Siapa yang tak mau terima surat pakai prangko beraroma ”croissant”. Bisa jadi suratnya tak dibuka-buka dan hanya diendus-endus prangkonya.
09 Okt 2025 13:48 WIB · Internasional
Siapa yang tak kenal croissant, kue kering dengan tekstur berlapis-lapis dan renyah khas Perancis ini? La Poste, layanan pos nasional Perancis, mengeluarkan koleksi prangko baru yang apabila digosok-gosok akan keluar aroma croissant.
Koleksi prangko bertema makanan itu dirilis untuk merayakan dan menghormati croissant artisanal sebagai ”lambang gastronomi Perancis”, Rabu (8/10/2025). Peredaran prangko baru ini juga bertepatan dengan kompetisi nasional croissant mentega terbaik khusus di wilayah Perancis tenggara.
Sekitar 600.000 prangko sudah diedarkan di kantor pos seluruh Perancis. Begitu paket prangko tiba di beberapa kantor pos, semerbak aroma mentega dan kulit croissant tercium di ruangan. Segera terbayang croissant yang berbentuk bulan sabit dan berlapis-lapis karena proses pelipatan adonan dengan banyak mentega.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/04/04/9b9050a7-e1e0-44a4-9df1-19be36818e71_jpg.jpg)
Croissant berasal dari Austria dan sudah ada sejak abad ke-17. Di Austria, ”nenek moyang” croissant dikenal sebagai kipferi sebelum kemudian dipopulerkan di Perancis dan bentuknya menjadi seperti yang kita kenal sekarang.
Banyak kolektor yang datang dari luar Valence karena di daerahnya belum kebagian prangko yang baru. Pada hari pertama saja, sudah 400 prangko terjual. Harga satu prangko mencapai 2,10 euro atau sekitar Rp 40.000. ”Kami punya stok 1.000 prangko dan sudah ada 50 kolektor prangko yang datang,” kata Direktur Kantor Pos Valence Anthony Richet.
Pada tahun lalu, La Poste juga merilis prangko beraroma roti baguette menjelang Olimpiade Musim Panas di Paris. Sama dengan prangko croissant, prangko baguette juga akan tercium aromanya apabila prangkonya digosok-gosok.
Kabar baiknya, prangko beraroma croissant ini bisa digunakan untuk pengiriman internasional dan dilengkapi cetakan suvenir. Kalau dikirim ke Indonesia, kira-kira masihkah prangkonya beraroma croissant?
(AFP)
Penulis:
Luki AuliaEditor:
Fransisca Romana Ninik WPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari