Persaingan perebutan juara Serie A antara Napoli dan Inter Milan memasuki pekan paling krusial. Dengan dua laga sisa, kedua tim hanya terpisah satu poin.
18 Mei 2025 14:00 WIB · Olahraga
Napoli berjuang untuk mempertahankan keunggulan satu poin di puncak klasemen dari kejaran Inter Milan pada pekan ke-37 Serie A Italia. Selain drama pertarungan perebutan Scudetto, duel untuk meraih satu tiket sisa Liga Champions dan persaingan di zona degradasi juga memasuki pekan krusial.
Panasnya persiangan Scudetto bahkan memungkinkan diakhiri dengan laga playoff seandainya Napoli dan Inter memiliki poin sama setelah 38 laga. Namun, Napoli memegang nasib juara di tangan sendiri, dan bisa memastikan gelar Serie A pekan ini seandainya mampu mengalahkan tuan rumah Parma, sedangkan Inter kalah saat menjamu peringkat kelima, Lazio, Senin (19/5/2025) pukul 01.45 WIB.
Serie A memiliki aturan berbeda dengan liga top lain di Eropa dalam penentuan juara saat dua tim teratas memiliki poin yang sama di klasemen akhir. Jika liga lain, misalnya Liga Primer Inggris, penentuan juara ditentukan selisih gol, Serie A menerapkan aturan pertandingan playoff.
Kedua tim teratas yang memiliki poin sama akan bertemu dalam satu pertandingan layaknya sebuah final. Pemenang akan menjadi juara. Selisih gol tetap menjadi penentu, dengan tim yang memiliki selisih gol lebih baik berhak menjadi tuan rumah laga playoff. Aturan yang sama juga berlaku untuk tim yang berjuang menghindari degradasi.
Napoli terpeleset pada pertandingan pekan ke-36 setelah ditahan imbang 2-2 oleh Genoa, 11 Mei 2025, sehingga selisih di puncak terpangkas menjadi satu poin dari sebelumnya tiga poin. Inter mampu mendekat setelah di pekan yang sama mengalahkan Torino, 2-0.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/18/e20fa43f94bea5efa758db07f4a0d006-wires_photo_2025_05_18T125633.577.jpg)
”Sangat mengesalkan karena kami seharusnya menang dengan peluang yang kami ciptakan dan bagaimana kami bermain. Sungguh mengecewakan tidak memenangi laga seperti ini,” kata pelatih Napoli Antonio Conte kepada DAZN seusai laga lawan Genoa.
”Saya tidak masalah dengan penampilan, kami memiliki 11 tembakan tepat sasaran. Kami hanya harus terus melaju dan memenangi dua laga tersisa. Itu yang harus kami lakukan,” tambah Conte.
Saat ini, Napoli di puncak klasemen dengan perolehan 78 poin, sedangkan Inter 77 poin. Skenario playoff bisa terjadi jika dari dua laga sisa, Inter hanya menambah satu poin dan Napoli gagal sama sekali menambah poin atau jika Inter menambah empat poin dan Napoli hanya meraih tiga poin.
Bertandang ke tim papan bawah, Parma, Napoli bakal kehilangan salah satu gelandang andalannya, Stanislav Lobotka, yang mengalami cedera engkel saat lawan Genoa. Meski demikian, mereka juga memiliki kabar baik. Penyerang sayap David Neres dan bek Alessandro Buongiorno kemungkinan bisa kembali masuk ke skuad setelah mulai pulih dari cedera.
Napoli tidak terkalahkan dalam 10 laga terakhir, tetapi tak boleh lagi terpeleset seperti ketika lawan Genoa. Pasalnya, Inter tengah memiliki momentum setelah kemenangan atas Torino dan euforia menyambut final Liga Champions seusai menyingkirkan Barcelona pada semifinal.
Inter kehilangan posisi puncak dari Napoli setelah kalah beruntun pada pekan ke-33 dan pekan ke-34, masing-masing 0-1 dari Bologna dan 0-1 dari AS Roma. Akan tetapi, tim asuhan Simone Inzaghi ini bangkit pada dua laga berikutnya yang membuat mereka kembali memiliki peluang untuk mempertahankan gelar. Sebelum mengalahkan Torino, Inter menang 1-0 atas Verona.
Inzaghi mengatakan, dia akan terus melakukan rotasi pemain untuk mempertahankan kebugaran skuad demi pertandingan final Liga Champions melawan Paris Saint-Germain pada 31 Mei mendatang.
”Saya perlu mengistirahatkan sejumlah pemain setelah musim yang keras dan panjang. Untuk pemain yang absen hari ini (lawan Torino), saya kira mereka tidak akan bermain lawan Lazio, tetapi kita lihat pada laga terakhir lawan Como. Orang mengatakan Inter memiliki skuad kecil, tetapi kami memang tidak punya anggaran seperti PSG, Manchester City, atau Bayern Muenchen. Kami harus lebih baik dalam organisasi. Dengan semangat, kami bisa bertarung melawan semuanya,” kata Inzaghi.
Lazio bukan lawan yang mudah dikalahkan Inter karena mereka tengah mengejar satu tiket sisa Liga Champions. Mereka kini berada di peringkat kelima klasemen dengan 64 poin, hanya tertinggal selisih gol dari peringkat keempat, Juventus. Italia mendapat jatah empat wakil ke Liga Champions musim depan.
”Sayangnya, nasib Scudetto tidak lagi di tangan kami, tetapi kami harus terus bermain dengan fokus. Kami harus memberikan segalanya,” ujar Inzaghi.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/18/f0d89d531d91101328b7a82256f5f818-wires_photo_2025_05_18T125722.429.jpg)
Sementara itu, Juventus akan menjamu Udinese dengan target mengamankan posisi di empat besar. Posisi tiga besar ditempati Atalanta yang sudah tidak mungkin lagi dikejar. Ancaman bukan hanya datang dari Lazio, melainkan juga AS Roma yang hanya tertinggal satu poin di peringkat keenam. Roma akan menjamu AC Milan yang berada di peringkat kedelapan dengan 60 poin.
Bologna, yang baru saja meraih gelar Piala Italia usai mengalahkan Milan, Rabu lalu, berada di peringkat ketujuh dengan 62 poin. Mereka akan berkunjung ke kandang Fiorentina, yang berada di peringkat kesembilan dengan 59 poin.
Di papan bawah, Monza sudah pasti terdegradasi ke Serie B. Mereka masih memiliki peran untuk menentukan tim lain yang menemani mereka saat menjamu peringkat kedua dari bawah, Empoli, yang memiliki poin sama dengan Lecce yang akan menjamu Torino. (AP/REUTERS)
Penulis:
Prasetyo Eko PrihanantoEditor:
Antonius Tomy TrinugrohoPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari