih 13 angka.
Tertinggal dua set dari runner-up lima kali Proliga memaksa Popsivo memeras otak lagi. Tim perempuan polisi ini mencoba merebut set ketiga. Sayangnya, ambisi jauh panggang dari api di akhir pertandingan.
Set ketiga memang memberi harapan bagi Popsivo. Mereka memaksakan skor sama, 5-5, 15-15, dan 19-19. Namun, Phonska yang dilatih Alessandro Lodi tetap fokus dan tenang untuk memanfaatkan situasi kritis.
Ketika unggul 23-21, Phonska tidak memberi ruang kepada Popsivo. Phonska juga memanfaatkan kesalahan koordinasi Popsivo yang terjadi dalam situasi krusial. Kapten Medi Yoku menyudahi perlawanan Popsivo dengan pukulan keras.
Dalam jumpa pers, Darko tak dapat menyembunyikan kekecewaannya. ”Saya akui pemain kami kurang berani mengambil risiko. Sebenarnya kami sempat unggul, tapi ya itu tadi, pemain kami tidak berani mengambil keputusan yang bisa menguntungkan tim,” katanya.
Pemain Popsivo, Arsela Nuari, menambahkan, permainan timnya belum padu karena masih perlu adaptasi dengan sejumlah pemain baru.
Di sisi Phonska, Alessandro berpendapat, kemenangan itu awal yang bagus. ”Sebenarnya pertandingan ini tidak mudah, tetapi terus terang pemain-pemain kami punya jiwa untuk menang,” ujarnya.
Pelatih asal Italia ini menaruh respek kepada para pemain yang telah tampil luar biasa. Phonska menatap pertandingan berikutnya melawan PLN, pemilik gelar terbanyak Proliga (enam trofi), pada Minggu (5/4/2026).
Medi Yoku menuturkan, kemenangan atas Popsivo sebenarnya tak mudah karena sejumlah rekannya dalam kondisi tidak bugar. Mereka perlu segera melakukan evaluasi dan memulihkan kondisi untuk pertandingan berikutnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/03/6db0e27bfd7fb9f3e4514efe10fe3e8e-20260403BAH17.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/03/b21f3cfc386d61a42d653a4786f49aed-20260403BAH16.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/03/975711956416279a7ec849c19fccf457-20260403BAH19.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/03/aeffe0a27579cdd75c6a5f2225d2d1ce-20260403BAH18.jpg)
Jadwal Sabtu (4/4/2026):
Penulis:
Ambrosius HartoEditor:
Mukhamad KurniawanPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti