Agar terlihat didukung warga, Donald Trump Jr dan timnya mengumpulkan tunawisma untuk jadi ”pendukung bayaran”.
13 Jan 2025 17:09 WIB · Internasional
Pendukung presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, di Greenland yang muncul di video-video ternyata ”pendukung bayaran”. Donald Trump Jr, putra presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, meminta tunawisma di Greenland mengenakan topi ”Make America Great Again” atau MAGA. Imbalannya, mereka dijanjikan akan ditraktir makan siang di restoran Hotel Hans Egede di Nuuk, ibu kota Greenland.
Harian South China Morning Post, Minggu (12/1/2025), mengutip stasiun radio Denmark, DR News, yang melaporkan informasi terkait para pendukung bayaran itu. Dari beberapa sumber diketahui bahwa video-video yang dibuat selama perjalanan singkat Trump Jr ke Greenland itu memperlihatkan para tunawisma dan orang-orang lain yang sering nongkrong di depan supermarket Brugseni di sebelah hotel itu.
”Mereka itu tunawisma dan orang-orang tua yang tiba-tiba bisa makan di restoran yang belum pernah mereka datangi sebelumnya,” kata seorang warga di Nuuk.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/13/0bf3d5696683ea8a096416e75eb7f6e3-000_36T98ZN.jpg)
Karyawan-karyawan Brugseni dan penduduk lama Nuuk mengaku mengenali banyak orang yang difoto sedang makan bersama Trump Jr. Tom Amtoft, yang sudah tinggal di Nuuk selama 30 tahun, mengatakan, mereka adalah orang-orang tunawisma dan lanjut usia yang kesulitan memenuhi kebutuhan hidup.
Mereka hanya perlu mengenakan topi bertuliskan ”Make America Great Again” dan berpartisipasi dalam video-video kunjungan Trump Jr. Rekaman-rekaman video dari harian Ekstra Bladet memperlihatkan bagaimana orang-orang di jalan didekati oleh karyawan Trump dan diberi topi MAGA. ”Mereka semua sudah disuap,” kata Amtoft.
Seorang pendukung Trump, yang mengajak Trump Jr keliling kota Nuuk, membantah pernyataan yang dilansir radio DR News itu. Ia berkeras bahwa mereka adalah memang asli pendukung Trump dan kebetulan sedang berdiri di depan hotel.
Trump dalam unggahannya di akun Truth Social berterima kasih kepada warga Greendland karena telah memperlakukan anaknya dan perwakilan lainnya dengan baik. Setelah kunjungannya, Trump Jr mengatakan, penduduk Greenland mencintai Amerika dan Trump.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/13/a105b73a3e6af67d10372ee3073248f9-APTOPIX_Greenland_Visit_Trump_Jr._126585346.jpg)
Trump melontarkan gagasan untuk membeli atau mengambil alih Greenland. Wilayah ini adalah teritorial otonom di bawah Kerajaan Denmark. Namun, Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen dan PM Greenland Múte B Egede menegaskan, masyarakat Greenland mendukung bahwa Greenland tidak untuk dijual dan tidak akan dijual sampai kapan pun.
Dalam konferensi pers, Selasa (7/1/2025), Trump tidak mengesampingkan kemungkinan penggunaan paksaan militer atau ekonomi, termasuk tarif terhadap Denmark, untuk menguasai Greenland. Ia menggambarkan kendali AS atas Greenland sebagai ”kebutuhan mutlak”.
Trump tidak mengesampingkan kemungkinan penggunaan paksaan militer atau ekonomi, termasuk tarif terhadap Denmark, untuk menguasai Greenland.
Pernyataan Trump itu ditanggapi serius oleh Denmark dan negara-negara lain di Eropa. Kanselir Jerman Olaf Scholz juga mengkritik Trump.
Perdana Menteri Greenland Múte B Egede, Jumat (10/1/2024), menegaskan, penduduk wilayah Arktik yang kaya mineral itu tidak ingin menjadi warga AS. Egede memahami ketertarikan Trump kepada Greenland mengingat lokasinya yang strategis. Jika AS memang tertarik, dia menawarkan kerja sama.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/13/38ccefb7d3717e4a9054b71cb7591393-DENMARK_GREENLAND_US_POLITICS_DIPLOMACY_126649846.jpg)
Egede mengakui Greenland adalah bagian dari Benua Amerika Utara dan dianggap sebagai bagian dari wilayah AS. Ia telah menyerukan kemerdekaan bagi Greenland dengan menggambarkan Denmark sebagai kekuatan kolonial yang tidak selalu memperlakukan penduduk asli Inuit dengan baik.
”Greenland adalah untuk orang-orang Greenland. Kami tidak ingin menjadi orang Denmark, kami juga tidak ingin menjadi orang Amerika. Kami ingin menjadi orang Greenland,” kata Egede saat konferensi pers bersama PM Denmark Frederiksen di Kopenhagen.
Denmark sudah mengirim pesan pribadi kepada tim Trump. Isinya, kesediaan untuk membahas peningkatan keamanan di Greenland atau meningkatkan kehadiran militer AS di sana tanpa mengklaim Greenland.
