BerandaMetropolitanToilet Premium Dukuh Atas...

Toilet Premium Dukuh Atas Membuat Wajah TOD Semakin Mengilap

Kawasan berorientasi transit di Dukuh Atas terus dilengkapi berbagai fasilitas publik modern untuk memudahkan warga. Terbaru, hadir toilet premium di sana.

02 Okt 2025 17:40 WIB · Metropolitan

Oleh Atiek Ishlahiyah Al-Hamasy

Toilet premium Mister Loo, yang resmi beroperasi di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, pada Kamis (2/10/2025).

Toilet premium membuat kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, semakin mengilap. Tak hanya mempertemukan berbagai moda, kawasan berorientasi transit atau TOD ini hendak menawarkan kenyamanan baru untuk warga Jakarta.

Toilet premium Mister Loo itu resmi beroperasi pada Kamis (2/10/2025). Mister Loo adalah perusahaan rintisan internasional asal Swiss yang menyediakan fasilitas toilet modern dan inovatif. Di Dukuh Atas, mereka berkolaborasi dengan PT Integrasi Transit Jakarta.

Toilet Mister Loo Dukuh Atas terletak di dekat pintu masuk Stasiun Sudirman, persis di samping pos polisi. Lokasi ini strategis karena kawasan sekitarnya dipenuhi kafe, ruang publik, serta titik pertemuan warga dan pergantian moda transportasi.

Country Head Indonesia Mister Loo, Shinta Ardaneswari (kanan) dan Co Founder Mister Loo, Andreas Wanner (kiri) saat peresmian toilet premium Mister Loo di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, pada Kamis (2/10/2025).

Setiap bilik di tempat itu dilengkapi smart toilet dengan sensor otomatis, flush tanpa sentuh, wastafel sensor, pengharum ruangan digital, serta tempat sampah otomatis. Seluruh ruang juga sudah dilengkapi AC sehingga tetap sejuk dan nyaman di tengah panas Jakarta.

Ruang toilet perempuan diberi nuansa pink lembut, sementara ruang toilet pria didominasi warna biru. Masing-masing dilengkapi tiga bilik rapi dan higienis.

”Kebersihan dan higienitas adalah komitmen utama kami,” ujar Country Head Mister Loo Indonesia Shinta Ardaneswari, Kamis.

Shinta mengatakan, kebersihan toilet akan dijaga secara ketat oleh staf khusus yang rutin melakukan pembersihan. Petugas juga memastikan antrean tertib, bahkan tidak membuka gerbang apabila kapasitas di dalam masih penuh.

Mister Loo juga menghadirkan sistem pengolahan air limbah berbasis bioteknologi. Limbah yang keluar sudah berupa dry water yang aman bagi lingkungan.

Untuk menggunakan toilet ini, pengunjung cukup membayar tarif Rp 5.000, baik secara tunai maupun melalui QRIS. Setelah pembayaran dilakukan, petugas akan membuka gate agar pengguna dapat masuk.

Toilet premium Mister Loo, yang resmi beroperasi di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, pada Kamis (2/10/2025).

Co-Founder Mister Loo Andreas Wanner menilai fasilitas ini akan memberi nilai tambah besar bagi kawasan transit. Adapun kehadirannya membuat warga tidak harus masuk ke stasiun hanya untuk menggunakan toilet.

”Kami senang bisa menjadi pelengkap TOD Dukuh Atas karena banyak warga beraktivitas di sini,” ujarnya.

Di Jakarta, toilet Mister Loo di Dukuh Atas bukan yang pertama. Sebelumnya, fasilitas serupa telah lebih dulu beroperasi di Pasar Tanah Abang Blok B di Jakarta Pusat, Pantai Aloha PIK 2 (Jakarta Utara), serta Green Terrace TMII (Jakarta Timur).

Direktur Utama PT Integrasi Transit Jakarta (ITJ) Ferdiansyah Roestam menyampaikan, pengembangan toilet premium bersama Mister Loo merupakan bagian dari dukungan terhadap Pemerintah Provinsi Jakarta menghadirkan fasilitas umum berkualitas bagi masyarakat.

Dari sisi pembangunan hingga operasional, kerja sama ini sepenuhnya dijalankan melalui skema bisnis antara PT ITJ dan Mister Loo. ”Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya menambah nilai kawasan, tetapi juga meningkatkan kenyamanan masyarakat, khususnya para pengguna transportasi publik,” ujar Ferdi.

Tidak hanya menghadirkan toilet premium, kawasan TOD Dukuh Atas juga memiliki beragam fasilitas modern lain yang memudahkan mobilitas warga sekaligus menjadikannya ruang publik yang nyaman.

Warga memasuki Terowongan Kendal di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, pada Kamis (2/10/2025).

Salah satu ikon kawasan ini adalah Terowongan Kendal, jalur pedestrian bawah tanah yang menghubungkan sisi Jalan Kendal dengan MRT Dukuh Atas.

Terowongan ini bukan sekadar jalur pejalan kaki, melainkan juga ruang publik yang kerap dihiasi mural, diisi pertunjukan musik jalanan, dan menjadi tempat berbagai aktivitas komunitas.

Di samping MRT Jakarta Dukuh Atas, tersedia pula taman kecil yang sering dimanfaatkan warga untuk beristirahat, menunggu perjalanan, atau sekadar menjadi titik pertemuan.

Kawasan sekitar pun semakin hidup dengan deretan kafe, hotel, rumah makan, dan pedagang kaki lima. Dukuh Atas tidak hanya berfungsi sebagai titik transit, tetapi juga berkembang menjadi ruang pertemuan, tempat nongkrong, serta titik interaksi sosial bagi pekerja kantoran ataupun anak muda.

Beberapa ruas trotoar di kawasan, seperti Jalan Pati, Juwana, dan Kendal, sudah ditata ulang menjadi trotoar yang lebih luas dan aman untuk pejalan kaki.

Salah satu bagian proyek pembangunan Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) Dukuh Atas di Jakarta, Jumat (14/7/2023). Pembangunan Jembatan Penyeberangan Multiguna Dukuh Atas yang ditargetkan selesai pada 31 Juli 2023 telah mencapai 88 persen per Juni 2023. Menurut rencana, jembatan tersebut akan diresmikan Presiden Joko Widodo pada 18 Agustus 2023 bersamaan dengan peresmian LRT Jabodebek, Kereta Cepat Jakarta-Bandung, dan revitalisasi Taman Mini Indonesia Indah. KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA) 14-07-2023

Selain itu, Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) Dukuh Atas yang diresmikan pada 2023 memperkuat konektivitas antarmoda dengan menghubungkan Stasiun KRL Sudirman dan LRT Jabodebek.

Jembatan yang membentang melewati Waduk Setiabudi dan Kanal Banjir Barat ini dilengkapi tangga, eskalator, dan lift sehingga ramah bagi semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas.

Untuk menjaga keamanan, terdapat Pos Polisi Dukuh Atas di samping pintu masuk Stasiun KRL Sudirman. Pos ini berfungsi sebagai penjagaan lalu lintas sekaligus posko pengaduan darurat, seperti barang hilang atau insiden lain di sekitar kawasan.

Kawasan ini makin tertib dengan hadirnya zona khusus ojek daring (online), yang mengatur titik penjemputan, sehingga trotoar tidak dipenuhi kendaraan yang berhenti sembarangan.

TOD Dukuh Atas juga ramah bagi pesepeda dengan ketersediaan jalur khusus sepeda, rak parkir, serta layanan bike sharing. Di dalam stasiun, tersedia pula ruang laktasi, toilet ramah disabilitas, dan ruang pertolongan pertama untuk penanganan darurat.

Transport Hub Dukuh Atas di Jakarta Pusat, Kamis (2/10/2025).

Tak hanya itu, kawasan ini juga dilengkapi dengan Gedung Transport Hub Dukuh Atas, yang dikenal sebagai Transport Hub ”Simpang Temu”. Gedung setinggi 12 lantai ini dibangun pada 2022 dan rampung pada 2023.

Fungsinya beragam. Bukan sekadar titik transit, melainkan sebagai pusat interkoneksi moda transportasi sekaligus ruang aktivitas masyarakat.

Lobi sisi timur gedung dimanfaatkan sebagai halte Transjakarta yang melayani rute ke Terminal Senen, Palmerah, dan beberapa koridor lain. Kemudian, lantai 1-4 difungsikan sebagai area ritel berisi toko, kafe, dan berbagai tenant penunjang publik.

Selanjutnya, lantai 5-8 digunakan untuk perkantoran, mendukung operasional hub dan aktivitas lain di kawasan. Lalu, lantai 9-12 dipersiapkan sebagai hotel atau akomodasi transit.

Warga mengenakan masker saat menunggu KRL Commuterline di Stasiun Sudirman, Jakarta, Rabu (11/6/2025). Kasus Covid-19 di Indonesia meningkat. Dari 2.352 spesimen yang diperiksa sepanjang tahun 2025, terdapat 75 kasus positif Covid-19.

KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA)
11-06-2025

Terintegrasi

Bagi Rafi Pratama (28), karyawan asal Jakarta Timur, kawasan Dukuh Atas bukan sekadar titik transit. Hampir setiap pagi ia turun di Stasiun Sudirman sebelum melanjutkan perjalanan dan sore harinya kerap menyempatkan diri berhenti sejenak di area sekitar. Menurut dia, suasana Dukuh Atas kini terasa lebih ramai, tertib, sekaligus hidup.

”Enak banget kalau sore, banyak orang kumpul, ada yang nongkrong di kafe, ada yang main musik di Terowongan Kendal,” ujarnya, Kamis (2/10/2025).

Kadang Rafi memilih nongkrong di kafe sekitar Jalan Kendal, duduk santai di taman kecil dekat MRT Dukuh Atas, atau sekadar berjalan di Jembatan JPM Dukuh Atas sambil memotret suasana kota.

Rafi senang dengan perubahan wajah Dukuh Atas sebagai kawasan TOD. Trotoar yang lebar, ruang publik yang nyaman, juga zona ojek online yang lebih tertata membuat kawasan ini terasa semakin ramah bagi pejalan kaki.

Warga melewati Terowongan Kendal di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, pada Kamis (2/10/2025).

Ia juga menilai kehadiran toilet premium Mister Loo sangat membantu karena warga tidak perlu lagi masuk ke dalam stasiun hanya untuk mencari toilet, terutama ketika fasilitas di dalam sedang penuh.

Meski tidak harus sekelas Mister Loo, Rafi berpendapat standar kebersihan toilet di stasiun seharusnya lebih ditingkatkan. Sebab, masih banyak stasiun lain yang fasilitasnya kurang terawat atau bahkan rusak.

”Kehadiran Mister Loo bisa menjadi contoh bagaimana layanan publik sebaiknya disediakan,” kata Rafi.

Meski demikian, hal yang paling ia tunggu adalah integrasi penuh KRL, MRT, LRT, kereta bandara, dan Transjakarta dalam satu kawasan tertutup. Dengan begitu, warga tidak lagi harus keluar-masuk trotoar, terpapar panas atau hujan, atau memutar jauh untuk berpindah moda.

Stasiun BNI City di Jakarta Pusat, pada Kamis (2/10/2025).

Pembaruan kawasan

Ke depan, pengembangan TOD Dukuh Atas dipastikan semakin masif. Menteri Perhubungan Dudy Puwagandhi memastikan kawasan ini akan menjadi simpul integrasi empat moda transportasi berbasis kereta (KRL, MRT, LRT, kereta bandara) dengan dukungan fasilitas pendukung modern, termasuk rencana penyatuan Stasiun Karet dan BNI City.

”Kawasan berorientasi transit ini nantinya akan menghubungkan empat moda transportasi berbasis kereta secara terpadu sehingga meningkatkan kenyamanan masyarakat,” ujar Dudy, Rabu (1/10/2025).

Untuk mendukung TOD, Dudy memastikan Stasiun Karet tidak akan ditutup. Nantinya, stasiun ini akan diintegrasikan dengan Stasiun BNI City yang jaraknya hanya sekitar 200 meter.

”Penumpang tetap bisa masuk lewat Stasiun Karet, tapi nanti tapping masuk dan keluar stasiun dilakukan di BNI City. Kami juga akan siapkan berbagai sarana pendukung, seperti kanopi di sepanjang jalan yang menghubungkan kedua stasiun,” tuturnya.

Menurut Dudy, saat ini kanopi di sisi selatan sudah terpasang lengkap dengan mesin tiket (ticketing), sementara di sisi utara masih dalam tahap pemasangan.

Akses dari Stasiun BNI City ke Stasiun Sudirman di Jakarta Pusat, Kamis (2/10/2025).

Meski demikian, integrasi penuh baru bisa direalisasikan setelah seluruh fasilitas pendukung selesai dibangun. Salah satunya adalah jembatan penyeberangan orang (JPO) yang akan menghubungkan Hotel Shangri-La dengan Stasiun Karet ataupun Stasiun BNI City.

Tak hanya itu, pemerintah juga akan membuka akses baru Stasiun Karet dari arah Pasar Tanah Abang. Dengan begitu, calon penumpang tidak perlu lagi menyeberang rel untuk masuk ke Stasiun Karet sehingga arus pergerakan lebih aman dan lancar.

Sebagai bagian dari revitalisasi kawasan, pemerintah juga merencanakan pemindahan Patung Jenderal Sudirman dari Jalan Sudirman ke arah Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Langkah ini ditempuh untuk mengakomodasi penataan ruang dalam pengembangan TOD Dukuh Atas.

Gubernur Jakarta Pramono Anung menargetkan pembaruan kawasan TOD Dukuh Atas dapat rampung dalam dua tahun ke depan.

”Kalau keempat moda ini sudah terhubung dengan baik, semua warga yang melintas di Dukuh Atas tidak akan kehujanan dan bisa berpindah dengan nyaman,” kata Pramono.

Jakarta hendak menjadi contoh menjadi daerah yang terus berbenah. Mulai dari hal kecil, seperti kehadiran toilet yang bersih, hingga ambisi besar mewujudkan integrasi penuh berbagai moda transportasi untuk kemudahan warga.


Kerabat Kerja

Penulis:

Atiek Ishlahiyah Al-Hamasy
 | 

Editor:

Cornelius Helmy Herlambang
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra