AS mengajukan draf resolusi terkait perang di Ukraina. Posisinya berseberangan dengan sikap Eropa. AS dinilai sudah berbalik haluan. Bagaimana sikap Eropa?
23 Feb 2025 10:00 WIB · Internasional
WASHINGTON, MINGGU — Amerika Serikat mendesak negara-negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mendukung proposal resolusi ”sederhana tetapi bersejarah” terkait dengan perang di Ukraina. Proposal AS berbeda dari rancangan resolusi yang disusun oleh Ukraina dan sekutu-sekutunya di Eropa.
Pada rancangan Ukraina-Eropa, Rusia disalahkan atas invasi ke Ukraina dan mereka berkomitmen mendukung integritas wilayah Ukraina. Sementara proposal AS yang terdiri dari 65 kata sama sekali tidak mengkritik Rusia. Rancangan resolusi Ukraina-Eropa sedang dinegosiasikan untuk pemungutan suara di Majelis Umum PBB.
Dari proposal AS yang dilihat oleh kantor berita AFP, Sabtu (22/2/2025) waktu setempat atau Minggu waktu Indonesia, proposal usulan menyerukan ”akhir yang cepat dari konflik” tanpa menyebutkan integritas wilayah Ukraina. Proposal itu juga dimulai dengan kalimat ”berduka atas hilangnya nyawa yang tragis selama konflik Rusia-Ukraina”, lalu dilanjutkan dengan ”menegaskan kembali” tujuan PBB dalam memelihara perdamaian dan keamanan internasional.
AS tidak menyebut Rusia sebagai sumber konflik. Resolusi singkat itu kontras dengan teks-teks sebelumnya yang diadopsi Majelis Umum dengan dukungan mantan Presiden AS Joe Biden.
Resolusi ini memicu bentrokan antara AS dan Eropa. Kekuatan aliansi transatlantik kini dipertanyakan karena adanya perubahan haluan pada pemerintahan Presiden AS Donald Trump terhadap Rusia. Setelah selama bertahun-tahun mengisolasi Rusia, AS membuka negosiasi dengan Rusia hanya karena ingin konflik Ukraina-Rusia cepat berakhir.
Para pemimpin Eropa kecewa karena pejabat mereka dan pejabat dari Ukraina tidak diajak berpartisipasi dalam pembicaraan awal AS-Rusia di Arab Saudi pada pekan ini.
Proposal resolusi AS akan diserahkan pada Senin (24/2/2025) untuk pemungutan suara di Dewan Keamanan (DK) PBB. Majelis Umum telah menjadi badan PBB terpenting yang menangani perang Ukraina karena DK PBB yang bertugas menjaga perdamaian dan keamanan internasional telah dilumpuhkan oleh hak veto Rusia.
Tidak ada hak veto di Majelis Umum, tetapi resolusinya tidak mengikat secara hukum. Tidak seperti DK PBB, resolusi Majelis Umum memiliki bobot politik yang mencerminkan pandangan global tentang perang tersebut.
Jika DK PBB yang beranggotakan 15 negara anggota mengadopsi proposal AS, hal itu akan memungkinkan AS dan Rusia berargumen bahwa Majelis Umum tidak perlu bertemu atau memberikan suara pada resolusi yang dirancang Ukraina-Eropa. DK PBB dijadwalkan bertemu untuk membahas Ukraina, Senin sore waktu setempat.
Akan tetapi, jadwal itu bisa berubah tergantung dari China yang menjadi presiden DK PBB untuk Februari. Resolusi DK PBB membutuhkan setidaknya sembilan suara yang mendukung dan tidak ada veto oleh AS, Rusia, China, Inggris, atau Perancis sebagai anggota tetap.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/23/bdc715387bcc37fe1c891941df301ee1-000_36YC7ET.jpg)
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Jumat (21/2/2025) malam, mendesak negara-negara anggota PBB untuk mendukung rancangan AS guna memetakan jalan menuju perdamaian. Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia menyambut baik rancangan AS, tetapi dia mengingatkan rancangan itu tidak mengatasi akar masalah atau konflik.
Pada kesempatan terpisah, Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, Sabtu, mengatakan, tidak ada kerangka kerja perdamaian untuk perang Ukraina yang dapat diputuskan tanpa Ukraina. Mitsotakis mengatakan, terserah kepada Ukraina untuk memutuskan apa yang dapat diterimanya.
PM Spanyol Pedro Sanchez juga mengatakan, perdamaian di Ukraina tidak dapat dipaksakan. Perdamaian yang adil dan abadi harus dengan persetujuan Ukraina dan Eropa. ”Menyerah pada agresor tidak akan membawa perdamaian. Sebaliknya, justru akan lebih parah,” ujarnya.
Trump menggambarkan Rusia sebagai pihak yang dirugikan dalam perundingan. Ini membuat sekutu-sekutu Ukraina khawatir Trump akan menawarkan konsesi kepada Presiden Rusia Vladimir Putin. Menurut Trump, tidak terlalu penting bagi Zelenskyy untuk terlibat dalam pembicaraan AS-Rusia.
”Saya sudah melakukan pembicaraan yang sangat baik dengan Putin. Saya belum pernah melakukan pembicaraan yang begitu baik dengan Ukraina. Mereka tidak punya kartu apa pun,” kata Trump di Gedung Putih.
Menurut rencana, Trump akan bertemu tatap muka dengan Putin dalam dua pekan ke depan. Keduanya kemungkinan tidak hanya akan membahas perang di Ukraina, tetapi juga isu-isu global.
Demi mendapatkan sumber daya mineral Ukraina, seperti mineral tanah jarang (grafit, uranium, titanium, dan litium) dan minyak bumi, Trump meminta kompensasi atas bantuan AS yang sudah dikirimkan kepada Ukraina untuk mendukung upayanya melawan Rusia. Kesepakatan mineral AS-Ukraina ini menjadi titik kritis utama dalam hubungan yang semakin menegangkan di antara kedua negara.
Trump ingin Ukraina memberi perusahaan-perusahaan AS akses ke sumber daya alamnya yang melimpah. ”Kita akan mendapatkan kembali uang kita karena itu tidak adil. Kita lihat saja nanti. Saya kira kita sudah hampir mencapai kesepakatan,” kata Trump kepada para delegasi di Konferensi Aksi Politik Konservatif (CPAC) di dekat Washington, Sabtu.
Beberapa jam sebelumnya, Zelenskyy dilaporkan mengaku ”belum siap” untuk menandatangani kesepakatan dengan AS itu meski AS semakin menekan. Utusan khusus Trump untuk Ukraina, Keith Kellogg, yang bertemu Zelensky pada awal pekan ini, mengatakan, Zelenskyy memahami pentingnya kesepakatan ini.
Namun, Ukraina disebutkan butuh jaminan terlebih dahulu. Ukraina menginginkan setiap perjanjian yang ditandatangani dengan AS mencakup jaminan keamanan.
Trump meminta mineral tanah jarang senilai 500 miliar dollar AS sebagai kompensasi bantuan AS kepada Ukraina. Ukraina menolak harga itu karena nilainya jauh lebih tinggi daripada jumlah bantuan AS untuk Ukraina. AS telah memberikan Ukraina sekitar 60 miliar dollar AS dalam bentuk bantuan militer sejak invasi Rusia.
Ini bantuan terbesar di antara sekutu Ukraina. Kiel, lembaga penelitian ekonomi Jerman, mengungkapkan, dari 2022 hingga akhir 2024, AS memberikan total 119,8 miliar dollar AS dalam bentuk bantuan keuangan, kemanusiaan, dan militer.
Para perunding AS memaparkan kemungkinan untuk memutus akses Ukraina pada sistem internet satelit Starlink milik Elon Musk. Kemungkinan ini dipaparkan setelah Zelenskyy menolak proposal awal dari Menteri Keuangan AS Scott Bessent. Starlink menyediakan konektivitas internet penting bagi Ukraina.
Musk mengirimkan ribuan terminal Starlink ke Ukraina untuk menggantikan layanan komunikasi yang dihancurkan oleh Rusia. Musk kemudian membatasi akses setidaknya sekali pada 2022 karena dia menjadi lebih kritis terhadap penanganan perang oleh Ukraina.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2022/02/24/173233ae-5eaf-4c6f-92b4-cbd420ab2347_png.png)
Melinda Haring, peneliti di Atlantic Council, mengatakan, Starlink sangat penting bagi pengoperasian pesawat nirawak Ukraina, pilar utama strategi militernya. Oleh karena itu, kehilangan Starlink akan mengubah permainan.
Ukraina kini berada pada paritas 1:1 dengan Rusia dalam hal penggunaan pesawat nirawak dan peluru artileri. Ukraina memiliki berbagai macam kemampuan pesawat nirawak, mulai dari pesawat nirawak laut dan pesawat nirawak pengintai hingga kendaraan udara tak berawak jarak jauh. (REUTERS/AFP/AP)
Penulis:
Luki AuliaEditor:
Fransisca Romana Ninik WPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .