Kamala Harris unggul tipis di empat dari tujuh negara bagian ”medan pertempuran utama”.
04 Nov 2024 20:12 WIB · Internasional
Oleh Luki Aulia - [email protected]
WASHINGTON, SENIN — Calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Kamala Harris, dan capres dari Partai Republik, Donald Trump, kian sengit bersaing. Dua hari menjelang pemungutan suara pemilu AS, hasil jajak pendapat harian The New York Times/Siena College Battleground menunjukkan Harris memperoleh 49 persen dukungan, sementara Trump meraup 48 persen dukungan.
”Harris unggul di antara para pemilih awal di negara-negara bagian yang menjadi ”medan pertempuran” Partai Demokrat dan Republik. Sementara Trump unggul di antara mereka yang mengaku mungkin akan memberikan suara, tetapi belum melakukannya.
Harian The Guardian dan Fox News, yang memublikasikan hasil jajak pendapat itu, Senin (4/11/2024), menyebutkan, pemilihan berlangsung sangat ketat di negara-negara bagian yang krusial, yakni Arizona, Georgia, North Carolina, Nevada, Wisconsin, Michigan, dan Pennsylvania. Trump unggul dari Harris di Arizona.
Sementara Harris unggul di Georgia, North Carolina, Nevada, dan Wisconsin. Adapun di Michigan dan Pennsylvania, keduanya imbang. ”Terlalu ketat untuk diprediksi,” sebut Siena Research dalam unggahan di media sosial.
Di Arizona, satu-satunya negara bagian tempat Trump unggul, dia unggul empat poin atas Harris, yakni 49-45. Sementara Harris unggul satu poin di Georgia (48-47), dua poin di North Carolina (48-46), tiga poin di Nevada (49-46), dan dua poin di Wisconsin (49-47).
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/10/13/80d7ae2f-eb1a-4915-aa77-fde0f4b082cd_jpg.jpg)
Menurut rata-rata jajak pendapat Real Clear Politics, Trump unggul 2,9 poin di Arizona, unggul 1,2 poin di Nevada, unggul 0,3 poin di Pennsylvania, unggul 1,4 poin di North Carolina, dan unggul 2,3 poin di Georgia. Sementara Harris unggul tipis 0,3 poin di Wisconsin dan unggul 0,6 poin di Michigan.
Jajak pendapat medan tempur The New York Times/Siena College juga mengambil sampel pemilihan Senat di negara bagian medan tempur untuk terakhir kalinya, yang menunjukkan Rep Ruben Gallego dari Demokrat di Arizona, Elissa Slotkin di Michigan, Jaksa Agung North Carolina Josh Stein, Senator Jacky Rosen di Nevada, dan Senator Tammy Baldwin di Wisconsin, unggul dalam pemilihan mereka masing-masing. Tidak ada kandidat Senat dari Partai Republik yang unggul dalam pemilihan mereka, menurut jajak pendapat tersebut.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/01/d76a0760-b658-4858-9dfe-eb69b6a4cd26_png.png)
Pengelola jajak pendapat The New York Times/Siena College mewawancarai 7.879 pemilih di tujuh negara bagian medan pertempuran antara 24 Oktober dan 2 November, dengan marjin kesalahan plus atau minus 3,4 poin persentase di Arizona, 4,1 poin persentase di Georgia, 3,7 poin di Michigan, 3,6 poin di North Carolina, 3,6 poin di Nevada, 2,9 poin di Pennsylvania, dan 3,4 poin di Wisconsin.
Para pemilih AS akan menghadapi pilihan yang jelas untuk presiden karena janji kampanye dan rencana kebijakan Harris dan Trump berbeda. Untuk isu inflasi, Harris akan memprioritaskan mengurangi biaya makanan dan perumahan bagi keluarga pekerja.
Dia berjanji melarang kenaikan harga bahan makanan, membantu pembeli rumah pertama kali, meningkatkan pasokan perumahan, dan menaikkan upah minimum. Inflasi melonjak di bawah kepemimpinan Presiden AS Joe Biden, seperti yang terjadi di banyak negara Barat, sebagian karena masalah pasokan pasca-Covid-19, dan perang Ukraina. Inflasi telah turun sejak saat itu.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/10/30/45c8e4d2ee7a42c07ed39db65c168428-20241021_Magang_Capres_Cawapres_AS.png)
Trump berjanji mengakhiri inflasi dan membuat AS kuat lagi. Salah satu caranya dengan lebih banyak pengeboran minyak akan menurunkan biaya energi.
Dia berjanji memberi suku bunga lebih rendah, sesuatu yang tidak dapat dikendalikan presiden. Dia akan mendeportasi imigran yang tidak berdokumen, yang dia yakini akan mengurangi tekanan pada perumahan. Para ekonom memperingatkan, niatnya untuk mengenakan pajak yang lebih tinggi pada impor dapat berdampak pada kenaikan harga.
Untuk isu pajak, Harris ingin menaikkan pajak pada bisnis besar dan warga AS berpenghasilan di atas 400.000 dollar AS dalam setahun. Sebaliknya, Harris akan meringankan beban pajak bagi keluarga, termasuk perluasan pajak kredit.
Sementara Trump mengusulkan sejumlah pemotongan pajak senilai triliunan, termasuk perpanjangan pemotongan tahun 2017 yang lebih banyak membantu orang kaya. Dia menjanjikan pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dan tarif impor. Para analis menilai kedua rencana pajaknya akan menambah defisit yang membengkak.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/04/3ff567d4-e52c-48fd-a853-6de485e9f8ac_jpg.jpg)
Selain pajak, isu yang menjadi fokus kampanye Harris adalah aborsi. Dia terus mengadvokasi undang-undang yang akan mengabadikan hak reproduksi secara nasional.
Sementara Trump saat berkuasa membatalkan hak konstitusional untuk melakukan aborsi. Pembatalan itu diputuskan tiga hakim yang ditunjuknya menjadi hakim di Mahkamah Agung AS.
Selain itu, pada isu imigrasi, di bawah kepresidenan Joe Biden, Harris ditugaskan untuk mengatasi akar penyebab krisis perbatasan di selatan dan membantu mengumpulkan miliaran dollar uang swasta untuk melakukan investasi regional yang bertujuan membendung arus imigran.
Jumlah orang yang menyeberang dari Meksiko mencapai rekor terbanyak pada akhir 2023, tetapi kemudian menurun. Harris berjanji akan menangani isu ini berbekal pengalamannya sebagai jaksa di California yang menangani perdagangan manusia.
Sementara Trump berjanji menutup perbatasan dengan menyelesaikan pembangunan tembok dan meningkatkan penegakan hukum. Trump juga akan mendeportasi migran tidak berdokumen, serta menghidupkan lagi ketentuan imigrari yang ketat.
Untuk isu luar negeri, seperti biasa, kebijakan luar negeri tidak menjadi pusat perhatian dalam kampanye-kampanye pemilihan presiden AS. Hal itu berulang dalam pemilu kali ini meski hasil pemilu sering kali berdampak besar terhadap pendekatan AS pada dunia.
Terkait isu luar negeri, Harris sudah berjanji mendukung Ukraina ”selama diperlukan”. Dia juga berjanji memastikan AS bisa mengungguli China dalam ”persaingan untuk Abad ke-21”. Harris sejak lama mendukung solusi dua negara antara Israel dan Palestina serta menyerukan diakhirinya perang di Gaza.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/03/fab981c1-87e7-4b6f-9c36-df64739efc6d_png.png)
Sementara Trump memiliki kebijakan luar negeri yang menganut isolasionisme dan ingin AS melepaskan diri dari konflik di tempat lain di dunia. Trump akan mengakhiri perang di Ukraina dalam 24 jam melalui penyelesaian yang dinegosiasikan dengan Rusia.
Menurut Demokrat, langkah ini akan membuat Presiden Rusia Vladimir Putin semakin berani. Trump memosisikan dirinya sebagai pendukung setia Israel, tetapi tidak banyak bicara tentang bagaimana dia akan mengakhiri perang di Gaza.
Untuk isu perdagangan, Harris mengkritik rencana besar Trump mengenakan tarif impor. Dia menyebutnya sebagai pajak nasional bagi keluarga pekerja dan akan membebani setiap rumah tangga sebesar 4.000 dollar AS per tahun.
Dia diharapkan memiliki pendekatan yang lebih terarah untuk mengenakan pajak impor, mempertahankan tarif yang diberlakukan pemerintahan Biden-Harris pada beberapa produk impor asal China, seperti kendaraan listrik.
Sementara Trump menjadikan tarif sebagai janji kampanye utama untuk melindungi industri AS. Dia mengusulkan tarif baru sebesar 10-20 persen untuk sebagian besar barang impor asing dan tarif yang jauh lebih tinggi untuk barang impor dari China. Dia juga berjanji menarik perusahaan agar tetap berada di AS untuk memproduksi barang. Caranya dengan memberi mereka tarif pajak perusahaan yang lebih rendah.
Isu lain yang dinanti-nanti adalah isu iklim. Harris, sebagai wakil presiden, membantu meloloskan UU Pengurangan Inflasi, yang telah menyalurkan ratusan miliar dollar AS untuk energi terbarukan, dan program keringanan pajak serta potongan harga kendaraan listrik. Namun, dia telah mencabut penolakannya terhadap fracking atau teknik memulihkan gas dan minyak yang ditentang para pencinta lingkungan.
Trump, saat menjadi presiden, mencabut ratusan perlindungan lingkungan, termasuk pembatasan emisi karbon dioksida dari pembangkit listrik dan kendaraan. Dalam kampanye tahun ini, Trump berjanji memperluas pengeboran di Arktik dan menyerang mobil listrik.
Khusus bagi pemilih AS, layanan kesehatan adalah salah satu yang dinanti. Harris berjanji akan tetap mengurangi biaya obat resep dan membatasi harga insulin pada 35 dollar AS. Trump, yang sering berjanji membongkar UU Perawatan Terjangkau, berjanji akan memperbaiki kondisi tanpa memberi penjelasan lebih rinci. UU itu selama ini penting dalam menyediakan asuransi kesehatan bagi jutaan rakyat.
Untuk isu hukum dan ketertiban serta senjata, keduanya juga berbeda. Trump bersumpah menghancurkan kartel narkoba, menghancurkan kekerasan geng, dan membangun kembali kota-kota yang dipimpin Demokrat yang menurut dia dipenuhi kejahatan. Dia akan mengerahkan militer atau Garda Nasional untuk melawan ”musuh dalam” dan ”orang gila radikal kiri” jika mereka mengganggu pemilihan.
Untuk persenjataan, Harris berjanji akan mencegah kekerasan senjata. Dia sering mengadvokasi UU yang lebih ketat, seperti pemeriksaan latar belakang atau melarang penggunaan senjata serbu. Namun, itu butuh bantuan dari kongres. Sementara Trump memosisikan dirinya sebagai pembela setia Amendemen Kedua, hak konstitusional untuk memanggul senjata. (REUTERS/AFP/AP)
Penulis:
Luki AuliaEditor:
Bonifasius Josie Susilo H