SENJATA

Pesawat Nirawak Bawa Ukraina Hadapi Iran

Ukraina menjadi negara paling berpengalaman menghadapi pesawat nirawak Iran. Kini, Ukraina mau berbagi pengalaman itu.

16 Mar 2026 14:58 WIB · Internasional

AP

Oleh Irene Sarwindaningrum

Setidaknya 57.000 pesawat nirawak serang buatan Iran menyasar Ukraina sejak September 2022. Kini, Ukraina mau berbagi ke Timur Tengah soal cara menghadapi pesawat-pesawat itu.

Sejak Iran mulai membalas serangan Amerika Serikat-Israel pada 28 Februari 2026, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy telah mengumumkan siap membantu. ”Iran memilih untuk menjadi kaki tangan Putin dan memasoknya dengan pesawat ’shahed’, dan bukan hanya pesawat, melainkan juga teknologi untuk memproduksinya. Iran juga menyediakan senjata lain kepada Rusia,” tulisnya di media sosial.

Selama 3,5 tahun, Ukraina mengembangkan kemampuan dan teknologi menghadapi pesawat-pesawat buatan Iran yang dipakai Rusia itu. Sejak awal pembalasan Iran, Zelenskyy telah menawarkan kemampuan itu ke Timur Tengah. ”Ukraina dapat berkontribusi untuk melindungi nyawa dan menstabilkan situasi,” tulisnya di media sosial pada 5 Maret 2026.

Sejumlah menteri dan pejabat diminta mengoordinasikan permintaan itu. Ia menekankan, bantuan ke luar negeri tak boleh mengurangi kemampuan Ukraina menghadapi serangan Rusia.

”Militer kami memiliki kemampuan yang diperlukan. Para ahli Ukraina akan beroperasi di lokasi dan tim-tim sudah mengoordinasikan upaya-upaya ini,” lanjutnya.

An instructor from the Ukrainian company General Cherry demonstrates the operation of an anti-air interceptor drone designed to destroy Russian attack drones in Kyiv region, Wednesday, March 11, 2026. (AP Photo/Efrem Lukatsky)

Lalu, menurut dia, setidaknya 11 negara meminta bantuan Ukraina menghadapi gempuran pesawat nirawak Iran. Selain dari Timur Tengah, permintaan juga datang dari Afrika, Eropa, hingga Amerika.

Mereka meminta sistem lengkap antipesawat nirawak. Hal itu berarti bukan cuma pesawat pencegat, yang lebih murah daripada rudal dan roket. Ukraina juga diminta menyediakan sistem elektronika penangkal pesawat nirawak serta pelatihan menghadapi serangan pesawat nirawak.

Sistem Ukraina efektif dan murah. Rangkaiannya terdiri dari pesawat pencegat, perangkat pengacau elektronik (jammer), dan sistem pertahanan berlapis. Sistem ini dibangun sepanjang perang dengan Rusia.

Di Ukraina, sistem itu juga didampingi penembak bergerak. Mereka menggunakan senapan mesin berat yang dipasang di truk.

Dibandingkan pertahanan yang dipakai di Teluk saat ini, sistem Ukraina lebih murah. Negara-negara Teluk memakai gabungan artileri pertahanan udara (Arhanud) Patriot PAC-3, Penangkis Rudal Ekstra Tinggi (THAAD), hingga Cheongung-II dan rudal Hellfire.

Setiap pesawat nirawak serang Shahed-136 ditaksir cuma 7.000 dolar AS. Sementara setiap rudal PAC-3 bisa sampai 5 juta dolar AS. THAAD lebih mahal lagi, 13 juta dolar AS per unit.

Hellfire dan Cheongung-II sedikit lebih terjangkau, masing-masing 150.000 dolar AS per unit dan 500.000 dolar AS per unit. Meski demikian, dibandingkan pencegat Ukraina yang dilaporkan paling mahal 2.000 dolar AS per unit.

A Ukrainian officer examines a downed Shahed drone with thermobaric charge launched by Russia in a research laboratory in an undisclosed location in Ukraine Thursday, Nov. 14, 2024. (AP Photo/Efrem Lukatsky)

Namun, setelah serangan AS-Israel ke Iran memasuki pekan ketiga, Zelenskyy gusar. Sebab, berbagai pihak berusaha mengabaikan Pemerintah Ukraina dan berunding langsung pihak swasta Ukraina untuk mendapatkan penangkis pesawat nirawak.

Ia memperingatkan perusahaan Ukraina agar tidak menjual teknologi itu ke luar negeri bila tak melalui Pemerintah Ukraina. Pola seperti itu tidak bisa diterima. ”Perwakilan dari beberapa pemerintah atau perusahaan ingin melewati negara Ukraina untuk membeli peralatan tertentu,” katanya, Minggu (15/3/2026).

FILE - An Iranian Shahed exploding drone launched by Russia flies through the sky seconds before it struck buildings in Kyiv, Ukraine, on Oct. 17, 2022. (AP Photo/Efrem Lukatsky, File)
An anti-air interceptor drone designed to destroy Russian attack drones from the Ukrainian company General Cherry is seen during a demonstration in Kyiv region, Wednesday, March 11, 2026. (AP Photo/Efrem Lukatsky)

Kenaikan pamor teknologi Ukraina itu juga mendorong industri Ukraina ke AS. Media AS, NBC melaporkan, belasan perusahaan drone dan teknologi pertahanan Ukraina tengah promosi road show di AS bulan ini.

Duta Besar Ukraina untuk AS Olga Stefanishyna mengatakan, momen itu datang justru ketika dunia paling membutuhkan teknologi dan kemampuan Ukraina. ”Yang kami ditawarkan bukan posisi politik, kekhawatiran, atau belasungkawa, melainkan tindakan langsung dan dampak langsung,” katanya. 

Sikap Zelenskyy bergeser dari sekadar menawarkan pengalaman menjadi paket konkret. Ia mengatakan sebagian permintaan dari luar negeri sudah dijawab dengan spesifik. Ukraina telah mengirim tim spesialis dan pesawat pencegat ke Qatar, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, serta pangkalan militer AS di Jordania.

A Patriot Advanced Capability-3 (PAC-3) Cost Reduction Initiative (CRI) missile is launched during the recent successful Integrated Battle Command System (IBCS) flight test at White Sands Missile Range.
Infografik AFP Sistem Pertahanan Udara Patriot.

Namun, Zelenskyy menegaskan Ukraina hanya akan membantu pihak yang ikut membantu Kyiv. Ia juga mengatakan Ukraina menginginkan uang dan teknologi sebagai imbalan. ”Bagi kami hari ini, baik teknologi maupun pendanaan sama-sama penting,” ujarnya.

Kyiv dilaporkan ingin sistem Patriot dengan negara-negara Teluk sebagai imbalan. Ukraina membutuhkannya untuk menghadapi rudal balistik Rusia.

Ia menegaskan Ukraina tidak terlibat menyerang atau berperang dengan Iran. Bantuan Ukraina hanya sebagai perlindungan, asesmen menyeluruh, dan dukungan teknis untuk menghadapi pesawat nirawak, bukan keterlibatan tempur langsung. Ukraina juga tak mengonfirmasi membantu Israel.

Ancaman Iran

Hal ini membawa Kyiv berhadapan dengan Teheran. Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri parlemen Iran Ebrahim Azizi, mengatakan dengan memberi dukungan antipesawat nirawak ke Israel, Ukraina telah terlibat dalam perang. Karena itu, seluruh wilayah Ukraina menjadi target yang sah dan legal bagi Iran.

”Tindakan Ukraina yang gagal dan diduduki dalam membantu rezim Zionis dengan dukungan drone menjadikan seluruh wilayah Ukraina, dengan merujuk pada Pasal 51 Piagam PBB, sebagai target yang sah dan legal bagi Iran,” katanya dalam aksara Persia di unggahan X, Sabtu (14/3/2026).

Rusia juga memantau langkah Ukraina. Namun, Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menilainya sebagai urusan bilateral Kyiv. Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menyebut langkah tersebut sebagai latihan hubungan masyarakat bagi Zelenskyy.

Moskwa diduga kuat memberi dukungan intelijen kepada Iran dalam menghadapi serangan AS-Isral. Dukungan ini termasuk informasi yang dapat membantu Teheran melacak kapal perang AS.

Infografik Drone Shahed-136 Iran

Sebelum perang Iran, teknologi anti-drone Ukraina diremehkan. NBC melaporkan, delegasi Ukraina disebut sudah menawarkan teknologi anti-pesawat nirawak yang teruji perang kepada AS sejak pertengahan 2025. Namun, pejabat senior AS saat itu tampak tidak tertarik.

Sikap itu berbalik setelah perang Iran pecah dan serangan pesawat nirawak Teheran meluas ke Timur Tengah. ”Mereka tiba-tiba menjadi sangat tertarik,” kata seorang pejabat Eropa. 

Zelenskyy mengatakan, Ukraina pernah menawarkan kesepakatan kerja sama drone senilai sekitar 35 miliar dolar AS hingga 50 miliar dolar AS. Ukraina juga mendorong pertukaran kebutuhan militer yang lebih konkret. Hingga sekarang, tawaran itu tak ditanggapi.

TOPSHOT - A Ukrainian armoured military vehicle equipped with additional anti-drone protection and camouflage drives on a road in the Kharkiv region on March 13, 2026, amid the Russian invasion of Ukraine. (Photo by Roman PILIPEY / AFP)

Presiden AS Donald Trump tampaknya belum tertarik. Dalam wawancara telepon dengan NBC, Trump mengatakan AS tidak membutuhkan bantuan. Kalau pun perlu, orang yang paling terakhir dibutuhkan adalah Zelenskyy.

Sementara di Ukraina, kemampuan menangkis pesawat nirawak juga tak dipandang sebelum Rusia menyerang pada 2022. Sampai Agustus 2022, para panglima Ukraina tak menganggap teknologi itu sebagai hal penting.

Pendiri organisasi inovasi drone Aerorozvidka, Yaroslav Honchar, mengatakan, saat itu pesawat nirawak dipandang seperti mainan, dibandingkan tank atau artileri. “Mereka tidak bisa memasukkan ke kepala mereka bahwa inilah masa depan,” katanya.

Perang kemudian memaksa pandangan itu berubah. Serangan pesawat nirawak Rusia yang datang hampir tiap malam, memaksa Ukraina membangun sistem pertahanan baru.

Residents walk along a central street covered with anti-drone netting in Izyum, Kharkiv region on March 10, 2026, amid the Russian invasion of Ukraine. (Photo by Ivan SAMOILOV / AFP)
TOPSHOT - Ukrainian soldiers repair anti-drone netting installed along the Izium�Sloviansk highway near Izyum, Kharkiv region, on March 10, 2026, amid the Russian invasion of Ukraine. (Photo by Ivan SAMOILOV / AFP)

Bangun pertahanan

Sejak 2022, Ukraina membangun sistem pertahanan antipesawat nirawak. Hasilnya, pada Februari 2026 saja, Ukraina menjatuhkan 70 persen berbagai varian Shahed yang terbang ke Ukraina. Panglima Angkatan Bersenjata Ukraina, Oleksandr Syrskyi, menyebutkan bahwa tingkat pencegatan rata-rata 80 persen.

Juru bicara Angkatan Udara Ukraina Yuriy Ihnat mengatakan, setiap hari sampai 200 pesawat nirawak serang Rusia menyasar Ukraina. Pada waktu tertentu, bisa sampai 700 pesawat.

Marko Kushnir, juru bicara perusahaan drone General Cherry, mengatakan, perang telah membuat Ukraina menjadi tempat pengujian teknologi pesawat nirawak di medan tempur. Menurut dia, jarak antara garis depan dan pabrikan sangat pendek.

Masukan dari medan perang bisa diterima pada pagi hari. Solusi baru bisa disiapkan pada malam harinya dan langsung digunakan.

A self-defence unit volunteer shows an intercepted Ukrainian surveillance drone in Belgorod, the main city of Russia's western Belgorod region bordering Ukraine, on March 12, 2026, amid the ongoing Russian-Ukrainian conflict. (Photo by Andrey BORODULIN / AFP)

Ia membenarkan ada pemerintah dan swasta Timur Tengah mendatangi perusahaannya. Selain pesawat, perwakilan itu minta suku cadang dan cara merawat pesawat.

Mereka juga minta cara memakai berdasarkan pengalaman Ukraina. ”Kami bisa dengan cepat melatih militer mereka menggunakan produk ini dalam kondisi mereka,” katanya.

Didirikan pada 2023 oleh veteran dan sukarelawan, General Cherry kini memproduksi hampir 100.000 pesawat setiap bulan. Salah satu produk utamanya adalah drone pencegat yang khusus dirancang untuk Shahed.

Ia mengatakan hanya Rusia-Ukraina yang benar-benar memahami perang teknologi pesawat setiap hari. Kemampuan itu dibangun dengan harga yang mahal. ”Dengan nyawa, wilayah, dan perang yang sangat panjang melawan musuh yang lebih besar dan lebih kaya sumber daya,” kata Kushnir. (Reuters/AP/AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Irene Sarwindaningrum
 | 

Editor:

Kris Mada
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase