Pada kategori putri, Odekta masih cukup dominan di Borobudur Marathon. Kejutan justru ditunjukkan dari nomor pria yang memunculkan juara baru bernama Nofeldi.
01 Des 2024 15:32 WIB · Olahraga
MAGELANG, KOMPAS – Dari kategori putri, Odekta Naibaho masih menjadi pelari nasional tercepat dalam ajang Bank Jateng Borobudur Marathon 2024. Hasil lomba terkini menunjukkan dominasinya pada perhelatan tersebut. Untuk kategori putra, Nofeldi Petingko membuat kejutan setelah berhasil finish paling awal di antara pelari nasional lainnya.
Tahun ini, Odekta mampu menyelesaikan lomba dalam waktu 2 jam 50 menit dan 5 detik. Hasil itu mendudukkannya sebagai pelari putri yang finish tercepat kedua untuk kategori terbuka. Ia hanya kalah cepat dari pelari asal Kenya, Shauline Chepkirui Koech, yang berhasil menuntaskan lombanya dengan waktu 2 jam 39 menit dan 4 detik.
Pada kategori terbuka, Odekta memang hanya finish kedua. Namun, kenyataannya ia tetap menjadi pelari elite nasional yang finish tercepat dibandingkan rekan-rekan pelari elite perempuan satu negaranya dalam gelaran kali ini. Hanya Pretty Sihite, pelari elite nasional putri lainnya, yang bisa ikut naik ke podium “overall” dan bersanding dengan Shauline, selaku pelari asing.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/12/01/fdfe5aaa-cda5-44c2-8d71-3fbe447ea628_jpg.jpg)
Capaian terkini Odekta menandakan dominasinya pada gelaran tersebut. Dua tahun berturut-turut, statusnya sebagai atlet elite nasional tercepat belum tanggal juga. Bahkan, catatan waktunya tahun ini lebih cepat dua menit.
“Saya selalu berusaha menantang diri sendiri. Apakah bisa melampaui waktu yang sebelumnya. Intinya adalah mengalahkan diri sendiri,” kata Odekta.
Bagi Odekta, konsistensi juga menjadi hal penting untuk memenangi suatu lomba. Sikap itu menentukan komitmen atlet untuk serius berlatih. Atlet, jelas Odekta, juga harus bisa mengenali dan mengalahkan dirinya sendiri agar bisa terus melaju ke tingkatan yang lebih tinggi dari waktu ke waktu.
Saat ini, Odekta mengaku akan terus berlatih dan meningkatkan potensinya. Kendati memiliki segudang prestasi, ia masih ingin memacu dirinya. Apalagi ia memiliki target untuk membukukan catatan waktu yang setidaknya mendekati rekor nasional, yang dipegang oleh Triyaningsih, dengan 2 jam 31 menit 49 detik.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/09/19/31592dec-010c-4ec4-90cd-c5c29329957b_jpg.jpg)
Dari kategori pria, Nofeldi Petingko, pelari asal Palu, Sulawesi Tengah, memberikan kejutan. Ia menahbiskan dirinya menjadi pelari elite nasional laki-laki tercepat pada nomor marathon dalam kejuaraan tahun ini.
Nofeldi mencatatkan waktu 2 jam 36 menit 5 detik. Ia lebih dahulu beberapa detik dari peraih peringkat kedua, Nurshodiq, dengan catatan waktu 2 jam 36 menit 40 detik. Laode Safrudin menyusul dua rekannya itu setelah finish ketiga tercepat dengan catatan waktu 2 jam 38 menit 6 detik.
“Latihan yang konsisten. Jaga pola makan. Jaga istirahat juga agar kondisi membaik. Karena, persiapan-persiapan yang dilakukan cukup menguras tenaga untuk program-program latihan. Jadi harus menjaga kondisi tetap stabil,” kata Nofeldi.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/12/01/31f1c03e-6829-419c-8503-7cbeb9439ac1_jpg.jpg)
Nofeldi menilai gelar juara perdananya ini cukup istimewa. Tahun lalu, ia tidak bisa menyelesaikan lomba pada gelaran tersebut. Pasalnya, ia mesti ditandu keluar trek akibat cedera setelah berlari sejauh 20 Km.
Bukan hanya sekali Nofeldi gagal menyelesaikan lomba. Ia kembali mengalami hal serupa sewaktu terjun dalam nomor marathon pada PON Aceh 2024 lalu. Dalam gelaran tersebut, ia mesti menepi setelah berlari sejauh 37 km.
Capaian terkini Odekta menandakan dominasinya pada gelaran tersebut.
Meski demikian, Nofeldi mampu memancarkan sinarnya pada Borobudur Marathon 2024. Penyelamatnya adalah panggilan untuk masuk tim nasional SEA Games 2025. Sang pelatih memacunya agar bangkit dari keterpurukan.
“Kebetulan ajang (Borobudur Marathon) ini dijadikan pelatih saya sebagai pacuan untuk mencatatkan waktu baik. Dua bulan terakhir saya bersiap sebaik-baiknya. Jadi tiga hari sebelum lomba pun saya sudah sangat siap,” kata Nofeldi.
Penulis:
Nino Citra AnugrahantoEditor:
Haris Firdaus, Rini Kustiasih