Greenland hanya memiliki populasi 57.000 jiwa. Namun, wilayah ini sangat luas dan memiliki sumber daya alam yang meliputi minyak, gas, dan unsur tanah jarang yang diperkirakan akan semakin mudah diakses seiring mencairnya es akibat perubahan iklim.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/13/1f9f6a475250c1e55cc33121cc19d132-000_36T97ZR.jpg)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/13/359936a9-ae01-440d-a516-43bac71bec76_png.png)
Greenland juga memiliki lokasi strategis di Kutub Utara, tempat Rusia, China, dan negara-negara lain berupaya memperluas kehadiran mereka. Greenland, pulau terbesar di dunia, terletak lebih dekat ke daratan Amerika Utara ketimbang ke Denmark.
Kopenhagen bertanggung jawab pada urusan luar negeri dan pertahanan Greenland. AS juga ikut bertanggung jawab atas pertahanan Greenland dan mengoperasikan pangkalan angkatan udara di sana berdasarkan perjanjian tahun 1951.
Perhatian dunia pada Greenland ini membawa isu kemerdekaan kembali ke permukaan. Majalah The Economist, Sabtu (11/1/2025), menyebutkan, selama ini warga Greenland merasa kesal dengan ”pemerintahan kolonial” Denmark selama 300 tahun.
Warga Greenland merasa Denmark belum banyak berinvestasi untuk melindungi Greenland. Pada 1979, Greenland diberikan otonomi luas. Greenland menempati posisi geopolitik yang unik karena terletak di antara AS dan Eropa. Kota Nuuk lebih dekat ke New York daripada ke Kopenhagen, ibu kota Denmark.
Menurut jajak pendapat terbaru tahun 2019, sekitar dua pertiga warga Greenland mendukung kemerdekaan, tetapi mereka tetap berbeda pendapat ketika berbicara tentang waktu dan potensi dampaknya terhadap standar hidup.
Subsidi Denmark selama ini menjaga perekonomian Greenland tetap bertahan. Subsidi tersebut mencakup lebih dari setengah anggaran Pemerintah Greenland dan membiayai sebagian besar lapangan kerja, perawatan kesehatan, dan pendidikan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/13/094f01c95c46ef77f9ffd083b7be1efc-984d8a3f861d43889e70029b65551165_0_d46971f20d84474eaab04ce8bf9d5c7a.jpg)
Hanya sedikit warga Greenland yang mendukung pengambilalihan langsung oleh AS, tetapi sebagian merasakan adanya peluang untuk memanfaatkan kepentingan Trump guna mendapatkan otonomi yang lebih besar. Investasi AS dalam penambangan logam tanah jarang, misalnya, dapat membantu melepaskan perekonomian Greenland dari bantuan Denmark.
Ada juga keinginan yang semakin meningkat untuk mencapai perjanjian perdagangan bebas dengan AS. Jajak pendapat yang dilakukan pada Desember 2024 menunjukkan 60 persen warga Greenland menginginkan kerja sama yang lebih erat dengan AS.
Anggota parlemen Greenland yang prokemerdekaan, Kuno Fencker, mengingatkan, AS sudah memiliki ”Perjanjian Asosiasi Bebas” dengan negara-negara seperti Mikronesia di Pasifik. Greenland yang merdeka dapat mencapai ”perjanjian asosiasi ganda” dengan Denmark dan AS. Eslandia menjadi model yang dicita-citakan banyak warga Greenland.
Peneliti senior di Institut Studi Internasional Denmark, Ulrik Pram Gad, mengatakan, Greenland dianggap sebagai kunci keamanan AS, terutama untuk menangkal potensi serangan dari Rusia. Jalur pelayaran Northwest Passage membentang di sepanjang pantainya dan pulau ini merupakan bagian dari celah Greenland-Eslandia-Inggris, wilayah maritim yang strategis.
Trump bukanlah presiden AS pertama yang melontarkan gagasan untuk membeli Greenland. Pada 1867, ketika Presiden Andrew Johnson membeli Alaska, ia juga mempertimbangkan untuk membeli Greenland.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/12/8b84f7ed-b03d-4220-b087-61c2638b9aed_jpg.jpg)
Pada akhir Perang Dunia II, pemerintahan Presiden Harry S Truman menawarkan Denmark 100 juta dollar AS untuk Greenland. Tidak satu pun tawaran yang membuahkan hasil. Namun, AS punya pangkalan udara yang menjadi pos terdepan paling utara dari AS dan dilengkapi dengan sistem peringatan rudal.
Namun, menurut Guru Besar Geopolitik di Royal Holloway, Universitas London, Klaus Dodds, Trump lebih tertarik pada kekayaan sumber daya alam Greenland, termasuk minyak dan gas serta logam tanah jarang yang sangat diminati untuk mobil listrik dan turbin angin dalam transisi hijau. Selain itu, juga untuk pembuatan peralatan militer.
Saat ini, China mendominasi produksi logam tanah jarang dunia dan telah mengancam akan membatasi ekspor mineral penting dan teknologi terkait. Menurut seorang mantan penasihat senior Trump kepada CNN, AS mengkhawatirkan aktivitas China di Kutub Utara. AS juga sebenarnya khawatir dengan Greenland yang menginginkan kemerdekaan dari Denmark.
Jika Greenland merdeka, itu bisa membuat Greenland menjadi tidak stabil secara politik dan lebih rentan terhadap pengaruh Rusia dan China. Kerja sama militer China dengan Rusia di Arktik hanya tumbuh selama lima tahun terakhir.
China dan Rusia secara teratur melakukan patroli udara bersama di sana. Pada Oktober 2024, Penjaga Pantai China mengklaim sudah memasuki perairan Samudra Arktik untuk pertama kalinya bersama Rusia. (REUTERS)
Penulis:
Luki AuliaEditor:
Muhammad Samsul Hadi