Rekor lifter Indonesia, Rahmat Erwin Abdullah, pada kelas 73 kilogram dan 81 kg menjadi bagian dari rekor-rekor dunia lain yang tercatat di Guiness World Records.
25 Jul 2025 19:57 WIB · Olahraga
Dua rekor abadi dari lifter Indonesia, Rahmat Erwin Abdullah, masuk dalam rekor dunia versi Guinness. Pengakuan dan apresiasi atas rekor yang menutup kisahnya di kelas 81 kilogram dan 73 kg itu memberi kesan pada Rahmat. Lifter Olimpian ini pun siap memulai kisah baru pada kategori berat badan yang juga baru.
Dua rekor dunia milik Rahmat mendapatkan pengakuan dan apresiasi dari Guinness World Records (GWR), buku referensi yang berisi kumpulan rekor dunia yang berkaitan dengan prestasi manusia di dunia dan mendapatkan pengakuan secara internasional, lewat setifikat resmi yang diserahkan pada Selasa (22/7/2025). Rahmat menerima langsung sertifikat itu di pemusatan latihan nasional angkat besi di Mess Kwini, Markas Komando Pangkalan Marinir, Jakarta.
”Saya senang sekali. Sebenarnya tidak pernah terbayangkan akan mendapatkan penghargaan langsung dari Guinness World Records. Bisa dibilang ini adalah penghargaan yang sangat berkesan bagi saya,” tutur Rahmat.
Rahmat juga menyampaikan pesan kepada para atlet dan remaja Indonesia yang ingin mengukir prestasi di level dunia. Menurut peraih perunggu kelas 73 kilogram di Olimpiade Tokyo 2020 itu, kunci penting untuk meraih impian tersebut adalah disiplin.
Rahmat mengukir dua rekor dunia pada dua kesempatan berbeda. Lifter asal Makassar, Sulawesi Selatan, ini memecahkan rekor angkatan clean and jerk kelas 81 kilogram dengan mengangkat beban seberat 209 kg.
Rahmat menorehkan prestasi itu di Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2023 di Riyadh, Arab Saudi, 11 September 2023. Angkatan itu memecahkan rekor dunia 208 kg milik lifter Bulgaria, Karlos Nasar, pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2021 di Tashkent, Uzbekistan.
Ini indah sekali. Sebab, akan menjadi rekor abadi dan tercatat sepanjang masa. Erwin Abdullah
Adapun Rahmat mengukir rekor dunia lainnya pada 11 Mei 2025 di Kejuaraan Angkat Besi Asia 2025 di Jiangshan, China. Meskipun sama-sama angkatan clean and jerk, Rahmat menciptakannya di kelas yang berbeda, yakni 73 kilogram.
Dengan clean and jerk 190 kg yang dia tuntaskan pada angkatan pertama saja, Rahmat sebenarnya sudah bisa memastikan memborong tiga medali emas dari ajang tersebut. Namun, Rahmat ingin lebih dari sekadar tiga medali.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/12/e98ccc5f4acacd37b9ef425946247872-497560815_18057737912466531_2199504484027582083_n.jpg)
Maka, lifter juara dunia 2021 dan 2022 ini pun mencoba angkatan 205 kg dan berhasil. Artinya, dia menajamkan rekor dunia atas namanya sendiri yang ditorehkan di Kejuaraan Angkat Besi Asia 2024 di Tashkent, Uzbekistan, dengan 204 kg.
Rahmat menjadi salah satu atlet di dunia yang punya rekor dunia pada dua kategori berat berbeda, yaitu 73 kg dan 81 kg. Dalam perjalanannya beberapa tahun terakhir, Rahmat memang sering berlomba pada dua kelas ini secara bergantian.
Namun, per Juni 2025, kelas 73 kg dan 81 kg tidak dilombakan lagi setelah IWF (Federasi Angkat Besi Internasional) menerapkan kategori berat badan baru. Pada sektor putra, kategori berat badan yang baru itu terdiri dari delapan kelas, meliputi 60 kilogram, 65 kg, 71 kg, 79 kg, 88 kg, 98 kg, 110 kg, dan +110 kg.
Dengan demikian, rekor yang tercatat pada kelas-kelas tersebut akan abadi. Sebab, tidak ada lagi atlet yang bisa memecahkannya lantaran kategori tersebut sudah tidak diberlakukan lagi.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/05/dbde7e367dcb3beebc3695110435ca16-copy_FD6AC5FA_0F7B_431B_BB11_84C503BE6D36_4.gif)
Setelah perubahan kategori berat badan, Rahmat akan turun di kelas 79 kg. Adapun ajang terdekat adalah Kejuaraan Dunia 2025 di Forde, Norwegia, 3-12 Oktober 2025.
”Apresiasi ini begitu berarti. Karena di dunia ini tidak banyak atlet angkat besi yang bisa mencapai prestasi dua rekor di kelas yang berbeda,” kata Erwin Abdullah, pelatih sekaligus ayah Rahmat.
Erwin sebelumnya juga mengatakan, Rahmat memang sengaja menajamkan rekornya sendiri demi memberi kado perpisahan yang indah, terutama untuk kelas 73 kg. ”Ini indah sekali. Sebab, akan menjadi rekor abadi dan tercatat sepanjang masa,” tutur Erwin yang merupakan mantan lifter nasional.
Adapun GWR menyampaikan, pemberian apresiasi terhadap rekor dunia Rahmat adalah upaya untuk lebih erat memantau talenta-talenta berpotensi di Asia Tenggara. Adapun Indonesia menjadi titik awal perluasan pemantauan tersebut.
”Mengingat skala Indonesia sebagai negara terluas di Asia Tenggara, kami yakin bahwa sebenarnya ada banyak individu, organisasi, serta kelompok-kelompok berbakat dan berpotensi memecahkan rekor dunia GWR di sana yang hanya saja belum tersorot oleh dunia. Itu akan menjadi misi kami untuk beberapa tahun ke depan,” tutur Kaoru Ishikawa, Wakil Presiden GWR bagi Jepang dan Asia Tenggara.
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Rosdiana Sitompul